Artikel - Ahli

Lima Tantangan Berinvestasi bagi Milenial

Artikel Tanggal: Kamis, 13 Desember 2018

    Berinvestasi adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari perencanaan keuangan seseorang. Dalam perencanaan keuangan, investasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses mencapai kemakmuran seseorang, karena investasi sendiri merupakan salah satu tindakan untuk mencapai kemakmuran di masa depan.

     

   Seseorang yang berinvestasi pastinya mengharapkan suatu hasil yang lebih baik di masa depan. Harapan tadi tergambar dalam tujuan yang ingin dicapai oleh para investor. Bila berbicara mengenai investasi, saat ini banyak yang mendengungkan seberpengaruh apa generasi milenial terhadap perekonomian dan dunia pasar modal, khususnya di Indonesia. Maka dikenal pula lah istilah investor milenial. Investor milenial adalah investor muda yang memiliki kemampuan, waktu dan kesempatan untuk mencapai hal-hal tersebut. Harus diakui, saat ini terdapat banyak sekali produk investasi yang dirancang khusus untuk milenial yang bisa menjadi pilihan, di samping produk investasi tradisional yang juga tidak kalah “greget” pastinya.


    Peer to peer landing, crowd­funding, dan social investment adalah beberapa produk yang dirancang untuk milenial, yang mungkin sedang tumbuh saat ini. Namun reksa dana, saham, obligasi, emas dan beberapa produk investasi tradisional lainnya masih tetap memperlihatkan kejayaannya, walaupun adanya gempuran produk investasi untuk milenial yang telah disebutkan di atas.


    Banyak pilihan bukan berarti makin mudah, karena di sisi lain justru ada tantangan berbeda bagi kaum milenial yang membuat rencana investasi hanya menjadi rencana, bahkan mungkin saja menjadi kegagalan. Tantangan ini bila tidak diketahui dan diantisipasi, bisa menjadi penghancur investasi kaum milenial dan menimbulkan perasaan trauma bagi mereka yang gagal.  

1.  Dominasi Keinginan

Kita mulai dengan membahas dari dalam. Setiap orang memiliki keinginan, sebab dengan keinginan itu orang termotivasi untuk tumbuh dan lebih baik. Ingin punya mobil lebih baik, baju dengan merk tertentu, dan makan di salah satu rumah makan mewah adalah hal wajar sepanjang memang sesuai kemampuan dan tidak terus menerus. Namun ketika keinginan tadi dilakukan secara terus menerus, dan itu adalah keinginan konsumtif, jangan heran jika investasi menjadi gagal karena dana investasi habis oleh keinginan konsumtif tadi.


 


2.  Pergaulan Konsumtif

Kelebihan di zaman milenial saat ini adalah kita bisa bergaul dimana saja. Bersosial pun lebih banyak dilakukan melalui gadget. Dengan perangkat PC atau tablet dan handphone saja, kita sudah bisa bergaul. Masalahnya adalah, pergaulan tadi akan memberi dampak yang positif atau negatif? Seringkali pergaulan itu justru membuat kita menjadi sangat konsumtif. Misal foto mobil baru teman yang membuat kita ingin memiliki hal yang sama, foto restoran mewah yang menjadikan kita rela berhutang hanya untuk terlihat eksis, atau perjalanan travel mahal agar dikagumi oleh teman-teman kita walaupun itu mengorbankan tabungan pendidikan anak. Jadi ada kemungkinan pergaulanmu akan membuat rencana investasimu gagal kan?

 

3.  E-commerce

Harus diakui, belanja memang lebih menyenangkan daripada berinvestasi. Bayangkan dengan uang yang sama, Anda akan mendapatkan barang atau jasa yang langsung bisa dinikmati saat ini dan bukan besok atau tahun depan, bahkan bisa jadi 10 tahun lagi. Jadi hati-hati dengan kebiasaan belanjamu, jangan sampai malah menghancurkan masa depanmu.

 

4.  Instant Debt

Mau uang cepat? Saat ini uang rasanya sangat mudah didapat, termasuk dalam berhutang. Pada 20 tahun lalu, hanya sedikit orang yang diberikan keistimewaan untuk bisa memiliki kartu kredit, yaitu kartu sakti yang bisa membuat kita tidak harus membayar dulu barang yang kita konsumsi. Tapi saat ini, tawaran itu sangat mudah kita temui dan dengan mudah pula persetujuannya diberikan. Ingat, hutang berlebihan membuat investor gagal dalam kegiatan investasinya, lho.

 

5.  Hoax Investment

Kecepatan dan kebebasan informasi mendatangkan kebaikan dan juga keburukan. Salah satunya adalah investasi. Saat ini sangat banyak tawaran investasi yang memberikan janji hasil besar dan cepat. Kemajuan teknologi saat ini, membuat tawaran hoax tadi jadi lebih cepat sampai ke hadapan kita. Kalau bisa dapat hasil 10% per bulan dalam waktu 1 bulan, kenapa harus tunggu hasil 20% per tahun? Begitu mungkin pemikiran mereka. Ngga salah sih, hanya saja perlu diresapi bahwa dengan tingginya hasil maka tinggi pula risiko dan kegagalannya. Jadi sangat tidak mengherankan banyak orang terjebak di investasi hoax yang awalnya terlihat cantik, tapi akhirnya menyakiti.


     Berinvestasi adalah keharusan, namun memang harus diakui bahwa tantangannya tidak sedikit. Jadi bagi kaum milenial, tantangan dalam berinvestasi harus mampu diatasi, karena masa depan Anda harus Anda ciptakan mulai dari sekarang. 

X

Featured Post


Sadarilah, Hidup Tidak Semudah Film The Avengers

Senin, 20 Mei 2019


Berapa Usia yang Tepat untuk Mulai Investasi?

Selasa, 23 April 2019


Risiko Keuangan bagi Perempuan

Senin, 11 Maret 2019


Salah Memperlakukan Investasi

Rabu, 13 Februari 2019


Empat Tips Dasar Agar Resolusi Bisa Berjalan

Rabu, 16 Januari 2019


Millenial Ngga Bisa Beli Rumah? HOAX....

Selasa, 13 November 2018


Hati-Hati Hoaks Investasi

Selasa, 09 Oktober 2018


Investment Habit

Rabu, 12 September 2018


Memilih Wakil . . .

Jumat, 10 Agustus 2018


Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Senin, 09 July 2018


Membangun Negara dengan THR

Kamis, 07 Juni 2018


Diskon.. Diskon..

Jumat, 11 Mei 2018


Produk Investasi Bukan Spekulasi

Kamis, 12 April 2018


3 Strategi Dasar Berinvestasi

Senin, 12 Maret 2018


Reksa Dana Untuk Pensiunmu

Selasa, 20 Februari 2018


X