Berita

Apa sih Korelasi Global Warming dan Ekonomi?

Artikel Tanggal: Jumat, 29 Maret 2019


Air Life Quality Index merupakan riset mengenai kualitas udara di dunia saat ini yang dilakukan oleh University of Chicago. Berdasarkan data tersebut, tahun 2018, yang dilansir dari Forbes, penyebab berkurangnya usia seseorang selama 2 tahun saat ini disebabkan oleh polusi partikel udara. Efek dari polusi partikel udara dalam mempercepat kematian manusia lebih tinggi dari indikator lainnya seperti merokok, penyalahgunaan alkohol dan narkoba, kebersihan air dan sanitasi, kecelakaan kendaraan, HIV/AIDS, TBC, malaria, serta konflik perang dan terorisme.

Realita mengenai salah satu efek penyebab global warming, berupa polusi partikel udara ini merupakan hal serius yang juga berdampak pada perekonomian. Hal tersebut didukung oleh riset yang dilakukan oleh White House dan Amir Jina dari Science Magazine Study - University of Chicago. Kerusakan yang disebabkan oleh naiknya suhu udara sebesar 10% berpengaruh terhadap turunnya 1%-4% GDP. Hal tersebut dikarenakan perubahan iklim akan mempengaruhi kesehatan, produktivitas kerja, energi, tingkat kejahatan dan properti di pesisir. Selain itu, dampak terburuk dari perubahan iklim adalah hilangnya ekosistem tertentu, berubahnya ketersediaan air bersih, kebakaran hutan hingga migrasi.

Ilmuan juga memprediksi bahwa jika tidak dilakukan pencegahan apapun untuk mereduksi gas dari efek rumah kaca, tempratur yang terus beranjak naik akan membuat pendapatan dunia menurun hingga 23% pada tahun 2100. Selain itu, penelitian dari Anant Sudarshan, Harris School of Public Policy - University Chicago menyatakan dengan suhu udara yang tinggi, membuat pekerja menjadi kurang produktif dan berarti membuat turunnya produktivitas bisnis hingga ekonomi.

Earth Hour untuk Menghemat Energi

Penelitian-penelitian lainnya terhadap global warming serta dampaknya terhadap bisnis dan ekonomi selain yang dilakukan oleh University of Chicago juga telah banyak yang menyatakan bahwa perlu ada suatu tindakan yang dilakukan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan yang telah terjadi saat ini. Hal ini sudah disadari oleh WWF (World Wide Fund for Nature) sejak tahun 2007. Diawali dengan WWF Australia yang bekerja sama dengan Leo Burnett, Fairfax Media dan pemerintah Sidney. WWF Sidney, mengajak masyarakat melakukan aksi mematikan segala peralatan elektronik hanya selama satu jam, mulai dari pukul 08.00-09.00 malam. Selanjutnya, WWF San Francisco pun melakukan aksi serupa. Akhirnya aksi mematikan perangkat elektronik ini dikenal sebagai 'Earth Hour' yang dilaksanakan serentak di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, Earth Hour mulai dilakukan sejak tahun 2009 di Jakarta. Kemudian, tahun 2010, Yogyakarta dan Bandung mulai meramaikan aksi ini bersama dengan Jakarta. Pada tahun 2018 terakhir, tercatat sudah 48 kota di Indonesia yang mengikuti aksi memadamkan peralatan elektronik ini. Dilansir dari CNN Indonesia, pada tahun 2017, Earth Hour Jakarta berhasil menghemat 157 megawatt listrik dan mengurangi 112,69 ton karbon di udara.

Alam merupakan investasi yang sangat bernilai yang harus kita jaga bersama-sama. Harus kita selalu ingat bahwa proses ekonomi dunia saat ini masih bergantung terhadap alam sebagai sumber daya utama ataupun sebagai lingkungan pendukung terciptanya suatu bisnis. Oleh sebab itu, kamu bisa ikut andil peduli lingkungan alam dengan mengikuti Earth Hour ataupun secara pasif dengan berinvestasi pada instrumen reksa dana dari pemerintah maupun perusahaan yang peduli dengan lingkungan alam sekitar melalui program-program corporate social responsibility.


Penulis: Syahzanan Haunan Fatharani

Sumber Gambar: freepik.com 

X

X