Artikel - Ahli

Krisis? Siapa Takut?

Artikel Tanggal: Senin, 14 Oktober 2019


Beberapa waktu belakangan informasi tentang akan terjadinya krisis dunia kembali menjadi perbincangan para ahli ekonomi dan keuangan.

Kekhawatiran terjadinya kekacauan ekonomi seperti tahun 1998 dan 2008 kembali menghantui. Di Indonesia sendiri hal ini ikut mejadi perbincangan seiring adanya pemerintahan baru yang akan dibentuk.

Ketika ekonomi melambat, pertumbuhan tidak sebagaimana mestinya. Lalu bagaimana dengan keuangan dan investasi kita? Katanya sih di saat krisis, investasi yang terbaik adalah di cash atau emas. Benarkah hanya itu? Bila semua memegang cash dengan asumsi rekening bank, bukankah akhirnya bunga bank akan makin turun? Atau kalau semua pegang emas, maka makin naik dong harga emasnya? Penjelasan sederhana saja, karena demand makin banyak maka harga akan ikut naik tinggi.

Sebagai investor cerdas dan pintar, kiat selamat dari krisis tidak harus mengikuti pakem yang telah ada. Banyak sebenarnya produk yang bisa digunakan oleh investor untuk tetap bertahan dan tetap survive di saat krisis. Beberapa produk di bawah ini bisa juga lho dianggap sebagai alternatif pilihan karena secara historis cukup tahan terhadap amukan krisis.


1. Deposito

Produk tradisional keluaran bank ini memang tidak menjadi incaran investor saat ekonomi normal. Tapi disaat krisis, produk ini menjanjikan kepastian keamanan pokok. Sehingga bisa menjamin keamanan cash kita. Jadi risiko di saat krisis akan lebih rendah.

 

2. Obligasi

Obligasi atau surat utang memberi penawaran kepastian pengembalian pokok dan kupon yang tidak berubah. Keistimewaan ini menjadikan produk ini relatif tahan terhadap guncangan turbulensi ekonomi. Terlebih dengan beragamnya produk obligasi saat ini, misalnya obligasi ritel, maka makin memungkin produk ini untuk bisa dikoleksi di saat krisis bagi semua kalangan investor.

 

3. Reksa dana terproteksi

Produk besutan manager investasi ini menawarkan kepastian pengembalian pokok dan kenaikan sesuai dengan perjanjian yang dibuat di awal. Sehingga produk ini tahan terhadap guncangan krisis, karena tidak mengalami kenaikan atau pun penurunan nilai.

 

4. Reksa dana pasar uang

Memiliki sifat yang setara dengan cash karena mudah untuk dicairkan dan relatif tidak mudah berfluktuasi. Walaupun produk ini tidak menjanjikan untuk mempertahankan pokok investasi, namun harus diketahui bahwa produk ini memiliki underlying berupa produk investasi dengan jangka waktu pendek dan menyesuaikan dengan kondisi pasar. Sehingga dengan memiliki produk reksa dana pasar uang, kita dapat terjaga agar tetap aman dari sisi likuiditas, jika dibandingkan dengan bentuk investasi asset lainnya.


5. Fintech (financial technology)

Fintech merupakan inovasi produk dari dunia keuangan. Beberapa jenis produk investasinya menjamin pengembalian bunga atau bagi hasil yang bersifat tetap. Seperti peer to peer landing. Perjanjian di awal menjadikannya tidak terkena dampak krisis karena investor sudah dikunci dengan perjanjian bunga dan pengembalian. Namun tetap harus waspada dengan risiko fraud dari lender nya ya.


Krisis bisa saja terjadi, atau mungkin tidak. Namun walaupun itu terjadi, sebagai investor kita harus tetap yakin bahwa tetap ada celah untuk tetap bisa survive. Krisis? Siapa takut!



Photo source: https://fee.org/articles/do-economic-crises-motivate-liberalization-or-more-state-control/

X

Featured Post


Ngga Ada Kata Pensiun di Investasi

Rabu, 11 September 2019


Pelajaran Berharga dari Blackout

Selasa, 27 Agustus 2019


Bersyariah dengan Reksa Dana Syariah

Selasa, 16 July 2019


Kalau Ngga Bisa Ke Properti, Ke Reksa Dana Saja

Senin, 17 Juni 2019


Sadarilah, Hidup Tidak Semudah Film The Avengers

Senin, 20 Mei 2019


Berapa Usia yang Tepat untuk Mulai Investasi?

Selasa, 23 April 2019


Risiko Keuangan bagi Perempuan

Senin, 11 Maret 2019


Salah Memperlakukan Investasi

Rabu, 13 Februari 2019


Empat Tips Dasar Agar Resolusi Bisa Berjalan

Rabu, 16 Januari 2019


Lima Tantangan Berinvestasi bagi Milenial

Kamis, 13 Desember 2018


Millenial Ngga Bisa Beli Rumah? HOAX....

Selasa, 13 November 2018


Hati-Hati Hoaks Investasi

Selasa, 09 Oktober 2018


Investment Habit

Rabu, 12 September 2018


Memilih Wakil . . .

Jumat, 10 Agustus 2018


Menyesal Saat Investasi Turun, Percuma!

Senin, 09 July 2018


X