Artikel

Investor dan Trader, Apa Sih Bedanya?

Artikel Tanggal: Senin, 17 April 2017



"Jangan samakan Trader dan Investor, itu dua hal yang berbeda!"

Seringkali kami mendengar kalimat tersebut keluar dari masyarakat lewat sosial media. Biasanya respon tersebut diberi ketika ada konten sosial media yang menyebut kata investor padahal kontennya lebih tepat untuk trader, berlaku juga sebaliknya. Para trader cenderung akan merasa keberatan jika disebut sebagai investor, karena memang para trader ini katanya sih tidak berinvestasi. Mereka merasa lebih sebagai pedagang. Begitu juga investor, ya mereka merasa tidak sedang berdagang tetapi mereka sedang berinvestasi. 

Kadangkala, ketika dilakukan edukasi analisa teknikal, banyak yang bilang bahwa edukasi ini cocoknya untuk trader. Kalau analisa fundamental,   baru untuk investor. Mengapa demikian? Analisa teknikal memang sering digunakan untuk melihat pergerakan saham dalam jangka pendek, cocok bagi para trader yang kerap menjadi swing trader. Kalau analisa fundamental lebih kepada melihat aspek-aspek fundamental dari sebuah saham, untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut setidaknya aman untuk diinvestasikan jangka panjang.

Ini menjadikan dilema, memang apa sih bedanya?

Istilah trader lebih disematkan kepada mereka yang berinvestasi dalam jangka pendek seperti harian atau maksimal bulanan. Trader mengambil untung dalam waktu yang lebih singkat. Seperti berdagang saja, trader akan aktif menjualbelikan barang yang ia miliki. Maka dari itu mereka disebut trader (Bahasa Indonesia: Pedagang)

Kalau investor? Banyak yang menyebut kalangan ini adalah mereka yang cenderung berinvestasi jangka panjang dalam suatu perusahaan. Maka dari itu memang disebut orang yang berinvestasi (investasi). Karena, memang investasi lebih cocok diproyeksikan untuk jangka panjang. 

Tapi, apakah berarti trader bukanlah investor? Atau investor bukanlah seorang trader? 

Bagaimanakah menurut Anda?