Artikel - Ahli

Produk Investasi Bukan Spekulasi

Artikel Tanggal: Kamis, 12 April 2018



Tepat sekitar seminggu yang lalu, dalam sebuah sesi pelatihan pensiun yang saya bawakan, seorang peserta mengeluarkan pendapatnya secara spontan ketika kita membahas produk investasi. Sambil tertawa dia mencontohkan bitcoin sebagai salah satu produk investasi. Dan semua yang lainnya ikut tertawa. 

Setelah sesi pelatihan tadi saya tanyakan kenapa sebagian besar dari peserta tertawa? Mereka bercerita bahwa ada rekan mereka ikut membeli bitcoin beberapa bulan lalu dan sekarang mereka sedang resah karena ternyata nilai bitcoin-nya sudah turun dengan sangat cepat. 

Saya tidak ingin membahas lebih jauh tentang bagaimana bitcoin tadi, atau lebih dalam lagi tentang nasib si karyawan yang membeli bitcoin. Namun satu hal pasti, saya bisa memperkirakan dari cerita, bahwa karyawan yang membeli produk bitcoin tadi tidak mengenal dengan pasti produk yang dia beli.

Jangan Berspakulasi untuk Investasi 

Saya pernah membaca sebuah tulisan di belakang sebuah truk yang berjalan di pantura tulisannya sederhana tapi cukup menarik “Jangan disesali, ditinggal bini karena judi”. Saya enggak tau apa maksud tulisan itu di buat oleh si supir, tapi saya bisa mengartikan bahwa tidak boleh ada penyesalan ketika seseorang menjadi gagal dan susah bahkan kehilangan keluarganya karena judi. Apakah judinya yang salah? Enggak juga sih, tapi kalau kita menggunakan jatah atau porsi uang keluarga, nah itu yang salah. Apalagi sampai menghabiskannya.. 

Memang orang sering sulit membedakan antara spekulasi atau investasi. “Kan hasilnya sama-sama tidak pasti” begitu mungkin anggapan beberapa orang, namun menurut saya Anda melakukan spekulasi dan bukan investasi bila :

1. Tidak memiliki tujuan

Enggak harus kasino dijadikan contoh bahwa itu adalah sebuah spekulasi. Bila Anda membeli sebuah produk properti tapi tidak memiliki tujuan yang jelas, maka Anda juga berspekulasi. Tujuan itu harus detail, berapa lama akan dicapai, berapa nilai yang ditargetkan dan memungkinkan tidak untuk dicapai adalah beberapa syarat sebuah tujuan. Jadi bila Anda membeli properti atau reksa dana hanya membeli tanpa melakukan setting kapan harus terwujud, berapa besar nilainya kelak dan realistis tidak untuk dicapai, maka kita sudah berspekulasi. 


2. Tidak terukur risiko

Semua investasi pasti ada risikonya, namun ketika kita membeli atau mengambil produk dengan tujuan untuk investasi tapi tidak mengukur risiko yang bisa terjadi atau mengabaikn risiko tadi, maka kita berspekulasi. Membeli emas, dengan harapan emas tadi dalam 3 hari kedepan akan naik sebesar 50% dari nilai pembelian memang tidak salah, tapi kita juga harus tahu data bahwa emas memberikan hasil sekitar 15% per tahun rata-rata maka mengharapkan kenaikan dalam 3 hari menjadi lebih tinggi 50% sangat kecil kemungkinannya. Jadi ketika kita mengabaikan tingkat keberhasilannya yang sangat kecil tadi dengan mengharapkan terlalu besar disisi hasil, maka kita sudah berspekulasi. 


3. Tidak mengerti cara

Saya punya pengalaman yang tidak mengenakkan ketika suatu kali berkunjung ke tempat teman dan mencoba sebuah kendaraan roda 2 nya yang masih baru. Kendaraan tadi adalah sebuah motor yang memiliki kapasitas tangki besar dan dikategorikan motor gede. Saya berencana mencoba mengendarainya beberapa putaran, namun yang terjadi di putaran pertama kendaraan tadi sudah terguling karena saya salah dalam penanganannya. Saya bisa mengendarai motor kenapa gagal dengan motor teman saya tadi? Ternyata walaupun mungkin sama sama motor tapi cara penanganan bisa jadi berbeda. Nah ketika kita tidak memperhatikan cara dan hanya fokus ke produknya yang bisa jadi sama, maka kita sudah termasuk berspekulasi. 


4. Tidak tau produk

Anda berkacamata? Kalau iya, minus atau plus? Atau karena hal lain? Nah dalam investasi setiap produk memiliki manfaat yang berbeda-beda. Ketika kita menggunakan produk tapi tidak tahu dan mengerti manfaat serta kegunaannya untuk kita maka kegagalan adalah suatu hal yang hampir pasti terjadi. Memang sih bisa saja enggak gagal, tapi dengan kemungkinan yang sangat kecil. Itulah kenapa Anda disebut berspekulasi. 

Investasi harusnya bukan sebuah spekulasi. Ketika Anda ingin membeli reksa dana sebagai saran investasi, saat ini sangat banyak cara untuk menghindari tindakan investasi tadi menjadi sebuah spekulasi. Dalami web www.reksadanaku.com pelajari bagian-bagiannya dan konsultasikan dengan para ahli sehingga Anda terhindar dari kegaiatan spekulasi. 


X

Featured Post


Memilih Wakil . . .

Jumat, 10 Agustus 2018


Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Senin, 09 July 2018


Membangun Negara dengan THR

Kamis, 07 Juni 2018


Diskon.. Diskon..

Jumat, 11 Mei 2018


3 Strategi Dasar Berinvestasi

Senin, 12 Maret 2018


Reksa Dana Untuk Pensiunmu

Selasa, 20 Februari 2018


Investasi Terbaik di Tahun 2018

Senin, 11 Desember 2017


3 Anggapan Salah Tentang Reksa Dana

Selasa, 14 November 2017


4 Trik Awal Memulai Investasi

Selasa, 10 Oktober 2017


4 Kebiasaan Buruk Yang Membuat Anda Gagal Berinvestasi

Senin, 11 September 2017


Portofolio Reksa Dana, Perlukah?

Senin, 07 Agustus 2017


Rugi dan Potensi Rugi

Senin, 10 July 2017


Berkah Ramadhan

Jumat, 16 Juni 2017


Reksa Dana Sebaiknya Beli Dimana ?

Jumat, 26 Mei 2017


Tips Menggunakan Reksa Dana Sebagai Sarana Investasi

Kamis, 16 Maret 2017


X