Artikel - Ahli

Reksadana Bagi Investor Pemula

Artikel Tanggal: Kamis, 12 Januari 2017



Melakukan investasi seharusnya sudah menjadi bagian penting dan gaya hidup yang harus dilakukan setiap orang. Dengan makin ketatnya persaingan dan makin terbukanya informasi, maka masa depan menjadi hal yang harus kita persiapkan dan tidak bisa mengandalkan orang lain. Dahulu masih banyak BUMN yang memberikan pensiun secara bulanan kepada karyawannya, saat ini mungkin hanya perusahaan BUMN besar yang mampu. Departemen di pemerintahan juga bisa jadi sama. Dahulu PHK dan pensiun dini adalah kata yang tidak mungkin didengar bila kita menjadi PNS. Tetapi sekarang dengan makin tingginya tuntutan, hal tersebut bukan tabu lagi dilakukan oleh sebuah lembaga Negara.


Investasi adalah jalan untuk menyelamatkan masa depan kita. Dengan makin tingginya kebutuhan dan makin bagusnya pelayanan kesehatan maka kebutuhan akan makin tinggi sementara usia kesempatan hidup makin lama. Masalahnya adalah ketika makin lama hidup tapi uang untuk membiayai kehidupan tidak ada, maka petaka adalah akibatnya.


Investasi sejak muda


Survey membuktikan bahwa berinvestasi sejak muda memberi keuntungan lebih kepada investor. Dana investasi yang lebih rendah secara relative, hasil investasi yang bisa berlipat-lipat dan kemungkinan keberhasilan makin besar adalah beberapa keuntungan di antaranya. Memang sih masalahnya adalah ketika kita muda maka ilmu tentang investasi kita masih sangat minim. Saya masih ingat ketika pertama kali gajian maka produk investasi yang saya kenal adalah tabungan. Thatís it. Ngga ada yang lain. Masa itu informasi masih sangat kurang, teknologi keuangan masih sangat minim sehingga tabungan sudah dianggap sebagai sarana paling benar untuk investasi. Ya, sekedar agar dana tidak digunakan untuk konsumtif dan mendapatkan sekedar bunga atau bagi hasil.


Saat ini informasi sudah sangat maju, di tahun yang baru ini saya menyarankan kepada rekan yang akan memulai investasi atau menjadikan investasi sebagai salah saru resolusinya untuk menggunakana reksadana sebagai sarana.


Alasannya sederhana saja.


1. † † † Bisa dimulai dengan angka rendah


Anggapan bahwa investasi itu perlu dana besar tidak akan pernah lepas dari kita, itu karena kita masih sangat terikat dengan dunia perbankan. Di bank kalau mau hasil investasi yang lebih besar maka kita harus punya dana lebih sehingga bisa masuk ke deposito. Reksadana bisa dimulai dari Rp.100.000,-



2. † † † Hasil optimal


Hasil yang ditawarkan oleh reksadana bukan main-main. Tahun lalu reksadana saham bisa sampai 18% per tahun, begitu pula dengan reksadana campuran dan obligasi. Jadi dimana lagi bisa dapat 18% dengan Rp.100.000,-?



3. † † † Transparan


Kalau ragu bagaimana bisa dapat 18%, coba tanyakan manajer investasi Anda, dengan senang hati mereka akan bercerita kemana uang kita diinvestasikan. Jadi ngga usah takut diselewengkan karena jelas uangnya menjadi asset baik itu pasar uang, obligasi atau saham.



4. † † † Aman


Jangan lupakan hal ini, ngga ada yang mau uangnya hilang. Demikian juga dengan investor reksadana. Dibandingkan perbankan yang terang-terangan dijamin oleh LPS, maka reksadana mungkin agak sedikit malu-malu. Bila anda membeli reksadana pasar uang dan sebagian besar dananya diinvestasikan ke deposito perbankan atau obligasi jangka pendek milik pemerintah, maka secara otomatis penjaminan juga berlaku untuk produk Anda.


5. † † † Likuid


Mudah ngga sih cairnya? Kan harus jual dulu? Dengan makin tingginya teknologi, Anda ngga akan kesulitan melakukan penarikan atau pencairan reksadana kita. Bahkan beberapa manager investasi tidak mengharuskan kita datang ke kantor mereka. Cukup klik, klik dan klik di computer. Dalam waktu maksimal 7 hari dana masuk rekening.


6. † † † Keren †


Hal ini yang membedakan investasi di bank dengan manager investasi. Dengan investasi ke bank artinya Anda meminjamkan dana Anda ke perusahaan. Namun Anda ngga tahu di perusahaan mana uang Anda diinvestasikan. Namun di reksadana, Manager investasi wajib menginformasikan kemana saja dana mereka diinvestasikan. Jadi jangan heran bila dana Anda diinvestasikan di perusahaan otomotif, consumer atau pertambangan besar. Jadi Anda boleh bangga dengan Rp.100.000,- Anda berperan membangun perusahaan tadi menjadi besar.




Penulis adalah Eko Endarto RFA, seorang perencana keuangan yang merupakan founder dari Finansia Consulting.†

X

Featured Post


Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Senin, 09 July 2018


Membangun Negara dengan THR

Kamis, 07 Juni 2018


Diskon.. Diskon..

Jumat, 11 Mei 2018


Produk Investasi Bukan Spekulasi

Kamis, 12 April 2018


3 Strategi Dasar Berinvestasi

Senin, 12 Maret 2018


Reksa Dana Untuk Pensiunmu

Selasa, 20 Februari 2018


Investasi Terbaik di Tahun 2018

Senin, 11 Desember 2017


3 Anggapan Salah Tentang Reksa Dana

Selasa, 14 November 2017


4 Trik Awal Memulai Investasi

Selasa, 10 Oktober 2017


4 Kebiasaan Buruk Yang Membuat Anda Gagal Berinvestasi

Senin, 11 September 2017


Portofolio Reksa Dana, Perlukah?

Senin, 07 Agustus 2017


Rugi dan Potensi Rugi

Senin, 10 July 2017


Berkah Ramadhan

Jumat, 16 Juni 2017


Reksa Dana Sebaiknya Beli Dimana ?

Jumat, 26 Mei 2017


Tips Menggunakan Reksa Dana Sebagai Sarana Investasi

Kamis, 16 Maret 2017


X