Berita

Kalau Terjadi Resesi, Aku Harus Apa Ya?

Artikel Tanggal: Jumat, 18 September 2020


Belakangan ini kita sering mendengar pemberitaan tentang Indonesia yang terancam resesi. Bahkan Menkopolhukam Mahfud MD, Sabtu lalu (29/8/2020), menyebut bahwa bulan depan hampir dapat dipastikan 99,9% akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia. Terlepas dari benar atau tidaknya, kita perlu mewaspadai dan mulai mengatisipasi hal ini.

Sebelum mengetahui lebih dalam mengenai tindakan yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi resesi, kamu perlu mengetahui lebih dulu apa itu resesi. Dilansir dari tirto.id, resesi adalah periode penurunan ekonomi sementara, di mana perdagangan dan aktivitas industri berkurang, umumnya ditandai dengan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam dua kuartal berturut-turut. Arti kata resesi bisa juga dimaknai sebagai pelambatan atau kontraksi besar dalam kegiatan ekonomi. Penurunan pengeluaran yang signifikan umumnya mengarah ke resesi.

Bagi masyarakat yang negaranya terancam resesi, tentunya merupakan suatu bencana karena resesi dapat menyebabkan tingkat pengangguran meningkat yang juga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Tapi, bila dicermati, terjadinya resesi dapat membuat nilai-nilai instrumen investasi menurun sehingga peristiwa ini bisa dikatakan dapat menjadi kesempatan untuk berinvestasi dengan harga yang "terdiskon", agar ke depannya berkemungkinan mendapat imbal hasil yang maksimal.

Namun perlu diketahui, bila kamu memanfaatkan kesempatan ini, kamu perlu cermat dalam memilih instrumen yang hendak kamu investasikan. Kamu tidak bisa mengharapkan imbal hasil yang kilat karena penurunan akibat resesi dapat berlangsung dalam waktu yang terbilang cukup panjang. Jadi, tidak menutup kemungkinan bila instrumen investasi yang kamu beli, nilainya terus menurun pada masa resesi.

Kamu juga perlu memperhatikan dana untuk menjamin finansialmu agar tetap aman. Jangan karena sibuk membeli instrumen investasi yang sedang "terdiskon", kamu malah lupa akan kebutuhan pokokmu, sedangkan instrumen yang kamu investasikan belum waktunya untuk dicairkan karena nilainya belum memperlihatkan profit, bahkan masih terus menunjukan penurunan. Bila hal ini terjadi, kamu akan kesulitan memenuhi kebutuhan pokokmu, kan?

Nah, untuk itu, berikut tips yang bisa kamu lakukan dalam menghadapi resesi.


1. Berhemat

Ada baiknya tunda dulu pengeluaran di luar kebutuhan pokok, seperti pengeluaran untuk hiburan yang sekiranya tidak mempengaruhi kelangsungan hidupmu bila tidak dilakukan. Untuk kamu yang pemasukannya berkurang, dana hasil pengurangan pengeluaran ini bisa kamu manfaatkan untuk mencukupi kebutuhan pokokmu. Sedangkan untuk kamu yang pemasukannya tidak berkurang, kamu bisa menabung atau menambah investasi guna memanfaatkan momen membeli instrumen investasi yang "terdiskon".

2. Mencari Instrumen Investasi yang Tepat

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, memang banyak instrumen investasi yang mungkin akan "terdiskon" saat terjadi resesi. Namun, untuk menginvestasikannya kamu perlu mempertimbangkan juga risikonya yang cukup besar. Untuk itu, kamu perlu mengetahui instrumen investasi yang tetap aman saat resesi terjadi. 

Reksa dana pasar uang dapat menjadi instrumen investasi yang tepat. Di tengah kondisi carut marut pasar modal, di mana rata-rata kinerja instrumen investasi lainnya anjlok, reksa dana pasar uang cenderung tetap menunjukan kinerja yang stabil dan memperlihatkan imbal hasil.

Sudah jelas bahwa potensi imbal hasil yang diberikan reksa dana pasar uang di atas deposito dan hasil keuntungan atas investasi reksa dana pun tidak dikenakan pajak. Jadi, selain aman, imbal hasil yang kamu dapatkan pun akan lebih maksimal jika kamu menginvestasikan danamu ke reksa dana pasar uang.

3. Melakukan Diversifikasi atau Switching

Jika kamu tetap ingin mencari keuntungan dari berinvestasi pada instrumen yang sedang "terdiskon", lebih baik kamu juga melakukan diversifkasi atas investasimu ke reksa dana pasar uang untuk mengamankan keuntunganmu dari risiko, guna berjaga-jaga bila aset yang kamu investasikan di instrumen investasi lainnya mengalami kerugian.

Bila kamu benar-benar ingin mengatasi kekhawatiran akan turunnya nilai investasimu, kamu bisa mengalihkan (switching) asetmu untuk diinvestasikan ke reksa dana pasar uang karena reksa dana pasar uang relatif aman, berisiko kecil, dan cenderung tidak terpengaruh pada kondisi pasar.

4. Menyiapkan Dana Darurat 

Pasti kamu sudah tahu pentingnya menyiapkan dana darurat untuk menghadapi kondisi yang tak terduga, apa lagi bila sampai terjadi resesi ekonomi. Untuk itu, kamu juga bisa menyiapkan dana daruratmu di reksa dana pasar uang. Hal ini karena reksa dana pasar uang memiliki tingkat likuditas yang tinggi sehingga proses pencairannya terbilang cepat, yaitu maksimal 2 hari bursa. Pembelian dan penjualannya juga dapat kamu lakukan kapan pun, tanpa terkena fee atau pun pajak.

Kamu harus mulai menyadari kalau menyiapkan finansial secara matang sangat diperlukan agar kamu dapat bertahan dalam kondisi apa pun. Tidak perlu tunggu sudah bekerja atau pun memiliki penghasilan tetap. Bahkan pelajar dan mahasiswa sudah sepantasnya mulai belajar untuk menyiapkan finansialnya secara matang dengan mengatur pengeluaran uang sakunya dan menabung. Jangan tunggu terjadi suatu peristiwa yang berdampak pada keuanganmu dulu baru kamu mulai bijak secara finansial. Justru kamu bisa memulainya sedini mungkin untuk bersiap menghadapi peristiwa itu.


X

X