Artikel - Ahli

Diskon.. Diskon..

Artikel Tanggal: Jumat, 11 Mei 2018

Financial concept with classic elements Free Vector


Membeli barang dengan harga murah memang menyenangkan, harga pasar yang ditawarkan ternyata lebih rendah dari harga wajarnya menjadikan nilai barang tersebut lebih tinggi daripada harga yang tertera. 

Untuk barang konsumsi, harga diskon membuat kita mendapatkan barang dengan harga murah sehingga kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan barang lain dengan sisa dana yang kita miliki. Misalnya, dalam suatu toko, sebuah buku yang telah kita incar memberikan diskon atau potongan harga 50%. Katakan harga normal buku tadi adalah Rp.50.000,- maka kita cukup mengeluarkan dana Rp.25.000,- untuk mendapatkan buku tersebut. Dan sisa uang sebesar Rp.25.000,- bisa kita gunakan untuk kepentingan lain atau untuk membeli buku lain. 

Diskon di produk Investasi

Namun sayangnya, diskon barang konsumsi memiliki kelemahan, yaitu nilai barang yang kita beli akan turun nilainya seiring waktu. Jadi misalnya buku yang kita beli dengan harga diskon 50% tadi, seiring waktu nilainya akan terus turun dan kemudian habis. Nah berbeda dengan produk investasi, produk investasi juga bisa dijual dengan harga diskon, yaitu ketika harga di pasar lebih rendah dari harga wajar produk investasi tadi. Berbeda dengan produk konsumsi, produk investasi selain mendapatkan benefit berupa opportunity, kita juga mendapatkan unrealized return atau hasil yang belum direalisasikan karena harga dari barang investasi tadi akan naik menuju nilai wajarnya. Misalnya seperti saat ini, pasar modal kita sedang turun. Dalam 3 bulan sejak Februari, IHSG telah kehilangan tenaganya lebih dari 15%. Dari nilai 6.700 di februari, menjadi 5.700 di Mei ini. Maka banyak yang mengatakan bahwa pasar saham saat ini sedang diskon. Bila pasar saja turunnya sudah 15% maka tidak heran bila saham-saham yang termasuk di dalamnya ada yang memberi hasil lebih kecil dari 15% namun banyak juga yang memberi hasil lebih dari 15%. Sama seperti produk konsumsi, kita mendapatkan opportunity dalam penggunaan dana kita karena diskon 15%-nya bisa digunakan untuk membeli barang lain atau mendapatkan barang lebih banyak. Nah selain itu, karena kita membeli dengan harga lebih rendah, maka ketika pasar kembali ke semula kita akan mendapatkan keuntungan itulah opportunity return. Dari lebih 20 tahun perjalanan bursa kita, setelah turun, pasar selalu naik bahkan melebihi harga terakhir tertingginya. 

Bagaimana memilih..? 

Pertanyaan lanjutannya adalah apakah semua saham atau reksa dana saham tersebut murah dan akan naik ketika pasar pulih? Mungkinkah terjadi saham atau reksadana saham tadi sebenarnya bukan murah tapi harganya rendah? Karena bila harganya rendah, maka kemungkinan akan naik ketika pasar pulih lebih kecil bahkan mungkin tidak naik. Yah sama seperti barang diskon, diberi angka diskon 70% pun tidak akan ada yang membeli atau mengambil bila dirasa harga diskonnya pun sudah mahal. 

Jadi bagaimana memilih barang diskon dan bukan barang harga rendah ?

1. Historis

Pelajari sejarah dari saham atau reksa dana tadi, apakah sebelum pasar turun harganya di atas saat ini ketika pasar turun? Bila iya, maka kemungkinan besar memang produk tadi adalah produk diskon bukan produk harga rendah. 


2. Searah dan sejalan

Cara kedua, mungkin sedikit lebih sederhana, dilihat saja apakah pergerakannya sama dengan gerakan pasar. Misalnya ketika IHSG seperti sekarang sedang turun 15% apakah dia juga ikut turun sama 15% juga atau bahkan lebih? Bila iya, layak untuk jadi perhatian. 


3. Si Koki

Terakhir, untuk produk reksa dana saham, coba perhatikan si koki yaitu manajer investasinya, apakah mereka memilih produk saham sesuai dengan pasar? Atau bahasa kerennya berkorelasi dengan pasar? Memang sih bisa terjadi saat pasar turun, reksadana malah naik. Namun saya pribadi menghindari produk ini karena agak mengherankan saat semua turun kok dia bisa naik. Namun bila produk si Manajer Investasi tadi juga turun namun turunnya tidak lebih dalam dari penurunan pasar, mungkin manager investasi ini bisa jadi kandidat. 

Selalu ada peluang ketika pasar diskon. Namun siapkah kita ikut serta didalamnya? Atau kita terlambat lagi… ?


X

Featured Post


Hati-Hati Hoaks Investasi

Selasa, 09 Oktober 2018


Investment Habit

Rabu, 12 September 2018


Memilih Wakil . . .

Jumat, 10 Agustus 2018


Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Senin, 09 July 2018


Membangun Negara dengan THR

Kamis, 07 Juni 2018


Produk Investasi Bukan Spekulasi

Kamis, 12 April 2018


3 Strategi Dasar Berinvestasi

Senin, 12 Maret 2018


Reksa Dana Untuk Pensiunmu

Selasa, 20 Februari 2018


Investasi Terbaik di Tahun 2018

Senin, 11 Desember 2017


3 Anggapan Salah Tentang Reksa Dana

Selasa, 14 November 2017


4 Trik Awal Memulai Investasi

Selasa, 10 Oktober 2017


4 Kebiasaan Buruk Yang Membuat Anda Gagal Berinvestasi

Senin, 11 September 2017


Portofolio Reksa Dana, Perlukah?

Senin, 07 Agustus 2017


Rugi dan Potensi Rugi

Senin, 10 July 2017


Berkah Ramadhan

Jumat, 16 Juni 2017


X