Berita

Mengenal Berdirinya Bank Dunia

Artikel Tanggal: Senin, 01 April 2019


Banque Mondiale merupakan nama asli dari World Bank atau Bank Dunia yang kita kenal saat ini. Berawal dari penggabungan The International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) dan The International Development Association (IDA) menjadi The World Bank Group pada tahun 1944. Tujuan utama dari adanya Bank Dunia merupakan untuk mengadakan peminjaman berjangka kepada negara dengan pendapatan yang rendah yang tidak dapat mendapat pinjaman secara komersil. Negara pertama yang meminjam kepada Bank Dunia merupakan Perancis. Kala itu, Perancis meminjam dana sejumlah 250 juta Dollar Amerika untuk memperbaiki negaranya pasca perang dunia.

Tahun 1947, Bank Dunia mulai meminjamkan dana untuk negara-negara berkembang di luar Eropa. Hingga tahun 1968, Bank Dunia sudah meminjamkan dana untuk membangun berbagai infrastruktur bagi negara-negara di dunia. Kemudian, sejak 1974 hingga 1980, Bank Dunia fokus membantu memenuhi kebutuhan utama bagi penduduk di negara-negara berkembang.

Memasuki tahun 1989, Bank Dunia bekerja sama dengan berbagai organisasi non-profit untuk mengurangi kerusakan alam berdasarkan dengan Montreal Protocols. Selain itu, hingga tahun 2000, Bank Dunia juga bekerja sama dengan organisasi kesehatan untuk vaksin malaria, pencegahan HIV/AIDS dan TBC.

Bank Dunia memiliki 8 program kerja, yang dilaksanakan saat ini dan untuk masa depan, yaitu dalam bidang pengembangan pendidikan, lingkungan dan kesehatan, seperti mengurangi kemiskinan dan kelaparan, membantu pendidikan formal secara universal, mendukung terciptanya kesetaraan gender, mengurangi angka kematian anak, membantu kesehatan kehamilan dan kelahiran, membantu mengurangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya, memastikan ketahanan alam dan lingkungan, serta mengembangkan kerja sama global.

Pada Mei 2010, Indonesia mencatatkan sejarah dengan bergabungnya Sri Mulyani sebagai salah satu Direktur Pelaksana Bank Dunia dari 2010-2016. Sementara itu, untuk tahun 2019 ini, Kementrian Keuangan Republik Indonesia, menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%. Demi mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, Indonesia membutuhkan investasi sebesar 5600 triliun rupiah. Sejumlah 80% dari dana investasi tersebut berasal dari sektor swasta, pemerintah 8% dan BUMN 11%. Kebutuhan investasi tersebut dapat terpenuhi melalui kredit perbankan, saham, obligasi dan dana internal masyarakat. Dana internal masyarakat diharapkan dapat menyumbang sebesar 66-72%. Kemudian, saham dan obligasi diharapkan menyumbang 12,9%-14,2%.

Oleh sebab itu, dengan berinvestasi, kamu dapat membantu pemerintah dalam memenuhi target pertumbuhan ekonomi saat ini loh. Investasi? Ya reksa dana aja! Let's Having Funds!


Penulis: Syahzanan Haunan Fatharani

Sumber Gambar: freepik.com

X

X