Berita

Bijak Menyikapi Aplikasi Pinjaman Online

Artikel Tanggal: Senin, 16 September 2019



YI (51) tak habis pikir ketika melihat poster dirinya terpajang di grup WhatsApp dengan iklan 'siap digilir'. Dirinya sama sekali tak menyangka bahwa meminjam uang melalui pinjaman berbasis online (pinjol) dapat berujung petaka.

 

YI bukan satu-satunya. Masih banyak orang lain yang terkena jerat maut pinjaman online. Mulai dari dikejar-kejar penagih hingga dipermalukan ke seluruh kontak di ponsel termasuk atasan kerja, pinjaman online tak segan melakukan berbagai cara untuk memastikan bahwa peminjam dapat mengembalikan pinjaman beserta bunga yang tidak sedikit.


(Baca juga: Omong Kosong Investasi Bodong)


Kisah-kisah bernada sumbang dari pinjaman online mulai akrab di telinga masyarakat sejak kemunculannya pada tahun 2016. Padahal, industri ini dimaksudkan untuk menyederhanakan proses transaksi. Karena keunggulannya juga, pinjaman online berkembang menjadi primadona yang banyak disoroti.

 

Jadi, apakah meminjam uang dari aplikasi pinjaman online merupakan pilihan buruk?

 

Sebenarnya tidak juga. Pasalnya, industri ini diawasi oleh dua wasit, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Lembaga ini bertugas untuk mengawal perkembangan fintech termasuk peer-to-peer lending atau yang kita kenal sebagai pinjaman online sesuai dengan aturan main yang berlaku.

 

Karena itu, penting hukumnya mencari pinjaman online yang terdaftar resmi di OJK dan tidak masuk ke dalam daftar fintech ilegal.

 

Masyarakat juga perlu memahami benar-benar mengenai perjanjian yang berlaku selama proses peminjaman, mulai dari bunga, waktu jatuh tempo, jaminan, dan lain sebagainya. Jadikan perjanjian tersebut sebagai bentuk tanggung jawab yang tidak bisa dianggap remeh.

 

(Baca juga: Kenali Modus Operandi Penipuan Bisnis Online Berkedok Investasi)


Kemudian sebelum meminjam, tanyakan pada diri sendiri: apakah kita benar-benar memerlukan uang tersebut? Untuk tujuan apa uang tersebut digunakan? Apakah tidak ada cara lain untuk mendapatkan uang tersebut? Dan, apakah kita mampu melunasi pinjaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku?

 

Selalu ingat bahwa pinjaman yang tidak mengharuskan jaminan biasanya memiliki bunga yang lebih tinggi dan bertambah setiap waktu. Jangan sampai bunga pinjaman membengkak sampai titik di mana kita menyadari bahwa kita tidak sanggup membayar utang pinjaman online dan memilih untuk meminjam di tempat lain demi menutup utang sebelumnya.

 

Bisa-bisa, kita terjebak di dalam istilah 'gali lubang tutup lubang'.

 

Ingatlah bahwa, aman atau tidak aman, pinjaman selalu membutuhkan usaha untuk membayar lebih.

 

Lagipula daripada meminjam, bukankah lebih baik jika kita mulai mengatur keuangan setiap bulan dan menyusun rencana keuangan sehat dengan menabung dan berinvestasi?


Penulis: Elva Mustika Rini

Sumber Gambar: Freepik.com

X

X