Zona MI

PT.BNP Paribas Investment Partners: Memilih Reksa Dana Mahal atau Reksa Dana Murah?

Artikel Tanggal: Rabu, 01 Maret 2017

Terkadang investor mengkategorikan reksa dana berdasarkan harga Nilai Aktiva Bersih (NAB/unit), yang merupakan harga satuan reksa dana tersebut. Beberapa investor ragu untuk membeli reksa dana dengan NAB/Unit yang sudah tinggi, dengan anggapan bahwa reksa dana tersebut sudah terlalu “mahal”. Benarkah anggapan demikian? Apakah reksa dana dengan NAB/Unit yang masih rendah bisa dianggap “murah” dan secara otomatis lebih menarik dan menjanjikan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan reksa dana dengan NAB/Unit yang sudah tinggi?


Nilai Aktiva Bersih (NAB) suatu reksa dana adalah nilai aset (nilai pasar wajar dari seluruh efek yang dimiliki dari suatu portofolio reksa dana) setelah dikurangi kewajiban-kewajiban (biaya-biaya manajer investasi, biaya bank kustodian dan biaya-biaya lainnya). Sedangkan unit penyertaan adalah satuan kepemilikan reksa dana yang menjadi bukti kepemilikan para investor yang telah membeli reksa dana tersebut.


NAB/Unit adalah pembagian antara NAB dengan jumlah unit penyertaan yang beredar (yang sudah dimiliki oleh para investor). Unit penyertaan reksa dana dapat dianalogikan dengan satuan lembar saham dalam suatu perusahaan. Dengan demikian, NAB/unit reksa dana mencerminkan harga satuan unit penyertaan suatu reksa dana. Setelah memahami konsep NAB/Unit, benarkah pengertian “mahal” atau “murah” suatu reksa dana itu dapat diartikan dengan rendah atau tingginya NAB/Unit tersebut?


Dalam hal reksa dana yang berinvestasi pada saham (dan efek-efek lainnya), harga dari saham (dan efek-efek lainnya) yang dimiliki oleh reksa dana tersebut akan secara langsung tercermin dalam NAB/Unit reksa dana yang bersangkutan. Namun, dalam membandingkan dua reksa dana dengan NAB/Unit yang berbeda (misalnya NAB/Unit reksa Dana “X” sebesar Rp. 1.100,- versus NAB/Unit reksa dana “Y” sebesar Rp. 11.000,-) tidak bisa diambil kesimpulan bahwa reksa dana dengan NAB/Unit yang lebih kecil (“X”) dianggap lebih murah dan sehingga menjadi lebih menarik.


NAB/Unit perdana pada saat reksa dana diterbitkan berdasarkan peraturan yang berlaku adalah selalu sebesar Rp. 1.000,- untuk reksa dana dalan mata uang Rupiah. Dengan berjalannya waktu, yang diharapkan adalah NAB/Unit tersebut akan bertumbuh sesuai dengan pertumbuhan nilai portofolio efek investasi yang dimilikinya. Sebagai contoh dalam satu tahun kemudian, NAB/unit reksa dana tersebut tumbuh menjadi Rp 1.500,-, berarti reksa dana tersebut telah memberikan kinerja investasi positif (keuntungan) sebesar 50% bagi setiap pemegang unit penyertaannya. Dari contoh ini ini, kita dapat melihat bahwa tinggi atau rendah nya NAB/unit merupakan cerminan dari pertumbuhan nilai investasi yang telah dihasilkan oleh reksa dana sejak reksa dana tersebut dikeluarkan, dan bukan “mahal”atau “murah” nya suatu reksa dana. Sedangkan bagi investor yang membeli reksa dana yang telah diterbitkan sejak lama, yang perlu diperhatikan adalah pertumbuhan NAB/unit dari sejak investor membeli reksa dana tersebut.


Kesimpulan yang dapat diambil dari ulasan di atas: Pertama, istilah “mahal” dan “murah” tidaklah relevan dalam pertimbangan memilih reksa dana jika hanya melihat tinggi atau rendahnya harga nominal NAB/Unit dari suatu reksa dana. Setelah memahami bahwa harga NAB/unit merupakan cerminan pertumbuhan hasil investasi yang telah dihasilkan, bukan berarti bahwa reksa dana dengan NAB/unit yang sudah tinggi tidak dapat lagi memberikan hasil investasi bagi para investornya. Kedua, kemampuan suatu reksa dana menawarkan potensi keuntungan atau hasil investasi akan sangat ditentukan oleh strategi pengelolaan investasi yang diterapkan oleh manajer investasi, yang akan tercermin dalam penentuan strategi alokasi aset, strategi pemilihan saham/obligasi/efek lainnya, strategi penentuan bobot dari setiap sektor dan perusahaan yang dipilih serta strategi lainnya yang diterapkan untuk reksa dana yang bersangkutan. Strategi inilah yang dapat membuat NAB/unit suatu reksa dana naik atau turun.


Selain potensi pertumbuhan NAB/unit, beberapa faktor lain yang harus diperhatikan oleh investor dalam memilih suatu reksa dana adalah rekam jejak historis (performance track record) suatu reksa dana dan manajer investasinya. Rekam jejak ini dapat membantu investor dalam menilai kepiawaian suatu manajer investasi dalam mengelola reksa dana, dari sisi konsistensi kinerja, serta kemampuan menghadapi berbagai kondisi dan gejolak pasar. Hal ini juga yang dapat membantu investor dalam memilih suatu reksa dana baru di pasar, yaitu dengan mempertimbangkan rekam jejak manajer investasi tersebut di reksa dana lainnya yang telah dikelola. Kinerja suatu reksa dana, pada akhirnya, selalu akan bergantung dan mengacu kepada kepiawaian manajer investasi yang mengelolanya, bukan pada “mahal-murahnya” NAB/unit.


Reksa dana BNP Paribas Pesona adalah reksa dana BNP Paribas tertua dengan rekma jejak terpanjang, yang diluncurkan sejak tanggal 10 November 1997. BNP Paribas Pesona adalah reksa dana saham dengan dana kekolaan sebesar IDR 1.32 Trillium (per 30 Desember 2016) dengan nilai NAB/unit yang berkisar IDR 25 ribu (per 1 Februari 2016). Nilai NAB/unit yang tinggi ini merupakan cerminan pertumbuhan investasi selama 20 tahun. Reksa dana BNP Paribas Pesona cocok untuk investor yang memiliki toleransi risko yang tinggi dan juga ingin berinvestasi dalam jangka panjang.


Editor: Jeems Suryadi Gani