Artikel - Ahli

Tiga Tips Penenang Di Saat Pasar Turun

Artikel Tanggal: Kamis, 12 Desember 2019


Tanpa ampun, pasar saham di Indonesia sedang dilanda penurunan. Semua yang sudah direncanakan, seperti habis dalam sesaat. Saham yang tadinya hijau, tiba-tiba merah. Rencana mengakumulasi keuntungan di akhir tahun kemarin sepertinya ngga bisa dilakukan saat ini karena pasar yang cenderung turun. Beberapa mungkin malah menunda kegiatan liburan dan rencana senang-senangnya karena ngga dapet “cuan” di saham.

Pasar memang akan selalu naik dan turun. Kadang memberi keuntungan, kadang menciptakan kerugian. Kita sebagai investor, mau ngga mau harus siap dengan hal itu, karena dalam investasi bukan hanya ada untung tapi juga risiko.


Rugi dan Potensi Rugi

Ngga ada seseorang investorpun yang menginginkan adanya kerugian pada investasinya. Bahkan seorang Warrant Buffet memiliki pesan sederhana dalam melakukan investasi; “Rule No.1: Never lose money. Rule No.2: Never forget rule No.1”.

Kalau diterjemahkan secara bebas, aturan pertama adalah jangan pernah rugi, dan aturan kedua yang menyertai aturan pertama adalah jangan pernah lupa dengan aturan pertama. Namun sebenarnya kita sering lupa, bahwa ada yang disebut sebagai potensi kerugian sebelum rugi yang sebenarnya terjadi. Sebagai contoh, Anda subscribe reksa dana di harga NAB Rp 1.200,- kemudian dalam waktu 20 hari ke depan ternyata NAB turun menjadi Rp 1.150,-. Apakah itu berarti Anda rugi Rp 50,-? Jawabannya tidak. Yang terjadi adalah Anda berpotensi rugi Rp 50,- ketika Anda terpaksa harus menjual reksa dana tadi. Jadi dalam reksa dana dan beberapa jenis investasi lainnya, kerugian bisa kita ciptakan ketika kita merealisasikan kerugian tadi. Namun yang sering terjadi, investor memaksakan untuk merealisasikan kerugian yang dia tanggung karena kepanikan akibat pasar turun, atau sekedar ikut-ikutan karena kondisi pasar yang sedang jatuh. Pada umumnya, itu terjadi karena investor tidak memiliki rencana yang jelas tentang investasinya. Seperti jangka waktu investasi, risiko yang siap ditanggung, dan yang paling sering adalah ngga tau karakter dan produk investasi yang sesuai untuk diambil.


Tiga Tips

Sesuai dengan judul kita, saya akan berikan tiga tips penenang yang bisa Anda renungkan terkait dengan investasi Anda saat pasar sedang turun seperti saat ini.

1. Back to the future

Seharusnya setiap investasi dimulai dengan tujuan. Apa tujuan Anda melakukan investasi dan kenapa produk tersebut menjadi pilihan. Ketika tujuan yang ingin dicapai adalah jangka pendek, maka kelebihan berupa likuiditas dan kekurangan berupa return yang rendah biasanya menyertai, begitu pula sebaliknya. Nah sekarang coba Anda evaluasi, mana yang salah di antara keduanya sehingga investasi Anda merah. Apakah tujuan yang salah? Atau apakah produk/instrumennya yang salah pilih? Kalau tujuan yang salah, dalam hal ini, dana akan dibutuhkan segera tapi justru Anda masukkan ke produk/instrumen jangka panjang, maka segera lepas dan realisasikan kerugian mumpung masih belum jauh. Namun bila ternyata tujuan benar tapi produk/instrumennya yang salah, tujuan jangka panjang dan produk jangka pendek, realisasikan kerugian dan kembali ke produk jangka panjang mumpung harga lagi diskon. Bila ternyata yang terjadi adalah produk benar dan tujuan benar, kenapa harus takut? Karena yang terjadi sebenarnya adalah potensi kerugian belum kerugian itu sendiri.

2. Valuasi

Dalam sebuah kekacauan pasti ada celah baik yang bisa memberi manfaat kepada kita. Termasuk kondisi pasar yang sedang turun seperti sekarang. Ketika semua produk investasi turun, di satu sisi ada potensi kerugian. Tapi di sisi lain ada kesempatan untuk mendapatkan produk bagus dengan harga diskon. Mungkin saat dulu kita masuk, kita ngga bisa beli reksa dana pilihan kita karena dana yang dibutuhkan belum cukup. Sekarang kondisi turun, Anda berpotensi rugi, tapi ini juga kesempatan untuk melakukan valuasi terhadap kerugian yang ditanggung dibandingkan keuntungan yang bisa dicapai. Bila ternyata kerugian real lebih rendah dari nilai intrinsik produk investasinya, maka itu kesempatan besar untuk masuk dan mendapatkan keuntungan di masa depan. Pastinya tetap yang sesuai dengan tujuan ya. Jadi misalnya Anda saat ini berpotensi merugi 10% tapi saat ini produk pilihan Anda sedang turun 15% atau minimal sama yaitu 10% dari nilai wajarnya, maka ini kesempatan untuk realisasi rugi dan ambil kesempatan untuk masuk sehingga bisa mendapat keuntungan yang lebih besar.

3. No Baper

Salah satu kegagalan ketika berinvestasi adalah tidak mengakui dan terlalu percaya diri. Kondisi sudah turun, potensi kerugian belum besar, tapi investor tanpa analisa dan alasan yang mendalam tetap percaya yang dilakukannya benar dan pasar akan kembali positif pada akhirnya. Pasar positif memang akan terjadi, namun belum tentu sesuai dengan waktu yang kita harapkan. Sehingga sering terjadi investor terus berharap sementara pasar sudah bergerak terus menjauh dan terus turun. Ngga harus merasa malu bila kita harus merubah strategi investasi. Dan bukan sebuah dosa bila mengakui bahwa strategi dan pilihan kita salah. Cepat ambil tindakan dan ngga usah baper dengan menyalahkan kondisi dan terus berharap pasar akan berpihak ke kita. Jadi jangan bawa perasaan ketika berinvestasi ya. Lakukan tindakan yang realistis, terukur, serta terencana dalam investasi. Cut loss bukan suatu kesalahan ketika nantinya ada profit yang menyertai di depan kita… 

X

Featured Post


Agar Resolusi Tidak Basi

Rabu, 15 Januari 2020


Utang untuk Investasi? Syarat dan Ketentuan Berlaku!

Rabu, 13 November 2019


Krisis? Siapa Takut?

Senin, 14 Oktober 2019


Ngga Ada Kata Pensiun di Investasi

Rabu, 11 September 2019


Pelajaran Berharga dari Blackout

Selasa, 27 Agustus 2019


Bersyariah dengan Reksa Dana Syariah

Selasa, 16 July 2019


Kalau Ngga Bisa Ke Properti, Ke Reksa Dana Saja

Senin, 17 Juni 2019


Sadarilah, Hidup Tidak Semudah Film The Avengers

Senin, 20 Mei 2019


Berapa Usia yang Tepat untuk Mulai Investasi?

Selasa, 23 April 2019


Risiko Keuangan bagi Perempuan

Senin, 11 Maret 2019


Salah Memperlakukan Investasi

Rabu, 13 Februari 2019


Empat Tips Dasar Agar Resolusi Bisa Berjalan

Rabu, 16 Januari 2019


Lima Tantangan Berinvestasi bagi Milenial

Kamis, 13 Desember 2018


Millenial Ngga Bisa Beli Rumah? HOAX....

Selasa, 13 November 2018


Hati-Hati Hoaks Investasi

Selasa, 09 Oktober 2018


X