Artikel - Ahli

Rugi dan Potensi Rugi

Artikel Tanggal: Senin, 10 July 2017


Rugi adalah sisi lain dari keuntungan yang ada di investasi. Sebuah tindakan untuk mendapatkan keuntungan selalu akan diikuti dengan risiko kerugian yang bisa terjadi. Bila keuntungan adalah hal yang selalu ingin didapatkan, maka rugi adalah sisi lain yang selalu ingin dihindari. 


Seorang investor yang berpengalaman pasti sudah siap dengan risiko yang akan dia terima. Itulah kenapa banyak hal yang dilakukan untuk mengurangi dan meminimalisasi risiko yang akan terjadi tadi. 


Reksa dana sebagai salah satu sarana investasi juga tidak luput dari hal tersebut. Kerugian sebagaimana lumrah terjadi, akan timbul ketika nilai jual lebih rendah dari nilai beli. Nah, di reksa dana nilai ini diukur dengan NAB atau nilai aktiva bersih atau sering juga disebut sebagai NAV atau net asset value. Jadi kerugian akan terjadi apabila NAB beli atau saat kita masuk (subscribe) lebih rendah dari saat kita jual atau keluar (redemption). Sesederhana itu.


 

Rugi Yang Tidak Benar-Benar Rugi 

Nah ketika hal ini saya sebutkan dalam sebuah seminar tentang investasi, semua heran dengan kalimat yang saya sebutkan tadi. Apa maksud dibalik kata-kata rugi yang tidak benar-benar rugi tadi ?


Saya senang menceritakan kalimat tadi dengan contoh. Karena saat ini kita membahas reksa dana, maka kita gunakan reksa dana sebagai contoh konkrit. 


Saya subscribe atau membeli sebuah reksa dana apapun jenisnya pada tanggal 5 Juli 2017 dan saat itu di Reksadanaku.com menunjukkan reksa dana sasaran saya NAB-nya sebesar Rp 2.700,- jadi apabila saya mendapatkan 1000 unit maka saya telah mengeluarkan dana sebesar Rp 2.700.000,-.

 

Semisal setelah saya memegang reksa dana tadi selama lebih kurang 3 bulan, pada tanggal 10 Oktober, saya mendapatkan laporan kepemilikan reksa dana saya dan ternyata nilai NAB pada tanggal 10 tadi adalah sebesar Rp 2.000,- maka nilai investasi saya dengan unit yang tidak berubah yaitu 1000 unit nilainya menjadi Rp 2.000.000,- berarti pada tanggal tadi nilai investasi saya telah turun dari Rp 2.700.000 menjadi Rp 2.000.000 atau turun Rp 700.000,- pertanyaannya adalah rugikah saya?


Sebagian besar peserta seminar atau workshop dengan cepat berkata bahwa saya telah rugi. Bayangkan dari nilai Rp 2.700.000,- dan sekarang menjadi Rp 2.000.000.- jelas rugi.. benarkah demikian? Jawabnya tidak.


Kok…? 


Ingat nilai yang tertera sebenarnya adalah potensi kerugian yang baru kan terjadi bila potensi tadi direalisasikan. Kapan realisasinya? Sederhana, saat kita menjual kepemilikan kita maka resmilah kita menjadi rugi. Jadi kalau tanggal 10 Oktober tadi saya ngga realisasi redemption, maka kerugian tidak terjadi. 



Gunakan Untuk Jangka Panjang

Jelas sekarang bahwa kerugian baru akan terjadi kalau kita melepas kepemilikan kita. Jadi bila di web Reksadanaku.com atau di media lain Anda lihat NAB reksa dana pilihan Anda sedang turun, jangan menganggap itu kerugian karena itu masih berupa potensi yang tidak perlu direalisasikan bila kita tidak membutuhkannya. 


Itulah kenapa reksa dana saham sebagai salah satu reksa dana yang memiliki volatilitas tinggi yaitu hasil bisa tinggi dan risiko juga bisa tinggi, diperuntukkan untuk jangka panjang. Hal ini karena bisa terjadi seperti yang saya gambarkan di atas. Bahkan bisa jadi lebih cepat, Anda membeli di harga Rp 2.700,- dan beberapa hari kemudian potensi kerugian kita akibat penurunan NAB adalah sebesar Rp 700.000,- tadi. Tapi ngga usah kawatir bila memang tujuan kita jangka panjang kenapa takut dengan volatilitas sesaat? Kan masih panjang waktunya. Kenapa harus merealisasikan kerugian bila memang dana kita belum kita butuhkan. 


Di Reksadanaku.com ada lebih dari 1000 jenis reksa dana yang bisa kita pilih. Dalam perjalanannya pasti memberikan potensi rugi dan potensi untung. Karenanya, ketika tujuan kita masih lama dan panjang, ngga masalah memilih produk reksa dana yang memberikan ancaman potensi rugi tinggi, tapi harus juga menawarkan potensi untung besar. Sehingga ketika potensi rugi yang pertama kali muncul, maka kita tidak perlu panik. Tunggu saja potensi untung akan hadir pada saatnya kelak. Toh kita butuh masih lama kan… 



Selamat berinvestasi.. 


X

Featured Post


Hati-Hati Hoaks Investasi

Selasa, 09 Oktober 2018


Investment Habit

Rabu, 12 September 2018


Memilih Wakil . . .

Jumat, 10 Agustus 2018


Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Senin, 09 July 2018


Membangun Negara dengan THR

Kamis, 07 Juni 2018


Diskon.. Diskon..

Jumat, 11 Mei 2018


Produk Investasi Bukan Spekulasi

Kamis, 12 April 2018


3 Strategi Dasar Berinvestasi

Senin, 12 Maret 2018


Reksa Dana Untuk Pensiunmu

Selasa, 20 Februari 2018


Investasi Terbaik di Tahun 2018

Senin, 11 Desember 2017


3 Anggapan Salah Tentang Reksa Dana

Selasa, 14 November 2017


4 Trik Awal Memulai Investasi

Selasa, 10 Oktober 2017


4 Kebiasaan Buruk Yang Membuat Anda Gagal Berinvestasi

Senin, 11 September 2017


Portofolio Reksa Dana, Perlukah?

Senin, 07 Agustus 2017


Berkah Ramadhan

Jumat, 16 Juni 2017


X