Artikel - Ahli

Portofolio Reksa Dana, Perlukah?

Artikel Tanggal: Senin, 07 Agustus 2017


Setelah lebih dari 10 tahun mengenal produk yang bernama reksa dana, saya masih sering mendengar seseorang bertanya tentang investasi mereka :”Bagaimana memilih reksa dana yang baik? Saya membeli 1 jenis reksa dana saja atau beberapa jenis reksa dana? Dari 1 perusahaan saja atau dari beragam perusahaan? Dibagi sama rata atau dengan persentase khusus?“ dan beragam pertanyaan sejenis yang intinya adalah diantara ratusan dan mungkin juga ribuan produk yang ada, dari beragam perusahaan yang memberikan gambaran hasil dan dengan dana yang jumlahnya terbatas belum lagi risiko yang bisa terjadi, apa yang saya harus lakukan?


Mungkin pertanyaan yang sama ada dibenak Anda. Saya sangat ingin berinvestasi di reksadana, namun langkah apa yang harus dilakukan? Dengan dana terbatas, dan produk yang begitu banyaknya, bagaimana bisa memilih produk yang benar-benar pas untuk saya dan yang pasti risikonya tidak terlalu tinggi?


Pengelolaan Risiko 

Ketika kita memutuskan untuk melakukan investasi, selain hasil maka risiko adalah sisi lain yang harus kita perhatikan. Risiko biasanya bersifat lebih pasti dibandingkan hasil. Ketika kita memutuskan untuk mendepositokan uang kita di bank misalnya, maka hasil sudah pasti kita peroleh karena sifat deposito yang memberikan bunga pasti. Namun sadarkah kita bahwa risiko juga otomatis kita terima? Opportunity return atau kesempatan hasil menjadi risiko yang harus kita terima. Mudahnya, dengan memilih deposito bank yang memberikan hasil sebesar 6% maka kita telah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hasil sebesar 8% seandainya investasi tadi kita letakkan di reksa dana pasar uang. Oleh karenanya, investor yang bijak akan memperhitungkan risiko sebagai dasar investasinya bukan hanya hasil. Investasi bodong menawarkan hasil 100%, tapi kenapa tidak dianjurkan? Karena risikonya juga sebesar hasil tadi. Dan risiko bersifat pasti sedangkan hasil bersifat tidak pasti. 


Portofolio Untuk Mengurangi Risiko

Pembentukan reksa dana dimaksudkan sebagai sarana mengurangi risiko. Dengan contoh di atas. Seseorang yang tidak mau kehilangan opportunity return-nya di investasinya akan membagi dana yang dimiliki sebagian ke produk deposito dan sebagian ke produk reksa dana  pasar uang. Dengan tingkat risiko yang relative sama (karena investasi reksa dana pasar uang juga berbasis deposito atau obligasi maksimal 1 tahun), maka investor tadi memiliki kesempatan mendapatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan hanya di deposito saja. Jadi reksa dana sebenarnya adalah bentuk portofolio yang tujuannya memberikan hasil lebih tinggi dengan risiko lebih terukur. 


Masalahnya adalah apakah kita perlu membuat lagi portofolio di investasi reksa dana kita? Artinya kita membeli reksa dana dari beberapa perusahaan, juga dengan jenis yang berbeda dan jumlah yang proporsinya juga berbeda? 


Saya kasi perumpamaan sederhana, sebuah perusahaan kecil menggaji seorang karyawan untuk menangani semua urusan keuangan perusahaan tadi. Mulai dari pembelian, penjualan dan lainnya. Perjalanan waktu ketika perusahaan makin besar, maka si pemilik menambah orang lain di bagian keuangan untuk “membantu” karyawan tadi dengan membedakan karyawan yang menangani pembelian dan penjualan. Menurut Anda apakah si pemilik tadi memang hanya ingin membantu karyawan yang pertama? Bisa jadi, tapi disebalik itu dia mengurangi risiko kalau si karyawan bisa berbuat curang karena memegang semua keuangan perusahaan dari masuk dan keluar. Jadi penambahan karyawan untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi. 


Nah menurut Anda apakah reksa dana sama seperti karyawan tadi? Begini, ketika investasi Anda dikelola oleh orang lain, maka sebaiknya Anda membuat portofolio untuk mengurangi risiko. Si pengusaha menambah karyawan karena keuangan perusahaannya dipegang orang lain. Investor saham membeli beragam saham karena dia membeli saham perusahaan yang dikendalikan orang lain bukan dirinya. Nah reksa dana juga sama, dana kita dikelola oleh manajer investasi yang pastinya memiliki strategi, kondisi dan cara yang berbeda-beda dalam menjalankan bisnisnya. Jadi ketika uang Anda dikelola orang lain, maka sebaiknya Anda membuat portofolio atau tidak tergantung pada 1 produk, 1 perusahaan dan 1 pengelola saja. 


Di www.poems.co.id terdapat racikan reksa dana yang bisa Anda pilih dan disesuaikan dengan tujuan investasi Anda. Bila tujuan kita jangka panjang maka prioritas utama investasi  harus di reksa dana saham, bila menengah sebagian besar ke pendapatan tetap atau indeks dan bila pendek sebagian besar ke reksa dana pasar uang. Perusahaan pemilik produk juga berbeda-beda. Bukan berarti memilih semua produk diperusahaan yang sama jelek, namun untuk mengurangi risiko hal itulah yang sebaiknya dilakukan. Karena kita harus sadar bahwa setiap perushaan juga memiliki keahlian berbeda dalam mengelola dana kan. 


X

Featured Post


Millenial Ngga Bisa Beli Rumah? HOAX....

Selasa, 13 November 2018


Hati-Hati Hoaks Investasi

Selasa, 09 Oktober 2018


Investment Habit

Rabu, 12 September 2018


Memilih Wakil . . .

Jumat, 10 Agustus 2018


Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Senin, 09 July 2018


Membangun Negara dengan THR

Kamis, 07 Juni 2018


Diskon.. Diskon..

Jumat, 11 Mei 2018


Produk Investasi Bukan Spekulasi

Kamis, 12 April 2018


3 Strategi Dasar Berinvestasi

Senin, 12 Maret 2018


Reksa Dana Untuk Pensiunmu

Selasa, 20 Februari 2018


Investasi Terbaik di Tahun 2018

Senin, 11 Desember 2017


3 Anggapan Salah Tentang Reksa Dana

Selasa, 14 November 2017


4 Trik Awal Memulai Investasi

Selasa, 10 Oktober 2017


4 Kebiasaan Buruk Yang Membuat Anda Gagal Berinvestasi

Senin, 11 September 2017


Rugi dan Potensi Rugi

Senin, 10 July 2017


X