Artikel

Reksa Dana Fixed Income: Menjajal Reksa Dana Obligasi Pemerintah

Artikel Tanggal: Jumat, 31 Maret 2017



Jika Kamu sudah berinvestasi reksa dana, pasti udah gak asing lagi dengan istilah fixed income. Apa lagi Kamu yang termasuk profil risiko moderat, tipe reksa dana ini memang relatif kecil risikonya. Bisa dikatakan sedang lah. Tapi pernah gak sih Kamu bertanya kenapa reksa dana ini dinamakan pendapatan tetap atau fixed income?

Penamaan fixed income tidak lain adalah karena instrumen investasi yang terkandung di dalam reksa dana ini. Mayoritas komposisi investasi reksa dana fixed income adalah surat obligasi. Lalu, apa hubungannya obligasi dengan pendapatan tetap?


Salah satunya jenis reksa dana fixed income adalah obligasi pemerintah atau government bonds. Obligasi pemerintah adalah surat yang diterbitkan dengan tujuan membiayai anggaran negara, diversifikasi sumber pembiayaan, mengelola portfolio utang negara dan memperbanyak investor. Surat obligasi adalah cara dari pemerintah untuk meminjam dana ke masyarakatnya. Surat obligasi pemerintah adalah salah satu cara yang bisa dilakukan warga negara untuk ikut berkontribusi terhadap keuangan negara. 

Surat berharga pemerintah ini ternyata punya beberapa jenis, diantaranya adalah SUN (Surat Utang Negara), ORI (Obligasi Ritel Indonesia- Konvensional)/Sukri (Sukuk Ritel Indonesia- Syariah), Saving Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan. Empat jenis ini tentu punya karakteristik yang berbeda.

Lalu, dari mana istilah fixed income berasal? Obligasi termasuk investasi karena si pembeli obligasi pemerintah akan mendapat kupon atau bagi hasil dalam jangka waktu yang relatif tetap. Bisa per bulan, atau per 1 tahun tergantung dari jenisnya. Artinya, ada bunga atau return yang tetap atau fixed kita dapatkan meskipun jumlahnya bisa berubah-berubah. Inilah mengapa disebut sebagai fixed income.

Selain SUN, obligasi pemerintah lainnya bisa dibeli oleh masyarakat biasa loh. Artinya, Kamu berkesempatan untuk ikut berpartisipasi. Obligasi juga merupakan produk yang bisa Kamu temukan di pasar modal loh.

Nah, bagaimana ya pembagian return atau kupon bunga dari setiap jenis obligasi pemerintah yang bersifat ritel?

  1. ORI/Sukri: Kupon bunga atau return dapat diterima pada setiap bulan di tanggal yang sudah ditetapkan. Minimum pembelian RP 5 juta, maksimal Rp 5 miliar. Jangka waktu investasi adalah 3 tahun dan dana bisa ditarik sebelum jangka waktu berakhir. Return tetap hingga jatuh tempo
  2. Saving Bonds Ritel (SBR): Kupon bunga atau return bersifat tidak tetap. Minimum dan maksimum pembelian sama denagn ORI/Sukri. Jangka waktu investasi adalah 2 tahun dan tidak bisa diperjualbelikan. Dana bisa dicairkan, tapi cuma 50%.
  3. Sukuk Tabungan: Kupon bunga atau return tetap hingga jatuh tempo. Jangka waktu berinvestasi adalah 2 tahun. Minimum pembelian adalah Rp 2 juta dan maksimum Rp 5 miliar. Tidak bisa diperjualbelikan. Bisa dicairkan, tapi minimum harus punya kepemilikan Rp 4 juta.