Artikel - Ahli

3 Strategi Dasar Berinvestasi

Artikel Tanggal: Senin, 12 Maret 2018



Berinvestasi saat ini merupakan salah satu kebutuhan. Tantangan masa depan yang semakin kompleks, kondisi keuangan yang tidak lagi bisa dengan mudah diantisipasi dan diprediksi menjadi alasan pentingnya melakukan investasi.

Berbeda dengan utang yang bisa menyelesaikan masalah jangka pendek namun memberatkan di masa depan, investasi menjanjikan keamanan dimasa depan walaupun mungkin sedikit menyakitkan di awal tindakan.

Banyak sekali orang ingin melakukan investasi, namun keinginan tadi hanya sekedar menjadi sebuah keinginan tanpa menjadi sebuah action yang real. Alasan demi alasan seolah membenarkan kegagalan tadi. Namun sebenarnya komitmen dan niat yang kuat menjadi kunci utama keberhasilan melakukan investasi.

Walaupun mungkin sederhana, strategi berinvestasi ini terbukti menjadi penggerak untuk melakukan investasi.

1.      Memiliki Tujuan

Kenapa investasi saya susah dimulai? Banyak sekali kendala yang membuat niat investasi saya tidak pernah terealisasi. Banyak sekali orang melakukan investasi dengan menyisihkan penghasilan yang diperolehnya secara rutin. Ini merupakan sesuatu tindakan yang baik. Namun ketika ditanya untuk apa investasi tersebut? Kenapa jumlahnya sebesar itu yang disisihkan, dan berapa target yang ingin didapat? Mereka tidak bisa menjawabnya dengan tegas selain “ya daripada enggak ada, lebih baik sedikit tapi ada”. Sekali lagi saya katakan hal itu tidak salah sama sekali. Namun hal ini juga yang sering membuat investasi tidak menarik, karena tujuannya yang tidak jelas, membuat investasi tadi menjadi dana yang seolah-olah bisa digunakan untuk apa saja. Jadi di tengah jalan boleh digunakan, tidak ada target yang harus dicapai dan evaluasi terhadap perkembangannya. Jadi mulai sekarang tentukan tujuan. Contohnya 1 juta rupiah per bulan di produk reksa dana saham untuk pendidikan anak dengan target 300 juta untuk 15 tahun ke depan.

 

2.      Fokus Pada Tujuan

“Wahhh reksa dana saya hari ini turun 2%, bagaimana ini???” kalimat ini pernah saya terima di aplikasi chat yang dikirimkan oleh klien kepada saya. Walaupun saya enggak melihat wajahnya, saya bisa menduga muka masam yang ditampilkan bersamaan dengan dikirimkannya tulisan tadi. Memang saran saya untuk masuk ke produk tadi untuk tujuan pendidikan anaknya. Dan benar juga memang produk tersebut turun 2% hari itu karena hari sebelumnya IHSG juga jatuh cukup dalam. Tapi produk tadi kan baru di ambil 1 minggu lalu, dan  klien tadi akan menggunakannya 12 tahun ke depan karena anaknya saat ini berusia 4 tahun. Masalahnya, 564 minggu kedepan atau 12 tahun lagi seharusnya tidak bisa diukur kegagalan dan keberhasilannya dengan 1 minggu saat ini. Cobalah fokus ke 500 minggu ke depan, memang 1 minggu bisa memperlambat pencapaian hasil, tapi kan bisa dikejar dalam 500-an minggu ke depan. Dengan fokus dan evaluasi yang tepat terhadap produknya secara berkala, hasil yang baik pasti bisa dicapai.

 

3.      Tetap Konsisten

Apa yang membedakan seorang pelari maraton dan 100 meter? Kecepatan dan konsistensi. Seorang pelari 100 meter, berkonsentrasi untuk mencapai tujuannya secepat mungkin dengan waktu yang ringkas. Sehingga mereka akan konsisten untuk memacu tenaganya sebesar-besarnya untuk menyelesaikan 100 meter tadi. Seorang pelari maraton tidak demikian, mereka berkonsentrasi bagaimana agar mereka bisa tetap menyelesaikan 42 kilometer, artinya 100 x 400 meter. Tujuan yang berbeda dan membutuhkan konsistensi yang berbeda pula. Pelari jangka pendek akan fokus secepatnya menyelesaikan sehingga semua tenaga diakumulasikan ke 100 meter tadi, sedangkan pelari maraton membagi seluruh tenaganya untuk mencapai 42 kilometer perjalanannya. Jadi konsistensi maraton lebih berat daripada pelari cepat, namun dengan sumberdaya yang mungkin tidak se-total pelari cepat. Karenanya untuk sebuah keberhasilan investasi jangka panjang, maka konsistensi adalah kunci keberhasilan mencapai garis finish.

Kegagalan investasi memang bisa diakibatkan banyak alasan. Salah satunya adalah strategi dalam menjalankannya. Strategi yang tepat dan bisa dijalankan membuat sebuah perjalanan investasi tidak menjadi perjalanan tanpa arah namun juga menyenangkan. 

X

Featured Post


Millenial Ngga Bisa Beli Rumah? HOAX....

Selasa, 13 November 2018


Hati-Hati Hoaks Investasi

Selasa, 09 Oktober 2018


Investment Habit

Rabu, 12 September 2018


Memilih Wakil . . .

Jumat, 10 Agustus 2018


Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Senin, 09 July 2018


Membangun Negara dengan THR

Kamis, 07 Juni 2018


Diskon.. Diskon..

Jumat, 11 Mei 2018


Produk Investasi Bukan Spekulasi

Kamis, 12 April 2018


Reksa Dana Untuk Pensiunmu

Selasa, 20 Februari 2018


Investasi Terbaik di Tahun 2018

Senin, 11 Desember 2017


3 Anggapan Salah Tentang Reksa Dana

Selasa, 14 November 2017


4 Trik Awal Memulai Investasi

Selasa, 10 Oktober 2017


4 Kebiasaan Buruk Yang Membuat Anda Gagal Berinvestasi

Senin, 11 September 2017


Portofolio Reksa Dana, Perlukah?

Senin, 07 Agustus 2017


Rugi dan Potensi Rugi

Senin, 10 July 2017


X