Artikel

Inilah Sejarah Panjang Reksa Dana di Indonesia dan Dunia

Artikel Tanggal: Rabu, 22 Maret 2017



Investasi reksa dana kini telah menjadi pilihan terdepan bagi masyarakat Indonesia yang berinvestasi. Faktor-faktor seperti harga yang terjangkau, keamanan dan kepraktisan menjadi hal yang paling disukai. Tapi, tahukah Kamu bagaimana sejarah panjang investasi reksa dana di Indonesia?

Dikutip dari berbagai sumber, Kami akan menjelaskan bagaimana sejarah panjang reksa dana hingga kini menjadi pilihan investasi utama bagi masyarakat Indonesia.

Reksa dana pertama di dunia bernama Eendragt Maakt Magt yang berarti Persatuan Menciptakan Kekuatan yang muncul pada tahun 1744. Reksa dana ini diusulkan oleh seorang pedagang Belanda bernama Adriaan van Ketwich. Sejak saat itu, langkah Adriaan diikuti di beberapa negara seperti di Swiss (1849) dan Skotlandia (1880). Reksa dana zaman itu bersifat closed-end alias hanya bisa menjualnya ke investor lain, tidak ke pengelola seperti saat ini.

Pada 1862 di Inggris dan 1867 di Perancis, reksa dana berevolusi menjadi Joint Stock Companies Act. Bentuk reksa dana ini membuat investor bisa mendapat keuntungan dari perusahaan pengelola investasi. 

Singkat cerita, awal mula munculnya reksa dana modern adalah tahun 1907 di Philadelphia dengan nama Alexander Fund. Berbeda dengan reksa dana kuno, jenis ini memungkinkan investor menjualnya kepada pengelola investasi yang menerbitkan produk dan dapat dijual berkala setiap 6 bulan sekali. 

Pada 21 Maret 1924, di Boston, Massachusetts Investors Trust dibentuk. Mulai saat itu, performa reksa dana ini sangat bagus setelah satu tahun muncul dan membuatnya bertahan hingga sekarang dengan nama MFS Investment Management. Hingga sekarang reksadana ini terus merangkak hingga menjadi industri yang mendunia, hingga ke Indonesia.

Perjalanan reksa dana di Indonesai berawal dari dibentuknya PT Danareksa yang didirikan pemerintah pada 1976. Reksa dana pertama dari Danareksa dinamakan Sertifikat Danareksa. Akan tetapi, baru pada 1995 dibuat UU No.8 tahun 1995 tentang peraturan reksa dana. Dibarengi dengan terbitnya reksa dana tertutup oleh PT BDNI Reksa Dana yang menawarkan 600 juta saham. Perusahaan tersebut dapat mengumpulkan dana sebesar 300 miliar rupiah saat itu.

Berawal dari sejarah panjang itulah, kini perusahaan manajer investasi sebagai pengelola reksa dana banyak bermunculan di Indonesia. Terdapat puluhan perusahaan pengelola aset investasi yang tersebar di Indonesia saat ini. Dana kelolaan yang dihimpun dari masyarakat telah bernilai triliunan. 

Investasi reksa dana masih menjadi primadona karena beragamnya pilihan produk investasi yang ditawarkan. Mulai dari produk dengan risiko investasi rendah seperti reksa dana pasar uang hingga yang berisiko tinggi yakni reksa dana saham ada. Keragaman ini yang membuat para masyarakat dapat memilih reksa dana mana yang paling cocok bagi profil risikonya.

Semoga dengan ini Kamu bisa tahu lebih banyak ya tentang reksa dana. Udah tahu kan, lalu kapan mau mulai berinvestasi?


Sumber: Kompasiana.com, Poems.co.id