Berita

Investasi Aman dan Untung dengan Reksa Dana Terproteksi

Artikel Tanggal: Kamis, 05 Maret 2020


Mungkin kamu sudah mengenal reksa dana sebagai produk investasi yang mudah digunakan dan terjangkau, tetapi apakah kamu tahu ada jenis reksa dana yang sangat aman karena dapat memproteksi nilai investasi awalmu? Reksa dana terproteksi jawabannya.

Reksa dana terproteksi dapat memberikan proteksi atas seratus persen nilai pokok investasimu apabila kamu memegang reksa dana tersebut hingga tanggal jatuh tempo melalui mekanisme pengelolaan portofolio investasinya. Tenang saja, ini bukan tipuan, kok! Reksa dana terproteksi telah diatur oleh pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi terjamin keamanannya.

Reksa dana terproteksi mayoritas portofolionya ditempatkan pada instrumen surat utang. Dalam mekanisme pengelolaannya, manajer investasi akan menahan surat utang yang dibeli hingga jatuh tempo. Hal inilah yang membuat “proteksi” terhadap investasi awalmu dapat dilakukan.


Apa bedanya dengan reksa dana konvensional?

  1. Reksa dana terproteksi memiliki waktu jatuh tempo yang spesifik. Waktu tersebut terjadi ketika manajer investasi dan bank kustodian sepakat untuk membubarkan reksa dananya. Pembubaran reksa dana oleh manajer investasi yang disebut sebagai waktu jatuh tempo ini terjadi setelah surat utang yang menjadi portofolio investasi reksa dana terproteksi ini telah jatuh tempo.
  2. Reksa dana terproteksi hanya bisa di-subscribe satu kali, yaitu hanya pada tanggal peluncurannya. Penawaran reksa dana terproteksi cenderung terbatas, baik untuk nominal yang bisa ditawarkan maupun periode penawarannya. Jumlah unit penyertaannya pun disesuaikan dengan ketersediaan surat utang yang menjadi tujuan investasinya.
  3. Pada saat jatuh tempo, investor bisa mendapatkan pokok nilai investasinya yang tidak akan berkurang, serta imbal hasil dari investasi tersebut. Reksa dana terproteksi diperbolehkan memberikan perkiraan imbal hasil (return) yang besarannya didapat dari bunga/kupon surat utang setelah dikurangi dengan faktor biaya dan pajak. Besaran perkiraan return boleh disampaikan kepada calon investor dan akan dicantumkan dalam prospektus.
  4. Selama periode waktu hingga batas jatuh tempo, investor juga akan mendapatkan imbal hasil yang dibagikan secara periodik oleh reksa dana terproteksi layaknya dividen.

Setiap investasi pasti memiliki risiko, lalu apa risiko dari reksa dana terproteksi?

  1. Dikarenakan reksa dana terproteksi berbasis surat utang, risiko utamanya adalah risiko kredit dari penerbit surat utang, di mana perusahaan penerbit surat utang mengalami gagal bayar. Hal ini dapat membuat investor kehilangan pendapatan atas imbal hasil serta nilai awal investasinya. Untuk meminimalisir risiko ini, reksa dana terproteksi hanya boleh berinvestasi pada surat utang yang masuk dalam kategori layak investasi, yaitu minimal BBB. Tetapi, perlu diingat bahwa peringkat suatu perusahaan juga bisa berubah sesuai dengan kondisi yang dihadapinya.
  2. Risiko kedua terjadi bila investor mencairkan dana yang diinvestasikan sebelum waktu jatuh tempo, saat harga obligasi di bawah harga pembelian. Hal ini dapat membuat investor kehilangan jaminan proteksi atas pokok investasinya. Artinya, pihak reksa dana bisa saja tidak mengembalikkan simpanan pokok investor secara utuh.

Bagaimana? Menarik, bukan? Reksa dana terproteksi biasanya menjanjikan imbal hasil yang lebih besar daripada instrumen perbankan, seperti deposito. Lebih menarik lagi, imbal hasil yang dijanjikan pada reksa dana terproteksi tidak lagi dikenakan potongan biaya/pajak. Jika kamu tertarik, untuk dapat meminimalisir risiko yang ada, kamu juga perlu mempelajari perusahaan yang menjadi aset dasar reksa dana terproteksi agar kamu dapat lebih tenang dalam menginvestasikan uangmu.


Penulis: Ester Lidya Norisa 

Gambar: Fransiska Sari Yuliani

X

X