Artikel

3 Tipe Orang yang Suka Bilang

Artikel Tanggal: Kamis, 30 Maret 2017



Investasi bagi banyak orang masih menjadi momok yang menakutkan. Tidak lain tidak bukan adalah karena risiko yang membayangi siapapun yang berinvestasi. Risiko harga pasaran jatuh, yang membuat nilai investasi juga turun jatuh menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan. Akhirnya, banyak orang yang sebenarnya memiliki modal yang cukup untuk investasi, tapi malah memilih untuk menyimpannya saja. 

Padahal, bisa dibilang investasi, khususnya pasar modal, bukanlah hal yang sebegitu menakutkan. Ada hal-hal positif yang bisa diambil dari berinvestasi, terutama dari adanya kemungkinan nilai investasi kita bertambah dan mendatangkan keuntungan bagi sang investor. 

Tapi, ya pasti ada saja orang yang bilang investasi pasar modal seperti saham dan reksa dana itu bisa membuat rugi. Mereka yang mengatakan seperti itu mungkin tidak mau melihat mereka yang sudah berhasil dalam bidang investasi, atau mungkin merasa dirinya tidak mampu atau kurang handal dalam berinvestasi. 

Tapi, bicara investasi reksa dana, harusnya orang-orang bisa lebih berani ya karena memang cenderung lebih aman dari pada investasi yang lain. Tapi kenapa masih ada yang takut rugi atau tidak mau investasi reksa dana ya? Kalau dijabarkan, bisa jadi ada 3 tipe orang yang kerap mengatakan bahwa investasi reksa dana itu bisa merugikan. Tipe yang seperti apa saja sih?

  1. Si Tukang Ikut-ikutan

Kalau ini adalah tipe mereka yang berinvestasi karena melihat rekannya berhasil dalam berinvestasi reksa dana. Lalu, tipe-tipe ini biasanya akan tergiur dan mau ikutan berinvestasi. Nah, salahnya tipe ini adalah mereka tidak mau belajar. Disaat mereka memilih dimana harus menginvestasikan uangnya, yang dipake cuma feeling aja tapi tidak mau belajar cara menganalisa data prospektus yang ada.

Saat tipe ini investasi reksa dana, pasti tipe ini akan merasa gak sabaran karena uangnya lama banget berkembangnya. Sebulan cuma kurang dari 1%. Terus disaat ada kebutuhan, langsung di-redeem deh reksa dana-nya. Habis itu uangnya dipakai habis sama dia dan berujung gagal berinvestasi. Capek deh...

  1. Si Dia yang Kurang Paham

Nah, kalau tipe ini juga tidak mengerti sama sekali tentang yang namanya investasi reksa dana. Masih mending si tukang ikut-ikutan, dia masih mau mencoba (sebenarnya tidak mendingan juga sih...) untuk berinvestasi. Tapi kalau tipe yang ini? Udah tidak mau mencoba, terus langsung ketakutan lagi saat liat temannya rugi. Bisa jadi temannya itu rugi di investasi yang lebih berisiko macam saham atau emas. Lalu dia karena kurang paham, langsung nge-judge  kalau investasi reksa dana itu sama aja kayak saham dan emas. Padahal, reksa dana kan risikonya lebih bisa ditoleransi.

Jeleknya lagi, si tipe ini mungkin juga mempengaruhi banyak orang untuk tidak berinvestasi. Jadi yang lain malah ikut-ikutan takut untuk mulai berinvestasi. Wah, gawat!

  1. Si Tidak Sabaran

Kalau tipe ini sih lebih ke orang-orang yang tidak sabaran saat menginvestasikan uangnya ke reksa dana. Meskipun return investasi reksa dana lumayan menjanjikan, tapi memang pertumbuhannya tidak secepat saham atau properti. Investasi reksa dana itu pertumbuhannya lambat dan mungkin baru dirasakan dalam waktu setahun. Kalau Kamu gak sabaran dan mau untung cepat, kayanya investasi reksa dana bukan solusi yang tepat untuk Kamu deh. Kalau mau untung cepat, lebih baik trading saham harian saja.