Berita

Langkah-Langkah Memulai Berinvestasi Reksa Dana

Artikel Tanggal: Selasa, 07 Januari 2020



Investor pemula sering kali bertanya-tanya mengenai langkah awal yang harus dilakukan untuk memulai berinvestasi reksa dana. Sebenarnya, jawabannya berasal dari dirimu sendiri. Kamu wajib mengetahui tujuanmu berinvestasi dan apa profil risikomu terlebih dahulu. Baru setelah itu, kamu mulai menyesuaikan karakter berinvestasimu dengan produk reksa dananya. Nah, untuk mengetahui reksa dana apa yang benar-benar cocok untukmu, penjelasannya sebagai berikut.

1. Tentukan Tujuan
•    Jika tujuan investasimu hanya dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun, seperti untuk memenuhi biaya keperluan sekolah, rencana liburan, atau bahkan hanya untuk menabung sehari-hari, kamu bisa memilih Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund) untuk berinvestasi.
•    Jika tujuan investasimu dalam jangka waktu 1-3 tahun, seperti untuk biaya pendidikan, biaya menikah, atau modal usaha, kamu bisa memilih Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund) untuk berinvestasi.
•    Jika tujuan investasimu dalam jangka waktu 3-5 tahun, seperti untuk biaya membeli mobil atau biaya renovasi rumah kamu bisa memilih Reksa Dana Campuran (Balanced Fund) untuk berinvestasi.
•    Jika tujuan investasimu dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun, seperti untuk membeli rumah, berangkat haji, atau untuk persiapan pensiun, kamu bisa memilih Reksa Dana Saham (Equity Fund) untuk berinvestasi.

2. Profil Risiko
•    Jika kamu memiliki toleransi paling rendah terhadap risiko, ini berarti kamu memiliki profil risiko konservatif. Kamu cocok berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund).
•    Jika kamu tidak menyukai risiko, tetapi masih bisa menerima kerugian yang kecil, ini berarti kamu memiliki profil risiko moderat cenderung konservatif. Kamu cocok berinvestasi di Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund).
•    Jika kamu mulai bisa menerima risiko karena mempertimbangkan imbal hasilnya, ini berarti kamu memiliki profil risiko moderat cenderung agresif. Kamu cocok berinvestasi di Reksa Dana Campuran (Balanced Fund).
•    Jika kamu berani mengambil risiko demi mendapat mendapat imbal hasil yang tinggi, ini berarti kamu memiliki profil risiko agresif. Kamu cocok berinvestasi di Reksa Dana Saham (Equity Fund).

3. Mendaftar di Perusahaan Agen Penjual
Setelah mengetahui jangka waktumu dalam berinvestasi dan pada jenis reksa dana apa kamu akan berinvestasi, kini saatnya kamu melakukan aksi dengan cara membuka akun investasi di perusahaan agen penjual reksa dana. Namun, perlu digarisbawahi, kamu harus memilih agen penjual yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar investasimu aman. Selain itu, ada banyak agen penjual yang bisa dipilih untuk membeli produk reksa dana, seperti di bank atau di perusahaan sekuritas.

4. Tentukan Manajer Investasi
Perusahaan yang bertindak sebagai manajer investasi tentu harus memiliki rekam jejak yang baik dan profesional karena pengelolaan dana yang diinvestasikan dan keuntungan yang didapat tergantung pada komposisi penempatan aset oleh manajer investasi.

5. Perhatikan Kinerja Historis
Kinerja historis dapat dilihat dari return yang pernah dihasilkan suatu produk reksa dana. Selalu ada grafik kinerja reksa dana yang disandingkan dengan benchmark (tolok ukur) pada setiap fund fact sheet. Kinerja historis berfungsi agar kamu tahu seperti apa reksa dana tersebut dikelola selama ini.

6. Perhatikan Tanggal Emisi dan AUM
Tanggel emisi atau tanggal dikeluarkannya reksa dana berfungsi untuk mengetahui berapa umur reksa dana tersebut. Biasanya, reksa dana berumur > 5 tahun dianggap berpengalaman melewati masa-masa kritis. Selain itu, kamu juga bisa melihat dari Asset Under Management (AUM). Total AUM yang terus berkembang dari waktu ke waktu dapat menjadi salah satu indikator suatu reksa dana dapat bertahan terus dalam jangka panjang atau tidak.

7. Perhatikan Biaya
Perhatikan berapa biaya yang harus kamu keluarkan saat berinvestasi reksa dana. Pada dasarnya, ada tiga biaya (fee) yang dapat dikenakan kepada investor reksa dana, yaitu fee pembelian, fee penjualan, dan fee pengalihan (switching). Biasanya, sejumlah manajer investasi tidak mengenakan fee pembelian dan fee penjualan pada produk reksa dananya, tetapi ada beberapa produk reksa dana dengan fee 0 (nol) bersyarat. Jadi, Anda harus jeli karena keuntungan investasi yang maksimal didapat dari perhitungan yang rinci dan teliti.

Penulis: Ester Lidya Norisa 
Gambar: Fransiska Sari Yuliani
X

X