Zona MI

Batavia Prosperindo Aset Manajemen: MI Harus Bisa Menyesuaikan dengan Millenials

Artikel Tanggal: Kamis, 30 Maret 2017

Kini kita sudah mau ke zaman dimana untuk mendapat akses informasi bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Kalau Kamu punya gadget canggih, untuk tahu berapa tinggi menara eiffel kita tidak perlu membaca buku pintar atau langsung kesana. Kalau Kamu punya gadget canggih, untuk bisa ke Yogyakarta naik kendaraan mobil Kamu sudah tidak perlu lihat peta. Kalau Kamu punya gadget canggih, beli tiket kereta api sudah tidak perlu lagi pergi ke stasiun.

 

Jika diperhatikan, ada 3 kalimat yang diulang-ulang di atas yaitu "kalau Kamu punya gadget canggih". Kesannya, si gadget ini bisa melakukan apa saja ya. Tapi memang itulah kehebatan dari si gadget bernama smartphone. Kamu (hampir) bisa melakukan apa saja disana. Tahu tinggi menara eiffel di Perancis, lihat jalur untuk ke Yogyakarta dan beli tiket kereta api bisa dilakukan lewat si smartphone. Gadget ini sudah semacam menjadi hal 'wajib' karena bisa mendukung berbagai gaya hidup Kamu. Segala yang bisa dilakukan smartphone bisa menjadi gaya hidup baru bagi Kamu. Yang tadinya gak suka jalan-jalan karena kalau beli tiket ribet dan jauh, semenjak ada aplikasi pendukung untuk travelling Kamu jadi keranjingan jalan-jalan karena promo-promo yang menggiurkan.

 

Bicara tentang gaya hidup yang hidup di era smartphone, Kamu harus tahu juga bahwa investasi saham dan reksa dana kini juga bisa dilakukan lewat gadget ini.  Semua orang sangat bisa untuk menjadi investor. Lalu, apakah sudah saatnya investasi saham dan reksa dana menjadi gaya hidup terbaru di 2017?

 

Nah, reksadanaku.com pada hari Kamis lalu (23/3) habis ngobrol-ngobrol nih sama Direktur dari PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Bapak Karma Siregar. Jadi, Pak Karma yang sudah lama malang melintang di dunia investasi ini akan cerita ke kita bagaimana investasi kini sudah menjadi gaya hidup bagi banyak orang. Selain itu, Pak Karma yang sudah hampir 8 tahun bergabung di PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen ini akan cerita bagaimana investasi reksa dana ini bisa cocok bagi para generasi millenials, generasi yang paling produktif dan 'sangat digital' pada masa sekarang. Yuk simak wawancaranya berikut ini!

 

Selamat pagi Pak Karma, terima kasih atas waktu dan kesempatannya sekarang sudah mau diwawancarai oleh Kami. Langsung saja ya Pak, kenapa sih masyarakat modern zaman sekarang harus mulai berfikir untuk berinvestasi?

 

Ya, halo juga untuk reksadanaku.com, senang sekali sekarang saya bisa ikut berbagi untuk para pembaca reksadanaku.com. Kenapa harus mulai untuk berinvestasi ya? Masyarakat sekarang terbagi menjadi dua, ada yang generasi muda dan generasi dulu atau konvensional. Bagi generasi muda, akses informasi kini sudah menjadi sangat mudah. Sehingga mereka tidak akan terpaku dengan cara mengelola keuangan konvensional seperti tabungan dan deposito. Mereka dihadapkan dengan banyaknya kebutuhan, sehingga mendorong mereka untuk mencari alternatif investasi agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Maka dari itu jawabannya agar akselerasi keuangan meningkat adalah dengan berinvestasi di pasar modal. Berbeda dengan generasi dulu, mereka masih terpaku dengan tabungan dan deposito yang memang lebih aman dan pasti. Jadi, sekarang memang harus berinvestasi ya demi meningkatnya akselerasi keuangan yang saya sebut itu.

 

Wah, jadi karena kita banyaknya cara untuk meningkatkan akselerasi itu ya Pak jadi kita harus mulai berinvestasi dari sekarang. Tapi menurut Bapak apa tujuan kebanyakan orang untuk berinvestasi?

 

Rata-rata tujuan orang sekarang untuk berinvestasi adalah untuk memenuhi kebutuhannya. Masyarakat butuh pilihan agar dananya dapat tumbuh dengan cepat. Tabungan dan deposito memang aman dan pasti, hanya saja pertumbuhannya lambat. Masyarakat harus mulai berpikir dari segi keuangan, realitas sekarang harga barang selalu naik. Sedangkan, generasi muda yang masih bekerja atau masih kuliah pasti mengimpikan memiliki rumah, mobil dan ingin pendidikan anak yang terjamin. Mereka harus memikirkan bagaimana pertumbuhan nominal uang yang dimiliki tidak kalah dengan cepatnya pertumbuhan harga. Tujuan akhirnya adalah, agar masyarakat bisa menyesuaikan produk investasi yang tepat dengan tujuan keuangan yang berbeda-beda, tujuan jangka pendek – ditaruh pada produk jangka pendek (tabungan, deposito) ; tujuan keuangan jangka panjang – ditaruh pada produk investasi jangka panjang (reksa dana saham, reksa dana obligasi).

 

Apa sih yang menjadi pembeda antara orang yang sudah berinvestasi dan yang belum berani berinvestasi? Bagaimana untuk membuat masyarakat berani dan mau berinvestasi??

 

Orang-orang yang belum berani berinvestasi biasanya adalah mereka yang masih nyaman dengan deposito. Selain karena tidak ada risiko, uang mereka juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Jika diarahkan ke investasi reksa dana, mereka akan cenderung melihat potensi return dan risikonya. Ini yang membuat masyarakat belum berani. Cara untuk meyakinkan mereka yang belum berani adalah dengan mengajaknya untuk mencoba dulu. Ajak mereka untuk mulai berinvestasi dengan nominal kecil yang membuat mereka nyaman. Bisa sejuta atau 2 juta, terserah saja. Investasi di reksa dana ini saat ini sebenarnya sudah sangat mudah, karena dari segi nominal yang dibutuhkan sudah kecil dan dari operasional juga sudah mendukung. Masyarakat bisa beli dari agen penjual, perbankan, sekuritas atau bahkan ada layanan auto debet yang membuat masyarakat tinggal sekali saja datang ke kantor  agen penjual.

 

Sudah tepatkah jika investasi kini sudah bisa disebut sebagai sebuah gaya hidup? Kalau iya, apa Pak faktor pendukungnya?

 

Dengan semakin banyaknya sosialisasi yang dilakukan oleh para perusahaanmanajer investasi, dengan mengikuti gaya hidup sekarang yang serba media sosial, saya rasa investasi pasar modal kini sudah mulai mengikuti gaya hidup. Bisa dilihat juga di kampus-kampus sudah banyak sekali pojok bursa.

 

Bicara tentang gaya hidup, saya jadi mau nyambung ke generasi millenials nih Pak. Menurut Bapak, bagaimana membuat investasi reksa dana dapat menjadi pilihan yang cocok bagi generasi masa kini (millenials)? 

 

Untuk membuat investasi reksa dana dapat menjadi cocok bagi millenials, kita dari pihak Manajer Investasi tentu akan berusahan menyesuaikan. Kita harus pakai cara-cara yang non-konvensional dan mulai menggunakan media-media yang lebih kekinian.

 

Dari perusahaan Bapak sendiri, apa yang sudah dilakukan dalam hal menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman? 

 

Kita coba menyesuaikan pola edukasi agar dapat diterima dengan mudah. Dengan melakukan berbagai kelas-kelas edukasi bersama agen-agen penjual Kami. Kita berusaha mendukung kegiatan edukasi yang dilakukan agen penjual karena memang kita tidak punya kantor cabang atau channel penjualan sendiri. Selain itu, kita coba lakukan pendekatan ke grup komunitas dari berbagai segmentasi. Dari mulai kampus, lalu komunitas yang basisnya hobi seperti sepeda kita juga pernah. Dari ibu-ibu hingga ke sekolah, kita coba dekati orang tua dan muridnya juga.

 

Lalu bagaimana respon masyarakat Pak?

 

Mayoritas dari mereka yang diberikan edukasi memberi respon positif. Kenapa bisa seperti itu? Pertama begini, mereka semua rata-rata punya mindset bahwa kalau mengelola keuangan ini biasanya lewat deposito, bank, tanah atau properti. Mereka juga punya asumsi seperti  'pasar modal itu susah', 'bahaya main saham, nanti uangnya bisa hilang '. Tetapi image pasar modal dari yang mereka pikirkan justru kita manfaatkan untuk mengubah sudut pandang mereka sendiri. Kita langsung kasih tau investasi reksa dana itu bisa dimulai dengan nominal terjangkau, mudah, aman juga dan uangnya bertumbuh dengan baik. Dan rata-rata mereka langsung merespon kaya ' oh ternyata bisa ya!' semacam itu.

 

Ada strategi atau cara khusus tidak Pak dalam mendekati masyarakat dan komunitas millenials tersebut?

 

Setiap kita melakukan edukasi juga tentunya kita perhatikan dari sisi kelompok mana mereka. Kalau masih pemula seperti anak muda, karyawan atau ibu-ibu kita pakai Bahasa sehari-hari yang mudah dipahami lah. Tujuannya agar mereka bisa mengerti tanpa harus bingung dengan istilah-istilah yang sulit di dunia pasar modal. Tapi kalau ketemu mereka yang sudah expert, ya gak mungkin lah kita pakai bahasa atau kasih pelajaran yang dasar. Pastinya kita akan sampaikan dengan gaya bahasa yang lebih cocok sama mereka, ya supaya gak bosan juga.

 

Wah Kita sudah di ujung wawancara nih Pak. Terakhir saja dari reksadanaku.com, menurut Bapak gaya hidup seperti apa yang kira-kira dapat mendorong orang untuk mulai berinvestasi?

 

Penyebaran informasi yang mudah dan terbuka sertagaya hidup konsumtif sepertinya menjadi pendorong utama masyarakat untuk berinvestasi ya. Dengan gaya hidup konsumtif dengan banyaknya kebutuhan, tentu orang-orang generasi sekarang akan mencari dukungan alternatif investasi agar kebutuhannya terpenuhi. Mereka akan proaktif mencari informasi bagaimana dapat memenuhi kebutuhan gaya hidupnya. Dari situlah kami masuk untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya berinvestasi di reksa dana sejak muda.

 

Terima kasih ya Pak Karma sudah mau ngobrol-ngobrol sama reksadanaku.com! Semoga semua ilmu dan cerita dari Pak Karma bisa menginspirasi dan membuat masyarakat mau berinvestasi dan menjadikannya gaya hidup baru!

 

Ya, sama-sama ya reksadanaku.com. Maju terus untuk reksadanaku.com dan dunia investasi reksa dana Indonesia!



Penulis: Jeems Suryadi Gani

Editor: Celine Ringo