Artikel - Ahli

3 Anggapan Salah Tentang Reksa Dana

Artikel Tanggal: Selasa, 14 November 2017


Reksa dana sebagai investasi memang sudah mulai dikenal banyak oleh masyarakat. Produknya yang bisa dikatakan lengkap, risiko yang terdiversifikasi karena merupakan portofolio dan kenyamanan karena adanya Manajer Investasi sebagai professional yang mengelola adalah beberapa kelebihan yang ditawarkan reksa dana. 

Terlebih setelah adanya unitlink yang mana merupakan produk asuransi yang menyertakan reksa dana sebagai tambahan fitur didalam produknya, membuat kepopuleran reksa dana makin berkibar. 

Namun walaupun demikian tetap masih ada saja anggapan yang salah tentang reksa dana dalam benak masyarakat. Sebagian mungkin karena namanya, sebagian juga mungkin karena produknya dan mungkin saja karena alasan lainnya. Tiga diantaranya adalah :


1. Reksa dana sama dengan deposito memberi hasil tetap

Memang tidak bisa disalahkan bila sebagian masyarakat berpikiran demikian. Jenis reksa dana cukup beragam, diantaranya adalah reksa dana pendapatan tetap. Dari namanya kesan bahwa memberi hasil tetap sangat melekat didalamnya. Sehingga tidak salah bila investor yang belum mengerti menganggapnya demikian. Reksa dana pendapatan tetap adalah reksa dana yang asset kelolaannya adalah produk yang memberi hasil tetap. Dalam hal ini adalah jenis obligasi atau surat utang dan sejenisnya. Obligasi memang memberikan hasil tetap berupa kupon yang dibayarkan periodik dan jumlahnya tetap. Namun kenapa nilai asset reksa dana pendapatan tetap tidak tetap? Karena obligasi juga memiliki harga pasar yang bisa naik dan turun sesuai dengan kondisi terkini. Oleh karenanya pertumbuhan assetnya bisa naik dan bisa juga turun bergantung dari kondisi pasar. Jadi pendapatan tetap dalam reksa dana pendapatan tetap adalah produk kelolaan yang memberi hasil tetap, bukan reksa dananya yang memberi hasil tetap. 

2. Reksa dana adalah produk bank dan dijamin 

Reksa dana memang banyak terdapat di bank. Beberapa bank bahkan menjual produk reksa dana yang sangat beragam dan sangat benyak. Jadi tidak heran masyarakat menyangka itu adalah produk bank yang juga dijamin seperti produk bank lainnya. Maaf Anda salah. Reksa dana bukan produk bank, dan tentunya tidak ada jaminan atas produk itu oleh LPS selayaknya produk bank. Bank hanya berperan sebagai agen penjual yang menjualkan produk saja. Ia tidak mengelola assetnya dan tidak pula bertanggung jawab atas produk tadi. Namun sebagai lembaga keuangan yang kredibel, pastinya bank tidak akan menjual produk reksa dana sembarangan. Walaupun mereka tidak bertanggung jawab bukan berarti mereka tidak akan terkena masalah bila reksa dana yang dijual adalah reksa dana yang buruk. Jadi walaupun bukan produk bank, bukan berarti dia adalah produk yang tidak dipertanggung jawabkan oleh bank ketika menjualnya. 

3. Reksa dana murni dan reksa dana di asuransi sama saja

Seperti disebutkan di atas, sejak ada unitlink sebagai produk asuransi dengan tambahan manfaat investasi yang juga berupa reksa dana, banyak yang beranggapan membeli reksa dana murni melalui MI langsung, bank atau sekuritas dengan membeli asuransi adalah sama. Benar tapi tidak tepat. Benar karena memang 100% keduanya adalah reksa dana namun bukan berarti tepat karena investasi reksa dana murni dan reksa dana dalam asuransi memiliki perbedaan dalam hal fleksibilitas. Dalam investasi, fleksibilitas dibutuhkan bila kita berperan sebagai investor aktif, dimana kita memantau dan mengikuti benar perkembangan produk investasi kita. Nah di asuransi yang memiliki reksa dana, kita tidak bisa se-fleksibel apabila memiliki asuransi yang murni, karena pilihan produk reksa dana yang terbatas sehingga ketika pengelola atau MI tidak bisa memberikan performa bagus, kita tidak bisa berbuat lain selain pasrah menerima keadaan yang ada. Dan ini berbeda ketika kita memiliki reksa dana murni. 


Mengerti dan mengenal produk investasi dengan baik adalah keharusan bila kita ingin mengorbankan dana kita untuk tujuan investasi. Jadi pelajari dengan lebih dalam sebelum melangkah adalah jalan terbaik mengurangi risiko kerugian. Optimalkan dengan membaca informasi mengenai investasi reksa dana di www.reksadanaku.com untuk mengasah keahlian dan ilmu kita tentang reksa dana.