Zona MI

Apa Itu Window Dressing?

Artikel Tanggal: Rabu, 28 Februari 2018

Window dressing adalah strategi yang dilakukan untuk mempercantik kinerja yang ditandai fenomena naiknya harga saham, reksa dana, indeks ataupun kinerja keuangan menjelang penutupan akhir tahun. Hal ini umumnya dilakukan dengan tujuan memperoleh catatan yang baik di akhir tahun untuk dilaporkan ke pemegang saham atau publik. Window dressing juga banyak dilakukan di berbagai industri selain industri keuangan, misalnya saja menjelang akhir tahun biasanya akan selalu ada diskon besar besaran di pusat pertokoan demi meningkatkan penjualannya. Umumnya kenaikan tersebut terjadi pada akhir tahun namun biasa dilakukan juga pada tiap akhir kuartal (per tiga bulan) yaitu ketika perusahaan/emiten merilis laporan keuangan kuartalan pada bulan Maret, Juni, September dan Desember. Fenomena ini seringkali disebut dengan Santa Claus Rally dan January Effect.

Fenomena window dressing sendiri meskipun bukan kenaikan yang disebabkan faktor fundamental dan sering berulang di akhir tahun namun hal tersebut tidak dilarang selama tidak bertentangan dengan perusahaan. Emiten umumnya melakukan window dressing dengan menggenjot kinerja perusahaan sehingga perusahaan mencatat laba di atas ekspektasi yang secara tidak langsung akan membuat nilai saham terangkat di bursa, selain itu data - data ekonomi biasanya positif menjelang akhir tahun, juga pola pasar saham yang secara historis sering terulang. Sementara itu manajer investasi juga dapat melakukan window dressing dengan cara menjual saham yang mengalami kerugian dan membeli saham yang diperkirakan akan naik sebelum akhir tanggal laporan keuangan dengan tujuan untuk memberikan impresi yang baik kepada investor atas kepemilikan efek yang dimiliki oleh portofolio yang dikelola.

Meski fenomena window dressing ini sering berulang dan terus memberikan keuntungan, investor tetap harus mempertimbangkan faktor fundamental saham yang akan dibeli. Perlu diingat, belum tentu window dressing terulang kembali. Sehingga kita harus tetap berhati-hati. Kejadian masa lalu juga tidak akan selalu terulang pada masa mendatang. Investor juga perlu menyadari bahwa kegiatan investasi merupakan tindakan yang mengandung risiko. Sehingga belum tentu fenomena ini akan berulang, namun selama investor berinvestasi sesuai tujuan dan memiliki horison jangka panjang tidak ada salahnya untuk berani mengambil risiko dan memanfaatkan fenomena windows dressing. Salam Investasi. (Sumber: PT. Eastspring Investments Indonesia)

X