Berita

Strategi Terbaik dalam Berinvestasi Reksa Dana

Artikel Tanggal: Sabtu, 30 Mei 2020


Dalam menjalankan segala hal menyangkut masa depan, seperti pendidikan, karir, atau bisnis pasti membutuhkan strategi. Menyusun strategi sebelum menjalankan sesuatu adalah hal yang sangat penting agar kamu memiliki arah dan tujuan yang jelas. Begitu juga dalam berinvestasi, baik jangka panjang atau pun jangka pendek, kamu harus memiliki strategi dalam menjalankannya. 


Dalam berinvestasi, seperti yang sering disebutkan pada artikel sebelumnya, hal pertama yang harus kamu miliki adalah sebuah tujuan, untuk apa dana yang kamu investasikan ini kelak. Tanpa tujuan, tidak akan ada target yang memacumu untuk mencapainya dan prosesmu pun jadi tidak terarah. Setelah memiliki tujuan, kamu akan bisa menentukan jangka waktumu dalam berinvestasi sehingga kamu juga tahu jenis reksa dana yang sesuai dengan jangka waktumu berinvestasi.


Sebelum memilih jenis yang paling cocok untuk diinvestasikan, kamu harus mengenal terlebih dahulu berbagai jenis reksa dana. Mungkin kamu sudah mengetahui bahwa return reksa dana berbanding lurus dengan risikonya, jadi semakin besar potensi return yang dihasilkan, maka semakin tinggi pula risiko yang mungkin didapat. Urutan reksa dana dari return dan risiko terendah hingga tertinggi ialah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. 


Tingkat potensi return dan risiko mempengaruhi jangka waktu yang cocok dalam menginvestasikan berbagai jenis reksa dana ini. Reksa dana pasar uang bisa diinvestasikan dalam jangka waktu pendek, < 1 tahun, karena risikonya yang kecil dan pertumbuhannya yang stabil, jadi bisa dicairkan kapan pun. Selain itu, instrumen pasar uang memiliki waktu jatuh tempo kurang dari 1 tahun, jadi reksa dana pasar uang optimal diinvestasikan untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun. 


Sedangkan, potensi return dan risiko tertinggi yang dimiliki reksa dana saham membuatnya cocok diinvestasikan dalam jangka waktu panjang, > 5 tahun, karena fluktuasi harga saham di bursa berubah dengan sangat cepat dan potensi return reksa dana saham bisa bekerja maksimal dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun.


Setelah menentukan jenis reksa dana yang cocok untuk kamu investasikan, saatnya kamu mengatur bujet investasimu. Salah satu strategi berinvestasi yang bisa kamu terapkan adalah strategi 50/20/20/10 untuk membagi pos-pos pengeluaranmu. Perhitungan strategi 50/20/20/10 berdasarkan jumlah pendapatanmu. Jadi, 50% untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, 20% untuk investasi reksa dana, 20% untuk hiburan, dan 10% untuk dana darurat. 


Akan tetapi, strategi pos pengeluaran ini bisa kamu sesuaikan dengan kondisi keuanganmu. Seperti di tengah situasi pandemi ini, banyak pekerja yang mengalami pemotongan gaji atau pun PHK. Dalam kondisi ini, kamu bisa menghapus atau mengurangi pengeluaran untuk hiburan dan memakai dana darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan hidupmu sehari-hari agar pengeluaran untuk investasimu tidak terganggu dan tujuanmu pun tetap bisa terpenuhi dalam kondisi apa pun.


Agar pengeluaran untuk investasimu tidak terganggu oleh keperluan lain yang cenderung tidak ada habisnya, usahakan utamakan berinvestasi terlebih dahulu ketimbang memenuhi hal lainnya. Selain itu, selalu disiplin dalam berinvestasi berkala dengan waktu dan jumlah dana yang telah kamu tetapkan sebelumnya.


X

X