Berita

Dana darurat penyelamat saat terjerat

Artikel Tanggal: Kamis, 15 November 2018



Banyak hal tak terduga yang mungkin terjadi dalam menjalani hidup ini. Contohnya saat mengalami sakit atau kecelakaan, Anda memerlukan biaya yang cukup besar untuk pengobatan, memperbaiki kendaraan atau biaya tak terduga lainnya. Ketika menghadapi kejadian seperti itu belum tentu kondisi keuangan Anda siap padahal kejadian tersebut harus segera ditangani dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

 

Oleh karena itu Anda harus memiliki dana darurat. Dana darurat adalah sejumlah uang yang dicadangkan dan dialokasikan terpisah untuk kebutuhan yang sifatnya darurat. Tidak ada salahnya mempersiapkan dana darurat supaya hidup lebih tenang. Dalam menghadapi kehidupan, seringkali faktor finansial menjadi hal yang mampu menjadikan hidup terasa sulit atau justru terasa mudah.

 

Setiap orang akan memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengelola keuangannya, termasuk Anda. Dana darurat menjadi salah satu pos yang wajib dicadangkan dalam keuangan, sebab dana ini sangat penting dan akan menjadi sumber dana di saat-saat dalam keadaan yang terdesak.

 

Jika Anda masih bingung untuk mengalokasikannya, berikut tips nya:

 

1. Sisihkan di awal bulan

Hambatan terbesar memiliki dana darurat adalah penundaan. Seringkali, Anda menunggu akhir bulan untuk mengalokasikan dana darurat. Pada akhirnya tidak banyak dana yang tersisa dari pemasukan Anda. Jadi begitu Anda mendapatkan pemasukan pada awal bulan, langsung simpan sebagiannya sebagai dana darurat.

 

2. Buat Pengaturan Otomatis

Anda dapat meminta pihak bank untuk menjalankan layanan auto debit otomatis sehingga sejumlah uang akan didebit secara otomatis dari rekening Anda ke rekening tabungan dana darurat setiap bulannya.

 

3. Minimalisasi Anggaran

Ingatlah bahwa hidup tidak hanya untuk hari ini saja, karena ada banyak keperluan yang akan Anda keluarkan nantinya. Sebelum kebutuhan Anda semakin banyak, ada baiknya Anda mulai memanfaatkan saat ini untuk menyiapkan masa depan. Salah satunya adalah dengan meminimalisasi anggaran. Jika setiap weekend Anda menghabiskan waktu di luar seperti nongkrong di cafe atau makan di restoran, Anda bisa menguranginya dengan menghabiskan waktu akhir pekan Anda di rumah dan melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat seperti bersih-bersih rumah atau memasak.

 

4. Alokasi dana darurat

Dana darurat tidak harus Anda simpan dalam bentuk tabungan saja. Akan lebih baik jika Anda menyimpannya dalam berbagai bentuk dan berlapis-lapis. Ada banyak alternatif dana darurat yang bisa Anda pilih, seperti tabungan dan produk investasi. Tapi ingatlah untuk menyimpan beberapa persen dalam bentuk yang likuid agar ketika dibutuhkan, Anda tidak kesulitan mencairkannya. Anda bisa menyimpan sekitar 30 persen dana darurat dalam bentuk produk investasi yang aman dengan tingkat risiko yang rendah. Contohnya reksa dana pasar uang.

 

Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang menempatkan seluruh dana investasi pada instrumen pasar uang yang bersifat utang dan memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun seperti deposito, obligasi, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana dengan risiko yang sangat rendah. Ada berbagai macam produk reksa dana yang ditawarkan salah satunya oleh Phillip Asset Management yaitu Phillip Money Market Fund yang dalam tiga tahun terakhir return mencapai 17.2%*. (Berdasarkan data return tiga tahun terakhir per tanggal 15 November 2018).

 

Jadi tunggu apalagi mulailah sedini mungkin untuk menyiapkan dana darurat. Pada dasarnya, semakin dini Anda menyiapkan dana darurat, maka akan semakin baik hal tersebut untuk masa depan Anda. Selain itu, menyiapkan dana darurat saat ini juga akan membantu Anda memiliki kebiasaan finansial yang rapi dan terjaga.

 


Penulis : Nita Novita

Sumber gambar : www.pixabay.com

X

X