Kenali Investasi lebih Dekat

Mengapa Perlu Investasi?

Merngapa Perlu Berinvestasi.png

Banyak alasan mengapa kita perlu berinvestasi. Anda tentu memiliki tujuan-tujuan dalam hidup Anda, yang membutuhkan uang untuk mewujudkannya, seperti untuk berlibur beberapa tahun mendatang, melanjutkan kuliah Anda ke jenjang yang lebih tinggi, mempersiapkan biaya sekolah anak Anda nanti, membeli aset yang Anda inginkan, atau bahkan mempersiapkan dana pensiun untuk hari tua nanti.

 

Dengan berinvestasi, Anda dapat mewujudkan tujuan Anda di masa mendatang tersebut, melalui dana yang Anda simpan secara teratur mulai dari sekarang.

 

"Menyimpan dana untuk masa depan? Saya sudah menabung, untuk apalagi berinvestasi?"; Berhemat dan menabung memang penting, namun hal tersebut tidak cukup, uang kita perlu diinvestasikan agar pertumbuhannya lebih cepat, dan memberi imbal hasil (return) yang lebih tinggi.

 

Tabungan saat ini lebih tepat disebut sebagai sarana untuk menyimpan uang, atau dana darurat saja, bukan untuk mengumpulkan uang untuk masa depan. Kecepatan pertumbuhan uang di tabungan kalah jauh dibandingkan dengan tingkat kebutuhan hidup dan laju inflasi. Bayangkan, jika inflasi per tahunnya mencapai 6 hingga 7%, dan tabungan Anda hanya menghasilkan bunga kurang dari 2% dikurangi biaya-biaya bank, artinya nilai uang yang Anda simpan di tabungan sudah pasti menyusut setiap tahunnya.

 

Katakanlah dengan Rp 100,000 tahun ini Anda dapat membeli dua buah kotak susu formula merek A. Jika sepanjang tahun ini menuju tahun depan terjadi inflasi sebesar 7%, artinya nilai uang Anda berkurang 7%. Artinya lima tahun lagi Rp 100,000 setara dengan Rp 69,569 saat ini. Sehingga dengan Rp 100,000 pada lima tahun lagi, bisa jadi Anda hanya bisa mendapatkan satu kotak susu formula merek A.

 

Itu sebabnya, Anda perlu menyimpan uang Anda di tempat yang menghasilkan return lebih tinggi dari nilai inflasi.

 

Berdasarkan yang sudah terjadi, selain untuk melawan inflasi, investasi juga dapat menghasilkanreturn yang lebih tinggi ketimbang Anda menyimpan dana Anda di tabungan biasa atau deposito sekalipun (dan ingat, dana Anda di deposito masih harus dipotong pajak sebesar 20% dari bunga yang Anda dapat).

 

Mari kita lihat perbandingan uang Anda jika disimpan di bank dan jika diinvestasikan di reksa dana.

 

Ini tabel bunga di salah satu bank terbesar di Indonesia:

 

Artinya jika Anda menyimpan uang Anda secara sekaligus sebesar Rp 10.000.000,00 pada tanggal 2 Oktober 2013, maka uang Anda pada tanggal 2 Oktober 2014 akan bertumbuh menjadi 10.125.000,00. Jumlah tersebut belum termasuk potongan biaya administrasi setiap bulan Rp 10.000, maka total potongan 12 bulan ialah Rp 120.000. Artinya, uang Anda pada tanggal 2 Oktober 2014 ialah Rp 10.125.000,00 – Rp 120.000,00 = Rp 10.005.000,00. Ini berarti, dengan menyimpan uang sebesar Rp 10.000.000,00 di tabungan reguler di sebuah bank selama satu tahun, Anda mendapatkan return hanya sebesar Rp 5.000,00.

 

Bandingkan jika kita menyimpan Rp 10.000.000,00 tersebut sekaligus ke salah satu jenis reksa dana yang menghasilkan return paling rendah, reksa dana pasar uang. Salah satu produk reksa dana pasar uang, pada riwayatnya dalam satu tahun pada tanggal 2 Oktober 2013 – 2 Oktober 2014 menghasilkan return sebesar 7.11%.

 

Artinya jika Anda menyimpan uang Anda secara sekaligus sebesar Rp 10.000.000,00 pada tanggal 2 Oktober 2013 di produk reksadana pasar uang tersebut, maka uang Anda pada tanggal 2 Oktober 2014 bertumbuh 7.11% menjadi Rp 10.711.000,00. Jumlah tersebut bahkan sudah bersih, sudah termasuk management fee. Dari sini dapat dilihat, bahkan dari jenis reksa dana dengan return paling rendah sekalipun, return yang didapat jauh lebih tinggi dibanding return yang didapat dari tabungan.

 

Contoh di atas hanya ilustrasi berdasarkan riwayat return yang telah terjadi berdasarkan menyimpan dana sekaligus. Bagi investor pemula, strategi investasi berkala umumnya lebih dianjurkan. Anda dapat melakukan investasi mulai dari Rp 100.000 saja namun dilakukan rutin setiap bulan. Selain lebih terjangkau, investasi berkala yang dilakukan setiap bulan secara rutin juga bisa menghasilkan return yang lebih tinggi ketimbang investasi sekaligus, karena investasi berkala merupakan cara yang digunakan untuk mengatasi fluktuasi.

 

Anda telah mengetahui apa itu investasi, dan juga mengetahui perbedaannya dengan menabung. Pikirkan kembali, apakah dengan sekedar menabung dapat menjamin hidup Anda di masa depan? Untuk menyimpan uang dengan tanpa terkikis nilainya bahkan bisa menghasilkan returnyang lebih tinggi dari inflasi, serta untuk simpanan dana masa tua nanti, investasi adalah jawaban yang lebih tepat. Dengan berinvestasi, berarti Anda menuju financial stability, menciptakan kekayaan.

Kenali Investasi Lebih Dekat

Apa itu Investasi?

Rabu, 24 Juni 2015


Mengapa Perlu Investasi?

Rabu, 24 Juni 2015


Jenis-Jenis Investasi

Rabu, 24 Juni 2015

Reksa Dana: Investasi Mudah, Risiko Rendah

Apa itu Reksa Dana?

Rabu, 24 Juni 2015


Mengapa Reksa Dana?

Rabu, 24 Juni 2015


Jenis-Jenis Reksa Dana

Rabu, 24 Juni 2015


Risiko Reksa Dana

Rabu, 24 Juni 2015


Reksa Dana Paling Tepat untuk Anda

Rabu, 24 Juni 2015

Sebelum Investasi Reksa Dana

Setelah Membeli Reksa Dana

Membeli Reksa Dana

Rabu, 24 Juni 2015


Menjual Reksa Dana

Rabu, 24 Juni 2015


Memantau Reksa Dana

Rabu, 24 Juni 2015