Zona MI

Cara Ampuh Atur Keuangan untuk Para Social Media Influencer

Artikel Tanggal: Kamis, 13 Desember 2018

Zaman sekarang, sosial media seperti Instagram dan Youtube sedang sangat populer di kalangan anak muda. Mereka cenderung lebih sering mencari informasi tentang tempat wisata, berita terkini, bahkan review produk dari sosial media. Bahkan sekarang banyak bermunculan influencer dan selebgram. Tentunya fenomena ini sangat luar biasa. Tapi hal ini akan menimbulkan dua efek, yaitu efek positif dan efek negatif. Positifnya adalah semakin banyak informasi yang dapat kita terima dan semakin banyak informasi yang dapat tersedia dengan cepat. Namun ada negatifnya juga, yaitu apabila influencer, selebgram, atau masyarakat menelan mentah-mentah informasi yang didapatkannya.  Maksudnya, mereka akan terjebak secara tidak langsung dalam tipe individu konsumtif yang berlebihan, dan karena hal ini, sangat memungkinkan bahwa mereka akan terlilit hutang yang banyak juga.

Sebagai seorang influencer atau selebgram, pastinya mereka akan menghasilkan income yang cukup tinggi dengan kebutuhan lifestyle yang juga meningkat, baik untuk kebutuhan content ataupun kebutuhan sehari-hari dan akan membuat mereka boros. Namun penilaian boros atau tidaknya seseorang, tentu kembali lagi kepada individu masing-masing. Selain itu tergantung juga pada bagaimana mereka mengelola keuangan pribadi mereka.

Tips dari Aberdeen Standard Investments Indonesia supaya dapat mengatur keuangan pribadi bagi para influencer/selebgram:

1.     Harus tahu berapa pengasilan rata-rata per bulan
Seorang influencer/selebgram, baiknya mengetahui berapa rata-rata penghasilan mereka per bulan. Karena pada umumnya mereka tidak seperti karyawan yang mendapat penghasilan tetap yang akan dibayarkan oleh perusahaan. Mereka basically bekerja berdasarkan projek, sehingga mereka harus mengambil angka rata-rata penghasilan mereka per bulan.
2.     Membuat daftar pengeluaran
Daftar pengeluaran ini terdiri atas; apa yang harus mereka bayarkan, apa yang harus mereka beli, kebutuhan-kebutuhan utama yang harus dilengkapi, serta daftar cadangan keinginan-keinginan yang terkait dengan lifestyle ataupun kebutuhan.
3.     Memulai investasi
Influencer/selebgram harus mulai menumbuhkan niat untuk berinvestasi, dan dapat memasukkan nilai investasi di poin kedua. Sehingga investasi menjadi salah satu daftar pengeluaran. Influencer/selebgram yang sudah mulai investasi juga sudah banyak, seperti Munira Agile, Sari Ardisa, Martin Natadipraja, dan masih banyak lagi.
4.    Bersikap Bijak
Harus bisa bijak dalam berbelanja. Saat ini, mudah untuk kita membandingkan harga satu barang dari beberapa tempat. Semakin murah, pastinya semakin worth It, kan?
5.     Jual barang pre-loved
Para influencer atau selebgram dapat menjual kembali barang endorsement mereka (barang pre-loved) untuk mendapat penghasilan tambahan sehingga bisa dialokasikan untuk investasi.

Kalau berbicara mengenai investasi, sebenarnya saat ini sudah banyak instrumen yang tersedia, salah satunya adalah reksa dana. Sebelum investasi ke dalam produknya, terlebih dahulu harus tahu profil risiko dari masing-masing individu, karena setiap orang punya profil risiko yang berbeda. Profil risiko yang paling aman adalah mereka yang menghindari risiko. Nah, profil ini paling cocok bagi calon investor atau investor yang baru pertama kali berinvestasi di reksa dana, contoh produknya adalah Aberdeen Standard Indonesia Money Market Fund yang isinya pasar uang atau deposito dan surat berharga lain yang berada di bawah satu tahun.

Profil risiko yang kedua adalah tipe yang cocok bagi mereka yang sudah pernah membeli produk reksa dana, yaitu tipe konservatif. Contoh produknya adalah Aberdeen Standard Indonesia Bond Fund dan Government Bond Fund. Kedua produk tersebut sama-sama berinvestasi di dalam obligasi Pemerintah dan obligasi Korporasi.

Setelah investasi dan ternyata malah merasa ingin mendapat return yang lebih tinggi lagi, mereka bisa mulai masuk ke profil ketiga, yaitu moderat. Di profil ini contoh produknya adalah Aberdeen Standard Indonesia Balance Growth Fund, yang terdiri atas obligasi dan juga saham. Jadi profil risiko yang satu ini cocok untuk mereka yang mau return tinggi dan tidak keberatan dengan risiko yang tinggi pula.

Dan tipe terakhir adalah tipe agresif. Biasanya tipe ini dimiliki oleh para influencer ataupun selebgram pada umumnya. Hal ini karena mereka masih muda dan punya time frame yang cukup panjang untuk berinvestasi. Contoh dari produk ini adalah Aberdeen Standard Indonesia Equity Fund. Jadi setelah tahu profil risiko yang mana yang cocok, baru bisa mulai investasi di reksa dana.

Buat Sahabat Rendra yang tertarik untuk investasi di Aberdeen Standard Investments Indonesia, kalian bisa beli produk-produknya di bank-bank ternama dan sekuritas ternama, contohnya Phillip Sekuritas Indonesia. Untuk nominalnya sendiri, pastinya sangat terjangkau. Cuma dengan uang 100.000 rupiah saja, Sahabat Rendra sudah bisa mendapat portofolio di reksa dana, lho.

Ada juga nih tips dari Aberdeen Standard Investments Indonesia untuk Sahabat Rendra ketika mau mulai untuk berinvestasi:

1.       Tentukan Goal/Tujuan Investasi

2.       Kenali Profil Risiko; dan

3.       Mulai investasi sedini mungkin.

Yuk investasi mulai dari sekarang, Sahabat Rendra!

X

X