Artikel - Ahli

Salah Memperlakukan Investasi

Artikel Tanggal: Rabu, 13 Februari 2019


Investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan, sudah menjadi kesatuan dalam kegiatan keuangan seseorang individu. Kesadaran atas pentingnya mempersiapkan masa depan, kekhawatiran sumber penghasilan yang akan datang, dan risiko keuangan menjadi penyebab pentingnya mengelola keuangan dengan melakukan investasi.

Namun seiring perjalanannya, kegiatan investasi justru dilakukan dengan kebiasaan yang salah sehingga tidak  berjalan dengan benar. Akibatnya harapan hasil yang baik untuk masa depan menjadi tidak terpenuhi.


Berikut beberapa contoh perlakuan yang salah, yang biasanya dilakukan oleh investor dalam melakukan investasi:


1.      Investasi sebagai judi

Melakukan judi adalah ketika kita tidak memiliki tujuan dalam bertindak dan tidak memiliki rencana untuk mencapai tujuan tadi. Dalam berjudi, harapannya hanya satu yaitu semoga bisa untung. Nah investasi berbeda, kita harus memiliki tujuan yang akan dicapai dengan strategi investasi dan alat investasinya. Jadi dengan alat tadi kita berstrategi untuk mencapai tujuan kita.

Mungkin ketika saya menulis hal ini, akan banyak orang yang menyangkal bahwa mereka melakukan investasi sebagai judi. Tapi kalau diteliti lebih jauh, harus diakui banyak investor yang ternyata bukannya berinvestasi namun ternyata masih dalam tahapan judi. Dalam hal ini mereka hanya menyetorkan dana saja tanpa punya tujuan berapa kelak yang akan dicapai, juga tidak mengenal produknya dengan baik dan sekedar ikut-ikutan untuk “investasi”.

 

2.      Investasi sebagai sihir

Anda tahu apa itu sihir? Jawabannya adalah ketika sesuatu yang diharapkan bisa dengan cepat dan tanpa proses bisa terwujud.

Ketika investasi dikabarkan bisa memberikan hasil lebih baik dari produk perbankan, maka ngga heran jika semua orang ingin menggunakan dan melakukan investasi. Namun perlakuan dalam investasi sering salah karena mereka menjadikan investasi sebagai tukang sihir yang bisa menyelesaikan masalah mereka. Ketika ada orang yang bercerita bahwa mereka mendapatkan hasil 18% per tahun, kita juga berharap yang sama namun tanpa mencari tahu bagaimana ia bisa mencapai angka keberhasilan tadi, berapa besar dia mengalami kegagalan sebelumnya, berapa kali prediksi atau pilihannya tidak sesuai, serta berapa lama dia harus belajar untuk keberhasilannya. Kita tidak pernah tau, namun mengharapkan hasil yang sama dengan investor tadi. Ibaratnya investasi adalah ilmu sihir yang bisa merubah semua keinginan kita dengan cepat tanpa harus berproses.

 

3.      Investasi sebagai benda keramat

Anda tau apa itu benda keramat? Benda keramat adalah benda yang disakralkan sehingga kita tidak boleh mengusiknya sama sekali. Banyak orang memperlakukan investasi mereka sama seperti itu. Menyimpannya dan tidak pernah sama sekali menjenguk atau melihatnya. Memang benar investasi itu jangka panjang, tapi bukan berarti investasi adalah benda yang ngga diperhatikan sama sekali. Walaupun berpotensi untuk naik, bukan berarti tidak berpotensi untuk turun, lho. Jadi itulah pentingnya memiliki tujuan dalam investasi agar kita memiliki acuan untuk mengawasi investasi kita dan melakukan evaluasi. Investasi seharusnya bekerja untuk kita. Itulah kenapa kita perlu melakukan evaluasi berkala, bukan hanya didiamkan semata seperti benda keramat.

 

4.      Investasi sebagai dewa yang sempurna

“Investasi harus untung, dan ngga boleh rugi”

Ini adalah anggapan yang salah dalam investasi. Tidak semua investasi memberikan hasil tetap. Kalaupun memberi hasil tetap. Biasanya tidak terlalu besar hasilnya. Namun ketika mengharapkan hasil besar, maka risiko yang menyertai juga harus diterima sebagai konsekuensi yang tidak boleh ditinggalkan. Investasi berpotensi memiliki hasil tinggi disertai juga dengan risiko tinggi. Artinya kemungkinan hasil menyimpang dari yang diharapkan adalah besar, sebesar harapan kita untuk hasil tadi.

Jadi ketika investor mengharuskan bahwa investasi harus untung dan ngga boleh rugi, maka dia sudah menyalahi kodrat dari investasi itu sendiri. Ketika kita siap berinvestasi maka harus siap juga dengan risiko yang menyertai. Artinya selalu akan ada penyimpangan dari harapan kita yang disebut dengan risiko. Jadi investasi bukanlah dewa yang sempurna dan pasti memberi hasil sesuai harapan, risiko sebagai sisi lain yang menyertai juga harus siap kita terima sebagai konsekuensi harapan tadi.

 

Selamat memulai investasinya, dan jangan salah memperlakukan investasimu ya, Sahabat Rendra.

X

Featured Post


Sadarilah, Hidup Tidak Semudah Film The Avengers

Senin, 20 Mei 2019


Berapa Usia yang Tepat untuk Mulai Investasi?

Selasa, 23 April 2019


Risiko Keuangan bagi Perempuan

Senin, 11 Maret 2019


Empat Tips Dasar Agar Resolusi Bisa Berjalan

Rabu, 16 Januari 2019


Lima Tantangan Berinvestasi bagi Milenial

Kamis, 13 Desember 2018


Millenial Ngga Bisa Beli Rumah? HOAX....

Selasa, 13 November 2018


Hati-Hati Hoaks Investasi

Selasa, 09 Oktober 2018


Investment Habit

Rabu, 12 September 2018


Memilih Wakil . . .

Jumat, 10 Agustus 2018


Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Senin, 09 July 2018


Membangun Negara dengan THR

Kamis, 07 Juni 2018


Diskon.. Diskon..

Jumat, 11 Mei 2018


Produk Investasi Bukan Spekulasi

Kamis, 12 April 2018


3 Strategi Dasar Berinvestasi

Senin, 12 Maret 2018


Reksa Dana Untuk Pensiunmu

Selasa, 20 Februari 2018


X