Zona MI

Avrist Asset Management: Pentingnya Horison Investasi

Artikel Tanggal: Jumat, 20 Januari 2017

Ketika investor telah memutuskan berinvestasi pada kelompok aset berisiko seperti saham dan/atau obligasi (termasuk didalamnya reksa dana saham, campuran dan pendapatan tetap), sering sekali investor melupakan satu hal yang sangat penting yaitu waktu atau yang oleh para profesional dibidang investasi sering disebut sebagai horison investasi. Horison investasi merupakan panduan bagi seorang investor dalam menentukan berapa lama akan berinvestasi di suatu aset dimana yang terkait dengan kisaran imbal hasil yang diharapkan dan tingkat risiko yang dapat diterima investor.



Praktiknya, sering kali investor individual berinvestasi pada aset berisiko, misalnya saham. Namun,harapannya mendapat keuntungan dalam jangka waktu yang relatif pendek. Berbeda dengan investor yang rasional, mereka berkomitmen untuk investasi jangka panjang pada kelompok aset berisiko, dengan horizon investasi panjang yang justru berpotensi akan memberikan imbal hasil yang tinggi.



Seperti ditunjukkan pada tabel di bawah, investasi pada jenis aset saham dan obligasi yang diklasifikasikan dalam kelompok aset berisiko (secara relatif dibandingkan deposito), secara historis telah memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi dibandingkan investasi pada deposito perbankan. Meski secara umum investasi pada aset berisiko juga akan memberikan fluktuasi yang lebih tinggi pula, namun dalam jangka panjang risiko fluktuasi tersebut dapat dikatakan telah tercermin secara efisien ke dalam kinerja aset tersebut.


Sumber: Bloomberg, Avrist Asset Management

Meskipun demikian, dapat dipahami bahwa pada periode yang lebih pendek, berinvestasi pada aset berisiko dapat pula mengalami periode merugi seperti yang dialami oleh investor saham beberapa waktu yang lalu selama periode krisis keuangan global 2008. Oleh karena itu, saat investor telah memutuskan berinvestasi pada aset berisiko, pertimbangan yang harus diutamakan adalah horison investasi. Secara umum, semakin panjang horison investasi seorang investor, semakin baik pula kemampuan investor dalam menerima atau mengelola risiko fluktuasi dengan kompensasi mendapatkan potensi imbal hasil yang lebih baik.



Jadi, horison investasi adalah salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan dalam sebuah strategi investasi. Investor dengan horison yang lebih panjang dapat menerima fluktuasi yang lebih tinggi dari kelas aset berisiko, dengan kompensasi akan memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi.



Reksa dana saham dapat digunakan oleh investor individual untuk mencapai tujuan investasi jangka panjang (lebih dari 10 tahun). Reksa dana campuran dan reksa dana pendapatan tetap disisi lain dirancang untuk memenuhi tujuan investasi jangka menengah (3 10 tahun). Sedangkan investor individual yang memiliki horison investasi pendek (kurang dari 3 tahun) disarankan untuk berinvestasi pada reksa dana pasar uang. Menyesuaikan horison investasi dengan keputusan pilihan jenis investasi, merupakan keputusan sederhana, namun dapat memberikan dampak yang besar bagi portofolio investasi investor.



Avrist Asset Management mengelola investasi Reksa Dana yang dibutuhkan investor. Namun jika investor belum dapat menentukan jenis investasinya, maka konsultasi Reksa Dana bersama Avrist Asset Management dapat menjadi jalan keluar yang tepat.(TS/JO)

Artikel oleh: Avrist Asset Management

Editor: Jeems Suryadi Gani