Berita

Investasi Syariah Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Artikel Tanggal: Kamis, 07 Juni 2018

 


Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling suci diantara bulan-bulan lain dalam satu tahun dan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dimana seluruh umat Muslim berlomba-lomba untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala untuk bekal di akhirat kelak. Tentu saja dalam satu bulan setelah mengumpulkan pundi-pundi pahala dalam berbagai amal kebaikan, umat Muslim akan merayakan hari kemenangan yang biasa dikenal masyarakat sebagai Hari Raya Idul Fitri. Hari raya Idul Fitri identik dengan lahirnya diri umat Muslim sebagai pribadi yang baru dan suci (kembali ke fitrah). Namun tak jarang, hari raya Idul Fitri di Indonesia diasosiasikan dengan membeli barang-barang baru seperti baju atau sepatu baru. Walau hal ini tidak diwajibkan dalam Islam, namun berbelanja kebutuhan untuk menyambut Idul Fitri sudah menjadi fenomena yang tidak dapat dielakkan.

Lantas mengapa saat bulan Ramadhan pun kita masih bisa berinvestasi? Karena saat bulan Ramadhan seharusnya kita mendapatkan kesempatan untuk bisa menghemat biaya konsumsi saat pagi setelah sahur dan siang hari. Dana konsumsi pagi setelah sahur dan siang hari dapat dialokasikan ke prioritas lain yaitu investasi berbasis syariah khususnya reksa dana syariah. Belum lagi, saat hari raya Idul Fitri tiba biasanya para pekerja mendapatkan tunjangan hari raya dari perusahaan ataupun tempat ia bekerja. Di Indonesia, hari raya memang diasosiasikan hari kemenangan karena tidak memandang status sosial dan apapun pekerjaannya. Pokoknya, semua orang mendapat keuntungan. Nah, biasanya tunjangan yang didapatkan akan digunakan untuk membeli kebutuhan sandang yang baru dan pangan untuk jamuan tamu ataupun sanak saudara yang datang bersilaturahim ke rumah. Hal ini menunjukkan perilaku konsumtif masyarakat yang kurang bijak, karena dana tunjangan biasanya dihabiskan beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri. Untuk itu, daripada dana tunjangan hari raya dipakai langsung sekali habis, lebih baik kita berinvestasi dari beberapa bulan sebelum hari raya, bisa setahun sebelum maupun 6 bulan sebelum hari raya. Gimana sih caranya? Yuk simak pembahasannya berikut ini!