Berita

Diversifikasi Investasi Reksa Dana Gimana Sih Caranya?

Artikel Tanggal: Selasa, 11 Agustus 2020


“Jangan menaruh seluruh telur dalam satu keranjang.”


Mungkin di antara kamu ada yang sudah akrab dengan kalimat ini. Kalimat peribahasa ini antara lain mengisyaratkan tentang diversifikasi yang berarti penanaman modal pada berbagai jenis investasi. Apa hubungannya telur dengan investasi? Itu hanya perumpamaan untuk memaknai diversifikasi.


Coba bayangkan kalau kamu menaruh seluruh telur yang kamu punya hanya di satu keranjang. Kalau keranjang tersebut jatuh, semua telur yang kamu punya akan pecah kan? Itulah tujuan dari diversifikasi, meminimalisir risiko yang mungkin akan menimpamu dengan tidak menanamkan modal pada satu jenis investasi saja. Nah, kamu tahu nggak sih kalau kamu bisa melakukan diversifikasi pada investasi reksa danamu? Diversifikasi pada reksa dana mengarahkan kamu untuk berinvestasi pada lebih dari satu produk atau pun satu jenis reksa dana.


Bagi kamu yang baru mulai investasi reksa dana mungkin sering kali merasa bingung saat dihadapkan pada pilihan jenis-jenis reksa dana yang variatif, seperti reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham. Belum lagi dari setiap jenisnya, cukup banyak pilihan produk reksa dana yang mungkin juga membuat kamu sulit memilih produk reksa dana yang tepat untukmu. Namun, variatifnya pilihan produk dan jenis reksa dana ini bisa kamu manfaatkan untuk melakukan diversifikasi pada investasi reksa danamu. 


Kamu pasti telah mengetahui salah satu cara yang dapat kamu lakukan dalam memilih produk reksa dana yang tepat untuk diinvestasikan ialah meyesuaikan dengan profil risikomu. Jadi, sebelum mengetahui cara melakukan diversifikasi reksa dana, kamu perlu mengetahui profil risiko investasimu agar dapat melakukan diversifikasi dengan tepat. Berikut 3 tipe profil risiko investor.


1. Konservatif

Investor memiliki toleransi paling rendah terhadap risiko. Cocok dengan jenis reksa dana yang tingkat risikonya terkecil, seperti reksa dana pasar uang.


2. Moderat

Investor tidak terlalu menyukai risiko, tapi masih bisa menerima kerugian yang tidak terlalu besar. Cocok dengan jenis reksa dana yang tingkat risikonya sedang, seperti reksa dana pendapatan tetap.


3. Agresif

Investor berani mengambil risiko tinggi demi mendapat imbal hasil yang optimal. Cocok dengan jenis reksa dana campuran dan reksa dana saham karena memiliki karakteristik perubahan harga yang cepat sehingga bisa memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibanding jenis reksa dana lainnya.


Lalu kamu mulai bingung dan bertanya, “Profil risiko aku konservatif, berarti cocok untuk investasi di reksa dana pasar uang. Tapi, untuk diversifikasi berartikan aku harus investasi di jenis reksa dana lain yang pastinya risikonya lebih tinggi, gimana dong?” Nah, untuk itu diversifikasi reksa dana terbagi atas dua cara.


Pertama, berinvestasi dalam beberapa produk reksa dana di jenis reksa dana yang sama. Untuk melakukan diversifikasi dengan cara ini, kamu perlu memilih produk reksa dana yang memiliki komposisi berbeda satu dengan yang lain. Kamu dapat melihat komposisi suatu produk reksa dana di fund fact sheet-nya.


Kedua, berinvestasi pada beberapa produk reksa dana di jenis reksa dana yang berbeda. Di sini profil risiko yang telah kamu sesuaikan berguna untuk menentukan porsi penempatannya. Investasikan danamu dengan porsi lebih banyak pada jenis reksa dana yang sesuai profil risikomu, lalu beri sedikit porsi pada jenis reksa dana lainnya untuk diversifikasi.


Makna diversifikasi lebih dari sekadar pengalokasian aset. Diversifikasi pada reksa dana adalah teknik mengurangi risiko dengan mengalokasikan aset ke berbagai produk reksa dana yang memiliki reaksi berbeda terhadap peristiwa yang sama. Hal ini agar saat salah satu produk reksa danamu mengalami penurunan, masih ada produk reksa dana lainnya yang memberi keuntungan untukmu. Selain itu, saat seluruhnya sedang mengalami kenaikan, keuntunganmu akan lebih maksimal dengan imbal hasil yang variatif.


X

X