Berita

3 Strategi Sederhana Untuk Berinvestasi Reksa Dana

Artikel Tanggal: Senin, 13 Maret 2017



Mencapai keberhasilan dalam berinvestasi reksa dana tentu tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Setiap langkah dan keputusan yang terkait dengan investasi reksa dana harus tepat agar meminimalisir kesalahan dan kerugian. Demi mencapai tujuan akhir investasi reksa dana seperti meraup keuntungan atau memperkaya diri, tentu kamu butuh strategi yang jitu. Namun, terbatasnya wawasan dan pengetahuan kerap membuat orang bingung dalam menentukan strategi investasi reksa dana.

(Baca juga: Idealnya Investasi Berapa dan Dimana? Berikut Simulasinya!)

Benarkah menyusun strategi investasi reksa dana itu sulit? Silahkan menentukan jawabannya setelah melihat 3 strategi 'simple' untuk investasi reksa dana berikut. Ya, seperti predikat 'simple' atau sederhana yang diberikan, seharusnya strategi-strategi investasi reksa dana ini tidak sulit dan mudah untuk dijalani. Strategi-strategi ini sepertinya bisa untuk Kamu ikuti tanpa harus memahami seluk beluk investasi reksa dana. Tentukan sikapmu sendiri, benarkah meyusun strategi investasi reksa dana ini sulit?

  1. Investasi Berkala

Strategi investasi reksa dana pertama adalah dengan berinvestasi secara berkala. Artinya, Kamu akan berinvestasi pada jadwal yang sudah ditentukan setiap bulannya, dengan jumlah nominal yang sudah kamu tentukan juga. Strategi investasi reksa dana ini dipercaya dapat membuat Kamu akan cepat mendapat keuntungan dan efektif untuk investasi jangka panjang. Kenapa?

Pertama, strategi investasi reksa dana ini memaksa Kamu untuk rutin berinvestasi setiap bulan secara teratur. Kamu akan membeli reksa dana ketika harga sedang turun. Jika setiap bulan Kamu berinvestasi sebesar Rp 1 juta, maka ketika harga turun unit reksa dana yang Kamu beli akan semakin banyak. Sebaliknya, ketika harga sedang naik pun Kamu juga akan tetap membeli reksa dana. Meskipun dengan dana Rp 1 juta, unit reksa dana yang didapat akan lebih sedikit. 

(Baca juga: Tips Menggunakan Reksadana Sebagai Sarana Investasi)

Tentu hal ini secara psikologis bagus, karena Kamu akan terlepas dari bayang-bayang suram yang kerap menaungi investor ketika harga turun (yang juga dimanfaatkan beberapa investor lainnya untuk membeli). Hal yang Kamu lakukan adalah berinvestasi rutin setiap bulan tanpa memikirkan apakah harga pasar modal sedang naik atau turun.

Investasi reksa dana berkala juga mencegah Kamu untuk tidak berinvestasi sekaligus dalam jumlah besar. Artinya, Kamu juga terhindar dari kondisi ketika harga sedang jatuh dan investasi yang telah Kamu lakukan besar yang menyebabkan Kamu menderita kerugian luar biasa. Mungkin yang Kamu lakukan ketika rugi adalah menjual seluruh aset, lalu kemudian merasa kapok dalam berinvestasi. 

  1. Investasi di Reksa Dana Indeks

Hal kedua yang bisa kamu perhatikan dalam menyusun strategi investasi reksa dana adalah dengan berinvestasi di reksa dana indeks. Sebelum kami jelaskan kenapa, apakah Kamu sudah tahu apa itu reksa dana indeks? Belum paham? Berikut penjelasan singkatnya:

Reksa dana indeks adalah reksa dana yang komposisi porfolionya dibuat menyerupai suatu indeks acuan (seperti LQ45, Kompas 100, dll). Indeks acuan yang diikuti bisa berupa indeks obligasu atau indeks saham. 

Lalu, kenapa berinvestasi di reksa dana indeks termasuk strategi berinvestasi reksa dana yang mungkin bisa Kamu terapkan? Berinvestasi reksa dana indeks termasuk investasi reksa dana yang murah, karena memang tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk membayar analis saham untuk menentukan komposisi reksa dana. Seluruh komposisi tinggal ditentukan mengikuti indeks yang menjadi acuan. 

(Baca juga: AXA Asset Management Indonesia: 5 Cara Mencegah Menurunnya Keuangan Anda)

Investasi di reksa dana indeks juga lebih murah karena transaksi yang dilakukan tidak akan terlalu sering. Jual beli saham kelolaan oleh Manajer Investasi hanya dilakukan jika terjadi sesuatu pada harga indeks acuan. Jika harga indeks acuan stabil, tidak perlu ada aksi jual beli yang berarti tidak adanya biaya transaksi yang dikeluarkan. 

Jika Kamu tidak mau repot untuk selalu memperhatikan bagaimana Manajer Investasi bekerja, berinvestasilah di reksa dana indeks. Bisa jadi harga reksa dana indeks justru melebih indeks yang menjadi acuannya. 

Produk reksa dana indeks mudah kamu temukan, karena biasanya pada nama produknya juga disertakan nama indeks acuan. Seperti RHB LQ45 Tracker atau Batavia LQ45 Plus. Artinya dua produk reksa dana ini menjadikan indeks LQ45 sebagai acuan komposisi dana pengelolaannya. 

  1. Investasi di Reksa Dana Campuran

Strategi sederhana dalam berinvestasi reksa dana adalah dengan investasi di reksa dana campuran. Jenis reksa dana ini adalah reksa dana yang mana dalam komposisi dana pengelolaannya berisikan instrumen campuran mulai dari saham, obligasi hingga pasar uang. Jenis reksa dana ini cocok bagi Kamu yang punya berbagai tujuan dan ingin berinvestasi di berbagai jenis hanya pada satu produk reksa dana.

Jika Kamu cenderung lebih membutuhkan hasil investasi jangka pendek, pilih reksa dana campuran dengan komposisi terbesar ada pada pasar uang. Tetapi dengan adanya komposisi investasi saham di dalamnya, Kamu juga tetap bisa mendapat manfaat jangka panjang dari investasi di produk reksa dana campuran.

Sebaliknya jika Kamu akan berinvestasi untuk jangka panjang, pilih investasi reksa dana campuran yang mayoritas komposisinya ada pada reksa dana saham. Tetapi dengan adanya komposisi pasar uang di dalamnya, tujuan jangka pendek Kamu juga bisa tercapai di dalamnya. 

(Baca juga: Pernahkah Kamu Bayangkan Dunia Tanpa Adanya Uang?)

Kombinasi yang dihasilkan oleh reksa dana campuran (balanced) inilah yang membuat return yang dihasilkan cenderung berada di angka rata-rata atau moderat. Artinya, angkanya berada di tengah-tengah. Tidak kecil dan tidak besar. Namun komposisi dana pengelolaannya di dalamnya tetap akan mempengaruhi risiko yang mungkin terjadi.

Bagi Kamu yang termasuk investor konservatif, pilih reksa dana campuran yang komposisinya besar di pasar uang. Jika kamu agresif, pilih reksa dana yang mayoritas ada pada investasi saham. Jika kamu berada di tengah-tengah, pilih reksa dana yang dananya besar di bagian obligasi. 



X

X