Berita

Minimalisme: Gaya Hidup yang Bikin Hemat Pengeluaran

Artikel Tanggal: Rabu, 31 July 2019


Belanja sering jadi pelampiasan dari perasaan tidak menyenangkan. Pasalnya, ada ucapan yang lama dipercaya bahwa belanja bisa bikin bahagia. Apa benar demikian?

Kenyataannya, konsumerisme tidak mampu membahagiakan manusia. Jika membeli satu-dua barang memang mampu mengurangi pusing ringan, lalu apa? Menambah lebih banyak barang lagi tanpa pernah merasa cukup.

(Baca juga: Hal-Hal yang Bisa Memudahkan Kamu dalam Mengelola Keuangan)

Ketergantungan akan barang, seringnya, malah membuat masalah psikologis baru yang menekan seseorang untuk terus mengeluarkan uang demi hal yang sebenarnya tidak kita perlukan. Manusia dibuat tidak mampu lagi untuk menyeleksi mana kebutuhan dan mana keinginan.

Lebih serius, bukannya menjadi sumber kebahagiaan, konsumerisme malah bisa bikin sengsara. Jika orang tersebut mencapai batas kemampuan untuk membeli baru baru, perasaan kecewa akan muncul menggantikan bahagia yang seharusnya ada.


Hidup Minimalis ala Orang Jepang

Gerakan yang dipopulerkan oleh Marie Kondo di Jepang ini sebenarnya terinspirasi dari ajaran klasik Zen Buddha, di mana seseorang dipaksa lepas dari keterikatan akan harta duniawi dan mulai menjalani hidup secukupnya. Gerakan ini dipercaya dapat merekonstruksi pemahaman tentang kepemilikan sehingga tidak ada lagi perasaan tertekan dan khawatir akan kekurangan. Dengan begitu, semua orang dapat menjadi bahagia tanpa banyak memikirkan materi.

(Baca juga: 5 Tips Wujudkan Keuangan Sehat)

Tertarik menjalani gaya hidup minimalis? Tidak ada salahnya untuk perlahan-lahan mencoba mulai dari hal kecil. Sadari apa yang benar-benar menjadi kebutuhan dan apa yang sebenarnya bisa disingkirkan. Dengan begitu, tidak ada lagi kegiatan belanja impulsif. Pengeluaran setiap bulan bisa dikendalikan dan kita bisa jadi lebih hemat.

Berikut merupakan langkah-langkah mudah yang bisa kamu pelajari dari gaya hidup minimalisme.


1. Membereskan Barang yang Tidak Terpakai

Akui saja. Meski ada banyak sekali baju di lemari pakaianmu, hanya beberapa yang paling sering kamu gunakan. Cobalah untuk memilah mana barang yang benar-benar kamu butuhkan dan sumbangkan sisanya. Meski awalnya terasa berat karena sayang, kegiatan ini akan membuatmu lebih menghargai uang dan menghindari belanja secara impulsif besoknya.

2. Kualitas di Atas Kuantitas

Lebih baik memiliki sedikit barang dengan kualitas bagus dariapada memiliki banyak barang dengan kualitas yang buruk. Barang dengan kualitas buruk biasanya memiliki umur yang pendek sehingga mengharuskanmu untuk selalu menggantinya dengan yang baru.

3. Rajin Merawat Barang

Setelah memiliki barang yang dibutuhkan, jangan hanya dibiarkan terbengkalai begitu saja. Lakukan perawatan secara rutin kepada barang-barang yang sering dipakai sehari-hari sehingga umur pakainya menjadi lebih panjang.

4. Jangan Membeli Bahan Makanan Berlebihan

Memasak sendiri di rumah tentu sangat baik. Tetapi jangan sampai kegiatan itu menjadikanmu merasa harus membeli berbagai macam bahan untuk persediaan di lemari pendingin. Bisa-bisa, bahan makanan tersebut rusak sebelum kamu sempat mengolahnya.

5. Menikmati Sewajarnya

Jangan biarkan materi terus mengambil kendali atas diri. Sadarilah bahwa materi tidak pernah mampu memberi cukup kebahagiaan. Mulailah menyadari setiap hal yang kita miliki saat ini dan bersyukur karenanya.


Penulis: Elva Mustika Rini

Sumber Foto: http://decor.mthai.com
X

X