Berita

Pilih Mana, Investasi Reksa Dana Berkala atau Sekaligus?

Artikel Tanggal: Rabu, 10 July 2019



Pada reksa dana, ada dua cara paling umum dalam melakukan subscription. Pertama adalah investasi berkala, sementara yang kedua adalah investasi secara sekaligus.


Sesuai dengan namanya, investasi sekaligus berarti mengeluarkan seluruh uang yang telah dianggarkan untuk investasi dalam satu kali kesempatan. Jadi, orang tersebut akan melakukan pembelian satu kali saja untuk disimpan selama jangka waktu tertentu. Biasanya, orang-orang yang melakukan investasi sekaligus telah menganggarkan sejumlah uang yang besar untuk kepentingan tertentu.


Sementara, investasi berkala ialah menyisihkan sejumlah uang setiap bulan untuk dimasukkan ke rekening reksa dana. Cara ini sering juga disebut autodebit, di mana investor telah memberi kuasa kepada manajer investasi untuk menarik dana secara otomatis sesuai kesepakatan.


Sampai di sini, perbedaan antara investasi berkala dengan investasi sekaligus sudah terlihat jelas. Tapi, mana cara seperti apa yang paling baik dalam berinvestasi reksa dana?


Investasi Berkala


Dalam investasi berkala, investor dilatih untuk disiplin menyisihkan uang di awal untuk dimasukkan ke rekening reksa dana. Cara ini tentu saja baik untuk mereka yang terbiasa menabung hanya dari sisa gaji. Saat kebiasaan sudah dibentuk, investasi bisa jadi gaya hidup yang berkualitas.


Namun, bagaimana dengan imbal hasilnya?


Saat investasi dilakukan dengan metode mencicil jumlah keseluruhan, ada dua kemungkinan yang bisa ditemui selama perjalanan berinvestasi reksa dana. Pertama adalah kenaikan secara signifikan, dan yang kedua adalah penurunan yang tidak terlalu besar dibanding investasi sekaligus.


Hal ini terjadi karena pasar modal selalu naik dan turun. Ada saat di mana reksa dana mencapai harga tertinggi, ada pula saat di mana reksa dana mencapai titik terendah. Investasi berkala tidak merujuk pada waktu. Baik saat kondisi pasar sedang naik atau sedang turun, investor selalu dituntut untuk fokus pada tujuan investasinya, yaitu mengalokasikan sekian dana untuk sekian waktu setiap bulan.


Investasi Sekaligus


Berbeda dengan investasi berkala, investasi sekaligus biasanya dilakukan oleh mereka yang memiliki modal besar atau mereka sering memantau kondisi pasar.


Mengapa demikian? Sebab, investasi sekaligus yang dilakukan dengan asumsi kenaikan harga reksa dana akan memberikan imbal hasil yang lebih besar dalam jangka panjang daripada investasi berkala. Dengan kata lain, strategi investasi sekaligus menguntungkan saat terjadi koreksi besar di pasar modal sehingga seseorang bisa berinvestasi di harga murah.


Perlu diingat, kondisi ini cukup jarang terjadi dan sulit diprediksi. Jika tidak tepat, risiko yang lebih besar dapat terjadi pada mereka yang berinvestasi sekaligus dibandingkan dengan investasi berkala.


Cara Tepat Investasi Reksa Dana


Setelah membahas kedua cara berinvestasi, ternyata, keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Daripada mencari cara yang paling baik, lebih baik mencari cara paling tepat dalam berinvestasi reksa dana sesuai dengan tujuan investasi masing-masing.


Pikirkan kembali, tujuan keinginan apa yang ingin dicapai dari investasi? Misal, tujuannya adalah memenuhi biaya pendidikan tinggi sebesar Rp150 juta dalam 10 tahun. Berdasarkan pada fitur Kalkulator Investasi POEMS ID, besar investasi berkala yang diperlukan dengan ekspektasi return 18% dari reksa dana saham ialah Rp450.000 per bulan.


Sementara, besar investasi sekaligus yang diperlukan untuk mencapai besar Rp150 juta ialah Rp29 juta dalam satu kali kesempatan.


Sekarang, tinggal disesuaikan dengan kemampuan kita semua. Jika siap dengan risiko dan memiliki modal Rp29 juta, maka tak ada salahnya menginvestasikan uang tersebut sekaligus. Tetapi jika tidak memiliki cukup waktu untuk memantau kondisi pasar dan tidak memiliki modal besar, maka menyisihkan sebagian upah di awal untuk investasi berkala tidak pernah ada salahnya.


Penulis: Elva Mustika Rini

Sumber Gambar: Freepik.com


X

X