Artikel - Ahli

Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Artikel Tanggal: Senin, 09 July 2018



Investasi memang identik dengan naik dan turun. Berbeda dengan tabungan dan simpanan dimana pokok aset kita bisa bertahan jumlahnya, di investasi jumlah dan nilai aset kita bisa menurun seiring dengan kondisi pasar. Kurs kita sudah menuju Rp.14.500 dalam beberapa waktu terakhir. IHSG sebagai indikator pasar saham menunjukkan kecenderungan yang tidak berbeda jauh. Menurun dibandingkan awal tahun 2018, artinya mereka yang menginvestasikan dananya di awal tahun ini, dan mendiamkannya sampai saat ini bisa merasakan bagaimana nilai investasi tadi turun dan berpotensi rugi bila direalisasikan dengan pencairan investasi tadi. 
Sekali lagi harus diingat, investasi memberikan potensi kerugian bukan real kerugian sepanjang kita tidak mengeksekusi kerugian tadi. Sebagai contoh mudah, ketika Anda masuk di investasi reksa dana saham awal tahun kemarin dan saat ini melihat di laporan bulanan yang dikirimkan nilai investasi Anda minus, maka itu hanya penurunan nilai di atas kertas dan tidak akan menjadi kerugian bila kita tidak merealisasikannya dengan menjual kepemilikan kita. Jadi mudahnya, untuk mereka yang sudah memiliki investasi dan nilainya turun saat ini, itu bukan sebuah kerugian sepanjang Anda tidak latah menjadikannya kerugian yang sebenarnya.
Tapi kalau turun ya sama aja percuma dong investasi kita nyesel juga sudah investasi. 
Nah disini pentingnya kita kembali ke basic pelajaran investasi, agar kita tidak percuma melakukan investasi. Hal yang sebaiknya Anda lakukan bila kondisi seperti saat ini adalah :

1. Tidak panik
Hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah tidak panik dan menyalahkan siapapun. Menyalahkan pihak lain selain diri Anda tidak akan mengurangi dan merubah apapun terhadap investasi yang Anda lakukan. Renungkan lagi alasan Anda memilih produk investasi tadi dan analisa sebesar apa risiko-risiko yang harus Anda tanggung. Artinya, kalau Anda enggak cairkan investasi yang potensi rugi tadi menjadi kerugian, apa sih risiko terburuknya? Bila ternyata tidak harus dicairkan kenapa harus cair. Percayalah, pasar enggak akan selalu turun dan rugi bukanlah suatu yang abadi. 

2. Kembali ke Tujuan
Setelah Anda bisa mengendalikan kepanikan Anda dan tidak tergoda untuk ambil keputusan seperti orang lain, cobalah untuk kembali diingat tujuan Anda memilih produk tersebut. Reksa dana saham, adalah produk jangka panjang, bukan untuk dicairkan segera. Jadi seharusnya penurunan saat ini tidak menjadi masalah serius apalagi untuk mereka yang baru masuk di awal tahun. Nah masalahnya bagaimana bila salah? Seharusnya untuk jangka pendek, Anda berspekulasi masuk ke jangka panjang. Ya sederhana saja, jangan ulangi kesalahan yang sama. Jangan berspekulasi dengan masuk lagi ke reksa dana saham dan berharap dalam jangka pendek pasar berbalik serta merubah kerugian Anda jadi keuntungan. Mending sementara masuk ke produk risiko rendah seperti Reksa dana pasar uang misalnya, untuk meredam potensi kerugian Anda agar tidak semakin dalam. 

3. Melihat sisi Positif
Pernah baca cerita tentang gelas yang diisi air setengah? Sebagian orang menyebutnya setengan kosong dan sebagian lagi setengah isi. Nah dalam situasi yang sama, selalu ada 2 persepsi dan pandangan berbeda tiap orang terhadap fenomena yang terjadi. Sama seperti saat ini, ada orang yang selalu berhitung kerugian yang dideritanya walaupun itu adalah sebuah potensi bukan kerugian real, dibandingkan membayangkan potensi keuntungannya yang sebenarnya juga ada. Bila anda saat ini melihat kerugian di atas kertas 30% dan fokus pada  angka tersebut, kenapa enggak berusaha untuk merubahnya menjadi keuntungan atau minimal tidak rugi? Jadi daripada menyesali kenapa enggak action dengan menambah investasi Anda? Kelebihan reksa dana adalah dengan adanya penurunan nilai ,dan Anda menambah investasi Anda maka Anda akan mendapatkan unit lebih banyak. Artinya potensi keuntungan akan anda dapatkan ketika pasar berbalik. Jadi daripada sibuk ikut-ikutan bahas penurunan, kenapa enggak berpikir peluang untung ketika naik. 

4. Optimis tetap lebih baik dari menyesal
Akhirnya, penyesalan yang Anda lakukan tidak memberikan perubahan apapun. Ejekan atau cemoohan orang tentang investasi Anda yang turun juga tidak akan membuat orang yang mengejek Anda akan membantu kondisi keuangan Anda. Yakinlah perjalanan masih panjang dan kondisi ngga akan terus turun. Seperti sebuah perjalanan, ada naik dan turun, tapi tetap yakin bahwa perjalanan tadi mengantar Anda mencapai tujuan yang ingin dituju. Itu adalah sikap optimis yang harus kita tanamkan pada investasi kita.

X

Featured Post


Membangun Negara dengan THR

Kamis, 07 Juni 2018


Diskon.. Diskon..

Jumat, 11 Mei 2018


Produk Investasi Bukan Spekulasi

Kamis, 12 April 2018


3 Strategi Dasar Berinvestasi

Senin, 12 Maret 2018


Reksa Dana Untuk Pensiunmu

Selasa, 20 Februari 2018


Investasi Terbaik di Tahun 2018

Senin, 11 Desember 2017


3 Anggapan Salah Tentang Reksa Dana

Selasa, 14 November 2017


4 Trik Awal Memulai Investasi

Selasa, 10 Oktober 2017


4 Kebiasaan Buruk Yang Membuat Anda Gagal Berinvestasi

Senin, 11 September 2017


Portofolio Reksa Dana, Perlukah?

Senin, 07 Agustus 2017


Rugi dan Potensi Rugi

Senin, 10 July 2017


Berkah Ramadhan

Jumat, 16 Juni 2017


Reksa Dana Sebaiknya Beli Dimana ?

Jumat, 26 Mei 2017


Tips Menggunakan Reksa Dana Sebagai Sarana Investasi

Kamis, 16 Maret 2017


Upah Di Atas UMR Sedikit dan Memiliki Utang, Bagaimana Mengelola Keuangannya?

Rabu, 18 Januari 2017


X