Berita

Bunga Terbaik Dihasilkan Investasi Pengetahuan

Artikel Tanggal: Kamis, 02 Mei 2019



Tulisan ini merupakan antitesis dari pendapat klasik: investasi merupakan taruhan yang untung-untungan. Sambil mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional, mari kita pahami bahwa pendidikan tidak luput dari segala aspek kehidupan termasuk investasi.

 

Seperti kata Benjamin Franklin, "An investment in knowledge pays the best interest." Investasi dilandasi dengan studi dan statistik dalam mencari peluang, bukan kocokan dadu. Semakin banyak Sobat Rendra belajar, semakin kuat landasan yang mempengaruhi argumen dari setiap pilihan yang Sobat Rendra ambil.

 

Saat pengetahuan mulai terisi, akan lebih mudah bagi Sobat Rendra untuk membaca situasi. Dengan kemampuan ini, Sobat Rendra bisa menyusun strategi untuk menghadapi masa depan.

(Baca juga: 3 Strategi Sederhana untuk Berinvestasi Reksa Dana)

 

Akan tetapi, bagaimana jika pada akhirnya, Sobat Rendra tetap mengalami kegagalan?

Saat seseorang sedang menimba sumur pengetahuan, kesalahan yang paling fatal ialah percaya bahwa dirinya tidak bisa melakukan kesalahan. Padahal, pengetahuan merupakan sumur yang tidak pernah kering untuk diambil sehingga sulit rasanya mengatakan bahwa kita "sudah cukup" belajar.

 

Percaya bahwa tidak ada risiko untuk salah dan menutup mata pada keaadaan yang menunjukkan sebaliknya merupakan tanda bahwa kita, ternyata, belum cukup belajar. Sebab seperti kata pepatah, "Kesalahan adalah guru terbaik manusia".

 

Menolak kemungkinan bahwa kita bisa saja melakukan kesalahan bukan merupakan sebuah jalan keluar, melainkan sumber masalah baru. Pasar tidak akan berbaik hati pada seseorang yang tidak bisa menerima risiko dari setiap pilihan yang mereka ambil, bahkan ketika pilihan tersebut dilandasi oleh argumen matang-matang.

           

Lantas, apa yang harus kita lakukan?

Sobat Rendra, meski sama-sama membutuhkan pengetahuan, investasi tidak dijalankan dengan rumus matematika, melainkan manusia dan peran mereka. Benjamin Graham dalam bukunya, The Intelligent Investor, mengatakan bahwa kepintaran berinvestasi tidak ada hubunganya dengan nilai IQ seseorang, melainkan kesabaran, disiplin, dan antusiasme untuk belajar.

 

Pasar dipengaruhi oleh manusia dan peran mereka yang cenderung tidak rasional. Inilah mengapa investor cerdas membutuhkan kombinasi antara pengetahuan dan pengelolaan emosi yang baik.

 

Karena itu, jangan biarkan emosi dan spekulasi memainkan peran dalam investasi kita. Atur emosi dan perdalam pengetahuan karena investasi di bidang ini tidak akan pernah mengecewakan.



Penulis: Elva Mustika Rini
Sumber Gambar: Husniati Salma/Unsplash.com

X

X