Sebelum Investasi Reksa Dana

Memilih Manajer Investasi yang Tepat

meemilih manager investasi.png

Manajer Investasi (MI) adalah pihak profesional yang telah mendapatkan izin lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan, dan memiliki kualifikasi pendidikan dan pengalaman khusus yang bertanggung jawab untuk mengatur strategi keuangan dan mengelola fund (termasuk reksa dana, dana pensiun, trust fund maupun hedge fund).

 

Ketika Anda berinvestasi reksa dana, maka dana yang Anda miliki akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi, oleh karena itu sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi reksa dana Anda diharuskan untuk memilih manajer investasi yang berkualitas. Performa manajer investasi dalam mengelola dana yang Anda miliki tentunya akan mempengaruhi kinerja reksa dana tersebut. Jadi, pilihlah Manajer Investasi yang telah terbukti memiliki performa yang baik dalam mengelola reksa dana, sehingga di masa depan kinerja reksa dana yang Anda miliki akan lebih baik dan tentunya akan menguntungkan Anda.

 

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan calon investor dalam memilih MI:

 

1. Pengalaman MI
Kualitas manajer investasi dapat dilihat dari track record MI tersebut yang dapat berupa jam terbang, dan tingkat pengalaman dari para pengelola dana (fund manager) di perusahaan tersebut. Perlu diketahui juga latar belakang kepemilikan dan manajemen perusahaan yang bersangkutan, serta ada tidaknya izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Selain itu, perlu diperhatikan pula track record perusahaan yang mencakup berapa lama perusahaan tersebut telah mengelola reksa dana di Indonesia ataupun di luar Indonesia, sejak kapan perusahaan itu didirikan dan mulai mengelola reksa dana dan apakah kondisi finansialnya kuat dan sehat. Semakin lama tentunya akan semakin baik karena hal ini menjadi indikasi bahwa perusahaan tersebut mempunyai manajemen dan sistem yang baik serta mampu mempertahankan kinerjanya secara konsisten.

 

2. Kinerja historis MI
Calon investor dapat melihat kemampuan MI mengelola reksa dana dari kinerja historis reksa dana yang dikelolanya. Perlu diperhatikan bagaimana hasil kinerja jangka panjang, tingkat konsistensi, jumlah aset yang dihimpun dan dikelola. Manajer investasi yang handal akan mampu menjaga konsistensi kinerjanya dan memberikan imbal hasil yang mengalahkan imbal hasil tolok ukurnya. Jika fluktuasi imbal hasil tinggi, artinya risikonya juga tinggi. Sebaliknya, jika fluktuasinya kecil atau kinerjanya cenderung stabil, berarti risikonya rendah. Sekalipun kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang namun sedikit banyak dapat memberikan gambaran kinerja di masa mendatang.

 

3. Gaya investasi MI
Selain mencari MI dengan imbal hasil yang tinggi, calon investor juga perlu mengenal gaya investasi MI tersebut, apakah memiliki gaya investasi yang terlalu berani alias berisiko tinggi dan apakah gaya investasi MI tersebut sesuai dengan profil risiko Anda. Gaya investasi MI dapat dipelajari dari isi portofolio yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang tercantum dalam prospektus. Yang perlu diperhatikan adalah jenis obligasi atau saham yang ada di dalam portofolionya. Lebih lanjut, calon investor juga bisa melihat apakah lebih banyak obligasi atau saham-saham kecil namun tingkat pertumbuhannya cukup besar, atau lebih banyak saham/obligasi perusahaan mapan dengan pertumbuhan yang lebih lambat. Calon investor juga bisa melihat apakah portofolionya terdiri dari saham atau obligasi perusahaan di sektor tertentu atau merata di semua sektor.

 

4. Dana kelolaan MI
Semakin banyak aset yang dikelola, maka posisi tawar menawar MI untuk mendapatkan harga yang lebih baik saat bertransaksi akan semakin kuat. Dalam bisnis jasa pengelolaan aset, berlaku pula norma economies of scale yaitu semakin besar aset yang dikelola manajer investasi, maka akan semakin efisien pengelolaan dananya dan potensi imbal hasilnya juga akan semakin baik.

 

5. Nasabah MI
Jumlah nasabah dapat menjadi indikator tingkat kepercayaan terhadap manajer investasi. Selain mengelola reksa dana, beberapa MI juga mengelola portofolio nasabah secara terpisah (discretionary fund), yang umumnya merupakan nasabah bisa mengindikasikan reputasi MI.

 

6. Biaya
Dalam prospektus reksa dana ada uraian yang berisi alokasi biaya dan imbalan jasa reksa dana. Alokasi biaya ini biasanya terbagi dalam 3 kelompok:

a. Biaya yang menjadi beban reksa dana Komponen biaya ini perlu diperhatikan karena akan menjadi pengurang dalam perhitungan Nilai Aktiva bersih (NAB) reksa dana, sehingga mempengaruhi potensi imbal hasil reksa dana.
b. Biaya yang menjadi beban MI
c. Biaya yang menjadi beban pemegang unit penyertaan Perlu diperhatikan berapa besar biaya pembelian (subscription) dan biaya penjualan kembali (redemption).

 

7. Kualitas pelayanan MI
Calon investor perlu mencari informasi mengenai bagaimana MI merespon kebutuhan investor, seberapa cepat, lengkap dan akurat, serta apakah mereka memberikan kemudahan berinteraksi, berdiskusi, serta langkah-langkah apa saja yang diambil dalam menangani masalah.

Kenali Investasi Lebih Dekat

Apa itu Investasi?

Rabu, 24 Juni 2015


Mengapa Perlu Investasi?

Rabu, 24 Juni 2015


Jenis-Jenis Investasi

Rabu, 24 Juni 2015

Reksa Dana: Investasi Mudah, Risiko Rendah

Apa itu Reksa Dana?

Rabu, 24 Juni 2015


Mengapa Reksa Dana?

Rabu, 24 Juni 2015


Jenis-Jenis Reksa Dana

Rabu, 24 Juni 2015


Risiko Reksa Dana

Rabu, 24 Juni 2015


Reksa Dana Paling Tepat untuk Anda

Rabu, 24 Juni 2015

Sebelum Investasi Reksa Dana

Setelah Membeli Reksa Dana

Membeli Reksa Dana

Rabu, 24 Juni 2015


Menjual Reksa Dana

Rabu, 24 Juni 2015


Memantau Reksa Dana

Rabu, 24 Juni 2015