Berita

Kenali Modus Operandi Penipuan Bisnis Online Berkedok Investasi

Artikel Tanggal: Senin, 08 April 2019


Masih ingatkah kamu dengan kasus penipuan DKyang melibatkan puluhan orang dan meraup miliaran uang yang sempat geger tahun lalu? Ia dilaporkan oleh orang-orang yang telah merasa dirugikan karena mereka yang awalnya berharap bisa memperoleh uang yang berlipat ganda dari yang mereka setorkan kepada DK, justru tak kunjung mendapatkan hal tersebut. Modus yang dilakukan DK masih tergolong penipuan uang secara tradisional, ia diyakini memiliki kekuatan gaib yang bisa membuat uang berlipat ganda.

Sebenarnya, skema kejahatan seperti yang dilakukan oleh DK dengan mengumpulkan uang dalam jumlah besar dari beberapa orang, kemudian membawa kabur uang tersebut juga masih banyak terjadi. Hanya saja, sekarang modus operandi seperti itu semakin mudah dilakukan dengan teknologi digital.


[Baca Juga: Omong Kosong Investasi Bodong]


Kini, penipuan yang mengharuskan korbannya mengumpulkan uang dalam jumlah besar, banyak yang mengatasnamakan sebagai perusahaan investasi ataupun dalam bentuk bisnis online. Selain yang telah disebutkan, biasanya modus yang digunakan oleh penipu bisnis online yang mengatasnamakan investasi, yaitu:

Skema Ponzi

Skema yang muncul pertama kali pada 1920 yang dicetuskan oleh Charles Ponzi ini mempunyai sistem berbentuk piramid dimana keuntungan yang diperoleh investor yang berada di atas dari investor lainnya yang di bawah, justru berasal dari investor yang berada paling bawah tersebut. Praktik Ponzi biasanya menawarkan return yang besar dan tidak masuk akal bagi investor baru dalam jangka waktu pendek.

Emas Palsu

Calon investor biasanya diwajibkan untuk 'membeli' emas batangan dengan harga yang sedikit lebih mahal dari harga pada umumnya. Biasanya penipuan dengan modus ini menjanjikan bahwa emas yang telah dibeli oleh investor sebelumnya akan dibeli kembali oleh investor baru dengan harga yang lebih tinggi. Tetapi, nyatanya, justru banyak korban penipuan jenis ini yang uangnya dibawa kabur oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Menggandakan Rupiah / Dollar

Ini merupakan salah satu jenis penipuan yang sering sekali terjadi. Salah satu contohnya, sudah disebutkan yaitu Dimas Kanjeng. Selain itu, dalam penipuan menggandakan uang dollar dalam bentuk bisnis online, ada juga yang mewajibkan korbannya untuk mengisi top-up dalam aplikasi yang dapat ditukar dengan nilai tukar dollar saat ini. Oleh sebab itu, ada baiknya kamu tidak mudah tergiur dengan yang menawarkan investasi model seperti ini.

Pencairan Harta Karun Milyuner

Biasanya penipuan jenis ini mengandung unsur mitos bahwa terdapat harta karun milik bangsawan atau milyuner tertentu di suatu tempat. Kemudian korbannya diminta untuk mengumpulkan uang untuk mencari harta karun tersebut.

Duplikasi Akun Website / Media Sosial

Ini memang bukan secara langsung menipu mengatasnamakan perusahaan investasi dan mengumpulkan uang dari korban, tetapi pelaku menduplikat website dan sosial media perusahaan investasi yang sudah ternama semirip mungkin. Sangat penting bagi perusahaan investasi yang sudah terdaftar di OJK untuk membuat website yang tidak mudah diretas dan diduplikasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Begitu banyak modus yang mengatasnamakan investasi dalam penipuan bisnis online, tetapi kamu tidak perlu khawatir dengan perusahaan manajemen investasi yang menangani reksa dana. Saat ini, seluruh perusahaan investasi, baik itu dalam bentuk manajemen investasi ataupun fintech, tetap harus mempunyai izin dari OJK. Apalagi untuk investasi reksa dana syariah, diawasi oleh OJK dan DSN MUI. Tentunya, keamanannya lebih terjaga. Investasi? Ya reksa dana aja! Let's Having Funds!

Penulis: Syahzanan Haunan Fatharani
Sumber Gambar:http://www.jcsolicitors.com
X

X