Zona MI

Cek-cek Ombak Di Kelas Aset Saham

Artikel Tanggal: Senin, 26 Maret 2018

Mulai kepincut indahnya manuver instrumen-instrumen saham? Nggak heran. Pasar saham Indonesia memang menarik kok. IHSG dengan gilang-gemilang berhasil menutup tahun 2017 dengan angka pertumbuhan 19,9%. Masalahnya, tak semua investor memiliki nyali yang cukup tegar ketika ditantang ayunan ombak pasar saham, terutama di saat cuaca tak menentu.

 

Tenang, semua ada prosesnya. Bagai belajar renang, bergaul dengan pasar saham tak bisa langsung terjun. Cek-cek ombak dulu dengan satu kaki. Jika terbukti arus tak membuat kita takut, barulah masuk sepinggang lalu mulai free dive.

 

Di pasar saham ada banyak jenis saham. Ditinjau dari kapitalisasinya (nilai keseluruhan suatu saham di pasar saham), ada big cap, medium cap dan small cap. Ditinjau dari besarnya jumlah transaksi jual-belinya, ada saham-saham berlabel LQ45. Yap, LQ45 adalah 45 saham paling likuid atau paling banyak diperjual-belikan di market. Penghuni singgasana LQ45 ini biasanya adalah saham-saham big cap juga, yaitu saham-saham yang memberikan kinerja yang lebih mantap, dengan fluktuasi sedikit lebih kalem.

 

Di industri reksa dana, strategi pengelolaan juga memainkan peran penting dalam menjaga larinya portofolio tetap pada jalurnya. Untuk menekan fluktuasi di dalam batas konservatif versi saham, strategi core kerap diaplikasikan: pilih dulu sektornya, baru saham-saham terapik di dalamnya.

 

Masuki dunia investasi saham

 

Reksa dana saham yang memasang saham-saham LQ45, dipadu dengan strategi coredan diversifikasi minor pada kelas aset obligasi dan kas, menawarkan langkah awal bagi investor-investor yang ingin memacu portofolionya di jalur saham, tetapi belum pede seratus persen. Reksa Dana Manulife Dana Saham (MDS) misalnya, dirancang bagi investor-investor moderat yang ingin pindah gigi. Asyiknya, porsi cicip-cicipnya bisa dimulai dari Rp100.000,-.

 

Bagi investor level Formula 1 pun, MDS dapat dijadikan bagian dari portofolio saham, tepatnya sebagai penyeimbang. MDS juga dapat ditumpangi sebagai kendaraan mencapai tujuan-tujuan jangka panjang >10 tahun.

 

Siap melangkah ke jalur cepat? Lebih lengkap tentang MDS, klik di sini.

(Sumber: Manulife Asset Management Indonesia)

X