Berita

Strategi Menyikapi Penurunan Nilai Reksa Dana

Artikel Tanggal: Selasa, 17 Maret 2020


Sentimen negatif pada pasar modal akibat virus corona pasti cukup membuat pusing para investor saham karena terus merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG merupakan cerminan dari keseluruhan pergerakan harga sekumpulan saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dikarenakan saat ini hampir semua saham turun, otomatis IHSG pun turun.

Penurunan IHSG ini turut memberi dampak pada penurunan nilai reksa dana, khususnya reksa dana saham dan campuran yang memiliki komponen saham pada portofolionya. Akan tetapi, sebenarnya saat ini investor reksa dana tidak perlu khawatir karena dana yang investor investasikan pada reksa dana dikelola oleh manajer investasi. Jadi, manajer investasi pasti akan mengusahakan yang terbaik agar dana yang dikelolanya tetap aman dan nilainya kembali naik. Jika masih ragu, kamu bisa melakukan 4 strategi berikut dalam menyikapi penurunan nilai reksa dana. 

1. Ubah Komposisi Investasimu

Jangan mudah tergiur dengan return tinggi, kecuali kamu berani ambil risiko. Tetaplah fokus pada tujuan investasimu. Sesuaikan jangka waktu investasi yang kamu tetapkan dengan jenis reksa dananya. Jika kamu berinvestasi di reksa dana saham padahal dana dibutuhkan dalam waktu dekat, sebaiknya kamu mereposisi investasimu dengan menjualnya atau menggantinya ke instrumen yang lebih aman, seperti pasar uang yang cocok untuk jangka pendek.

2. Menambah Investasimu

Strategi ini untuk kamu yang memiliki tujuan investasi jangka panjang, yaitu di atas 5 tahun. Kamu dapat menambah investasi reksa danamu karena justru di saat penurunan seperti inilah kesempatannya memborong unit reksa dana dalam jumlah yang cukup besar. Bagaimana pun, akan ada titik di mana penurunan tersebut akan kembali naik. Saat itulah kamu akan merasakan buah dari kesabaranmu.

3. Atur Pengeluaran dengan Bijaksana

Coba atur lagi anggaran keuanganmu. Siapa tahu ada pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu kamu butuhkan, jadi bisa kamu kurangi. Dengan melakukan ini, kamu jadi tidak harus mencairkan investasimu dan mengalami kerugian. Penghematan adalah cara terbaik agar kamu dapat mencukupi kebutuhanmu. 

4. Cek Kembali Tujuan Keuanganmu

Memiliki tujuan keuangan sangat penting dalam berinvestasi. Hal ini karena tujuan keuangan akan menentukan instrumen investasi yang tepat untukmu, kapan kamu harus membeli dan menjual reksa danamu, serta ekspektasi return yang bisa kamu terima kelak. Jika tujuan keuanganmu diperlukan untuk waktu yang lama, misalnya 10 tahun lagi, kamu tidak perlu mencemaskan gejolak turunnya nilai reksa dana ini karena di waktu ke depan pun gejolak ini biasanya akan pulih kembali dan bahkan nilainya bisa lebih tinggi dari harga sebelumnya.

Oleh sebab itu, kamu tidak perlu terlalu khawatir dengan penurunan nilai reksa danamu. Segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya, kok. Kamu bisa melakukan 4 hal ini sebagai jalan keluar. Hal yang terpenting adalah jangan panik! Kalo kamu panik, justru kamu jadi tidak bisa berpikir jernih dan akhirnya malah mengambil keputusan yang tidak tepat.


Penulis: Ester Lidya Norisa 

Gambar: Fransiska Sari Yuliani

X

X