Berita

Caranya Milenial Bisa Merdeka Finansial!

Artikel Tanggal: Kamis, 09 July 2020


Ada yang bilang generasi milenial itu generasi yang maunya serba instan, malas untuk bekerja keras karena telah disuguhi berbagai ketersediaan fasilitas. Tapi ada juga yang bilang generasi milenial itu justru mampu bekerja lebih keras dibanding generasi-generasi sebelumnya. Hal ini karena generasi milenial cenderung menganggap bekerja sebagai proses pengembangan diri. Jadi, mereka melakukannya secara maksimal.

Terlepas dari hal di atas, generasi milenial memang perlu bekerja keras karena tuntutan hidup yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Biaya apa pun yang serba naik, tetapi tidak diimbangi dengan kenaikan upah yang sepadan. Belum lagi gaya hidup milenial yang terbilang konsumtif dan suka memborong hal-hal yang bersifat jangka pendek, seperti makanan dan pakaian, membuatnya dikatakan sulit untuk meraih kemerdekaan finansial di masa depan.

Kamu yang milenial mau mengamini hal ini? Jangan ya! Yuk, bantah anggapan ini dengan mengubah gaya hidup kamu dan mulai sadari beberapa hal tentang keuangan yang mungkin selama ini kamu salah persepsikan atau pun belum kamu terapkan. Berikut 4 hal yang dapat membantumu meraih financial freedom.


1. Bukan Berapa Penghasilanmu, Tapi Berapa Simpananmu

Gaji besar tidak ada artinya bila langsung habis begitu saja. Tapi akan berarti bila ada sejumlah dana yang bisa kamu "selamatkan". Berapa yang bisa kamu simpan adalah hal yang terpenting. Simpananmu tersebut dapat kamu jadikan aset yang suatu hari bisa mendatangkan kekayaan untukmu. Kurangi belanja dan perbanyak tabungan adalah kunci untuk meraih financial freedom.

2. Berpola Pikir untuk Jangka Panjang

Orang yang berpola pikir jangka panjang, selain memastikan keamanan pekerjaan dan jenjang karirnya, ia juga memastikan keamanan dana simpanannya dari nilai uang yang terus menyusut. Cara memproteksi nilai uangmu agar tetap bernilai dari waktu ke waktu ialah dengan berinvestasi. Sebab, berinvestasi akan membuat nilai uangmu semakin lama semakin naik.

3. Memiliki Tujuan Keuangan untuk Dicapai

Memiliki tujuan keuangan adalah hal yang sangat penting agar kamu mempunyai target yang ingin kamu raih. Tingkat kekayaan yang ingin kamu capai pun jadi dapat terukur karena bisa dibilang kamu memiliki "takaran" sendiri. Setelah menyusun tujuan keuangan, kamu bisa merencanakan pengelolaan keuanganmu untuk meraihnya. Tanpa merasa terpaksa, dengan sendirinya kamu akan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting dan memperbesar bujet tabungan untuk investasi, karena kamu terpacu untuk mencapai tujuan keunganmu.

Kamu dapat meraih tujuan keuangan dengan mengaturnya berdasarkan prioritas waktu dari yang terpenting, seperti dana untuk melanjutkan pendidikan, membeli kendaraan, membeli rumah, menikah, asuransi, pendidikan anak, hingga dana pensiun. Kamu dapat meraihnya satu per satu dengan memperhatikan tujuan keuangan yang rentang waktu dibutuhkannya tersingkat. Jangan lupa memperhitungkan biaya sehari-hari dan yang terpenting adalah alokasi untuk dana darurat.

4. Selalu Catat Setiap Pengeluaran

Kamu harus tahu ke mana saja perginya uang yang kamu keluarkan agar cashflow-mu terarah. Kamu juga harus membuat target maksimal pengeluaranmu setiap bulan agar tidak kebablasan. Dengan ini, hidupmu akan lebih teratur dan keuanganmu pun terus berkembang. Bagi pendapatanmu ke dalam beberapa pos pengeluaran yang memiliki tujuan masing-masing, seperti kebutuhan sehari-hari, dana darurat, investasi, dan hiburan. Pertahankan porsi setiap pos pengeluaran yang telah kamu tetapkan. Usahakan segeralah bebaskan dirimu dari utang dan cicilan agar tidak ada lagi jeratan yang menghambat kemerdekaanmu. Kalau bisa, kurangi biaya yang tidak perlu dan alihkan dengan menambah porsi investasi untuk mempercepat tercapainya tujuan keuanganmu.

Kamu bisa dikatakan merdeka finansial jika kamu tidak bergantung lagi kepada orang lain secara keuangan, dan dapat menjalani hari-hari tanpa perlu cemas memikirkan biaya. Kamu tidak akan bisa meraih kemerdekaan jika hidupmu tanpa tujuan. Terombang ambing melewati hari-hari yang terperangkap oleh rasa takut akan hal-hal yang tak pasti karena kamu tidak tahu arah mana yang ingin kamu tuju. Memang hari depan tidak bisa terprediksi, tetapi kamu bisa memiliki persiapan untuk menghadapinya. Jadi, segera rancang strategi keuanganmu untuk mencapai kemerdekaan finansial di hari depan!



X

X