Artikel - Ahli

4 Kebiasaan Buruk Yang Membuat Anda Gagal Berinvestasi

Artikel Tanggal: Senin, 11 September 2017


Dalam perencanaan keuangan, investasi merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk mempersiapkan masa depan. Saat ini hampir semua orang sadar dengan pentingnya investasi. Kenyataan bahwa seseorang akan mencapai masa tidak produktif, nilai uang yang terus turun dan kebutuhan yang selalu tetap ada di masa depan menjadi beberapa alasan di samping kesadaran bahwa sumber penghasilan bisa menurun. 

Namun niat baik tidak selalu bisa dilakukan dengan baik pula. Ada beberapa kebiasaan buruk yang kita lakukan ternyata bisa menghambat investasi: 

Menunda

“masih lama kok pensiun saya" atau "ah, besok masih gajian lagi” adalah beberapa kata yang sering diucapkan untuk menunda melakukan investasi. Banyak orang tanpa sadar sudah melewatkan banyak kesempatan karena penundaan untuk memulai atau melakukan investasi. Bila kita 10 tahun lalu bisa menyisihkan sebesar Rp 100.000 saja dan dimasukkan ke produk reksa dana saham yang memberi hasil 17% per tahun, maka uang Rp100.000 tadi sudah menjadi sekitar Rp 450.000,-  lumayan kan, dibandingkan dengan uang tersebut ternyata hilang untuk konsumsi 10 tahun lalu.

Sisa

Kebiasaan kita selanjutnya dalam investasi adalah sisa atau menyisakan. Penghasilan memang ada, namun bukan menjadi prioritas untuk dialokasikan bagi investasi. Akibatnya konsistensi dalam mencapai tujuan investasi pun hilang. Melakukan investasi dari dana sisa pasti lebih susah karena sifat pengeluaran yang tidak terbatas. Akibatnya berapa saja penghasilan sangat berpotensi untuk habis. Jadi nggak heran sering terjadi bulan ini bisa, bulan depan lewat dan seterusnya.. Oleh karenanya dalam investasi selalu ditekankan untuk sisih bukan sisa, jadi membuat porsi investasi menjadi sama dengan biaya atau pengeluaran. Sehingga sisih pasti jumlahnya selalu sama dan dilakukan di awal bukan di akhir. 

Belajar

Investasi memang bukan hal mudah, perlu sedikit ilmu dan belajar untuk melakukannya. Belum lagi di tambah dengan banyaknya kasus penipuan dan investasi bermasalah alias bodong, jadi ngga heran dalam melakukan investasi sifat kehati-hatian dan belajar terlebih dahulu sebelum investasi memang sangat dianjurkan. Namun tentunya belajar juga ada batas dan waktunya. Bila belajar tadi akhirnya membuat Anda hanya sebagai pengamat yang mengerti dan tidak sebagai pelaku maka sia-sia juga belajarnya. Action penting dalam investasi. Risiko memang ikutan dari tindakan kita tadi. Namun bukan berarti jadi penghambat dan ditakuti, kita bisa memperkecil risiko dengan memperkecil jumlah investasi kita sambil terus belajar mengenai produk tersebut. Reksa dana saat ini bisa dimulai dengan angka Rp 100.000 - Rp 500.000,- saya kira cukup terjangkau karena nilainya setara dengan segelas kopi atau parfum yang biasa kita pakai. Jadi belajar boleh, namun lakukan proses tadi sambil action sebab waktu tidak dapat diulang.

Hanya Investasi

Nah ini yang terakhir, sudah melakukan investasi namun tidak melakukan prosesnya dengan benar. Investasi adalah proses, dalam salah satu step prosesnya adalah evaluasi secara periodikal. Sama seperti sekolah, kita juga diharuskan untuk menjalani ujian sebagai bagian dari proses pembelajaran kita. Bila Anda hanya setor uang ke produk reksa dana, dan tidak memonitor perkembangannya dibandingkan dengan tujuan yang ingin dicapai, maka belum sempurna proses investasi kita. Lakukan evaluasi berkala, bandingkan dengan produk lain atau pasar yang ada dan buat penilaian terhadap produk kita tadi apakah baik, biasa saja atau bahkan buruk.

Reksadanaku.com memiliki banyak produk reksa dana dan fitur menarik yang membantu kita melakukan investasi. Produk beragam untuk pembanding, prospektus produk untuk mempelajari produk dengan lebih detil dan saran dan portofolio para ahli sampai dengan bebas biaya transaksi yang membuat investasi kita optimal adalah kelebihan yang ditawarkan kepada kita untuk bisa memulai investasi. Jadi untuk masa depan kita nggak ada kata lain selain action untuk mencapainya dengan investasi.

X

Featured Post


Memilih Wakil . . .

Jumat, 10 Agustus 2018


Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Senin, 09 July 2018


Membangun Negara dengan THR

Kamis, 07 Juni 2018


Diskon.. Diskon..

Jumat, 11 Mei 2018


Produk Investasi Bukan Spekulasi

Kamis, 12 April 2018


3 Strategi Dasar Berinvestasi

Senin, 12 Maret 2018


Reksa Dana Untuk Pensiunmu

Selasa, 20 Februari 2018


Investasi Terbaik di Tahun 2018

Senin, 11 Desember 2017


3 Anggapan Salah Tentang Reksa Dana

Selasa, 14 November 2017


4 Trik Awal Memulai Investasi

Selasa, 10 Oktober 2017


Portofolio Reksa Dana, Perlukah?

Senin, 07 Agustus 2017


Rugi dan Potensi Rugi

Senin, 10 July 2017


Berkah Ramadhan

Jumat, 16 Juni 2017


Reksa Dana Sebaiknya Beli Dimana ?

Jumat, 26 Mei 2017


Tips Menggunakan Reksa Dana Sebagai Sarana Investasi

Kamis, 16 Maret 2017


X